Cekricek.id — Pelatih Bali United Johnny Jansen tidak menganggap kekalahan 1-2 dari Sabah FC sebagai alarm bahaya. Bagi juru taktik asal Belanda itu, laga pembuka Dewata Challenge Series 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Kamis (13/8/2026) malam, murni berfungsi sebagai sarana persiapan menyambut Super League 2026/27.
Dikutip dari laman resmi I.League, ileague.id, Jumat (14/8/2026), Jansen menegaskan bahwa pada fase pramusim, tolok ukur keberhasilan tidak terletak pada angka di papan skor. Ia lebih menyoroti kesempatan bagi sejumlah pemain untuk merasakan menit bermain penuh melawan lawan yang kompetitif.
Kekalahan yang Tak Bikin Panik
“Ya, ini adalah masa pramusim. Mengenai tiga poin, tentu selalu menyenangkan untuk menang dan memuaskan, tapi bagi kami ini lebih ke arah persiapan,” kata Johnny Jansen.
Baca juga: Persib Tekuk Sabah FC 3-0 di Dewata Challenge, Pemanasan Jelang ACL Two
Sikap tersebut sejalan dengan pendekatan yang ia terapkan sejak awal pemusatan latihan. Alih-alih menyusun taktik khusus untuk melumpuhkan lawan tertentu, Jansen memilih memusatkan perhatian pada pembentukan identitas permainan timnya sendiri. Menurut dia, komposisi tim-tim di Indonesia banyak berubah sehingga pengetahuan lamanya tentang lawan tidak lagi sepenuhnya relevan.
“Fokusnya bukan tentang menyiapkan strategi khusus lawan, tapi lebih kepada menyiapkan tim kami sendiri,” ungkap Jansen.
Wilson: Rencana Berjalan Sesuai Latihan
Penilaian serupa datang dari lini tengah. Gelandang Bali United Brandon Wilson menyebut pertandingan melawan wakil Liga Malaysia itu tetap memberi manfaat karena tim berhasil menerapkan sebagian besar rencana yang telah dilatihkan sebelumnya, terlepas dari hasil akhir yang tidak berpihak.
“Kami mencoba melakukan hal-hal yang sudah direncanakan sebelumnya, dan menurut saya itu performa yang baik,” tuturnya.
Baca juga: Kalteng FC Rekrut Bek Kiri Firman Ramadhan dari Persijap Jepara
Dewata Challenge Series 2026 sendiri dirancang sebagai turnamen pramusim segitiga yang mempertemukan Bali United, Sabah FC, dan Persib Bandung. Formatnya memungkinkan setiap peserta menjajal dua lawan berbeda dalam rentang waktu yang berdekatan, sehingga tim pelatih mendapat gambaran cukup lengkap mengenai daya tahan skuad.
Bagi Bali United, turnamen ini juga menjadi ruang untuk menguji para pemain anyar yang baru bergabung pada bursa transfer. Jansen membutuhkan waktu bermain nyata untuk menilai siapa yang siap dipercaya sejak menit pertama ketika kompetisi resmi dimulai, dan laga uji coba menjadi satu-satunya cara mengukurnya dalam situasi yang menyerupai pertandingan sesungguhnya.
Menanti Duel Lawan Persib
Ujian berikutnya bagi Serdadu Tridatu adalah menghadapi Persib Bandung pada Selasa (18/8/2026) di stadion yang sama. Laga itu berpotensi menjadi barometer yang lebih akurat karena mempertemukan dua sesama kontestan Super League, berbeda dengan pertemuan melawan klub luar negeri yang memiliki kalender kompetisi tersendiri.
Baca juga: Persik Kediri Pasang Single Seat Stadion Brawijaya demi Syarat I.League
Persib lebih dulu menuntaskan agenda mereka dengan menundukkan Sabah FC 3-0 pada Sabtu (15/8/2026). Hasil itu membuat pertemuan Bali United dengan tim asal Bandung tersebut menjadi laga penutup rangkaian uji coba yang paling ditunggu publik Gianyar. Bagi Jansen, pertandingan tersebut sekaligus menjadi kesempatan menakar sejauh mana perbaikan yang ia inginkan sudah diserap para pemainnya sebelum kompetisi resmi dimulai pada 4 September mendatang.

















