Cekricek.id — Pelatih Arema FC, Marcos Santos, menilai timnya berada di jalur yang benar setelah menuntaskan rangkaian turnamen pramusim. Singo Edan terhenti di babak semifinal, tetapi Santos menganggap lima pertandingan yang dilalui memberi bekal berharga menjelang Super League 2026/27 yang bergulir 4 September 2026.
Dikutip dari laman resmi Liga Indonesia Baru, Selasa (11/8/2026), Santos menyoroti perkembangan tim dari satu laga ke laga berikutnya sebagai indikator utama, bukan sekadar hasil akhir turnamen.
Lima Laga Sebagai Ruang Uji
“Lima pertandingan di turnamen pramusim sangat membantu proses kami. Selama turnamen, tim terus berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya,” kata Santos.
Menurut dia, nilai terbesar dari kompetisi pramusim justru terletak pada proses pengenalan pemain baru terhadap identitas klub. “Sekaligus membuat mereka memahami apa arti menjadi bagian dari Arema FC dan besarnya tekanan ketika mengenakan jersey ini,” ujarnya.
Santos juga memakai turnamen itu untuk memetakan karakter skuadnya. “Turnamen ini menjadi kesempatan yang baik untuk melihat karakter pemain, siapa yang bisa benar-benar membantu tim dan siapa yang masih harus berkembang selama proses ini,” kata pelatih asal Brasil tersebut.
Skuad Sudah 90 Persen Jadi
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyebut komposisi tim telah mencapai sekitar 90 persen dari rencana awal manajemen. Empat legiun asing baru sudah bergabung, sementara jendela transfer masih terbuka untuk penyesuaian.
“Karena di turnamen pramusim kami melakukan banyak peninjauan dari aspek hasil dan performa pemain yang tampil di lapangan. Evaluasi ini sangat penting dilakukan untuk mengembangkan tim secara keseluruhan,” kata Yusrinal.
Ia menjelaskan hasil evaluasi itu menjadi dasar bagi manajemen sebelum memutuskan menambah pemain. “Tim pelatih bisa melihat secara langsung, sektor mana yang masih perlu dibenahi sebelum liga dimulai. Hasil evaluasi itu kemudian dapat menjadi pertimbangan untuk mencari pemain baru yang sesuai dengan kriteria dan kebutuhan,” ujarnya.
Angka 90 persen itu menyisakan ruang untuk satu hingga dua penambahan, bergantung pada sektor mana yang dianggap paling lemah setelah turnamen. Manajemen tidak menyebut posisi yang diincar, dan Yusrinal juga tidak memberi tenggat kapan proses rekrutmen akan ditutup.
Bursa Masih Bergerak
Sikap Arema mencerminkan pola yang tampak di banyak klub Super League musim ini, yang menutup bursa dengan penambahan terakhir setelah melihat hasil uji coba. Beberapa klub bahkan masih bergerak pada pekan-pekan terakhir sebelum kompetisi dimulai, seperti Dewa United yang merekrut Ripal Wahyudi.
Persib Bandung, misalnya, baru saja meminjamkan bek Al Hamra Hehanussa ke Garudayaksa FC demi memberi ruang bermain kepada pemainnya. Klub promosi Garudayaksa sendiri lebih dulu memboyong bek Brasil Paulo Ricardo dari Persija Jakarta, lalu menutup lini belakangnya dengan bek Serbia Filip Stamenkovic pada hari yang sama.
Bagi Arema, pekerjaan tersisa adalah menaikkan level kebugaran dan memastikan pemain asing benar-benar menyatu dengan skema Santos. Kompetisi yang dimulai awal September akan menjadi ujian pertama apakah keyakinan pelatihnya soal arah tim itu terbukti di lapangan.
Tersingkir di semifinal turnamen pramusim tidak membuat pelatih mengubah penilaiannya. Dalam pandangan Santos, laga-laga persiapan berfungsi sebagai laboratorium untuk menguji siapa yang siap dan siapa yang belum, bukan ajang mengejar trofi. Ukuran keberhasilannya baru terlihat ketika poin kompetisi mulai dihitung.





















