Miss Universe Thailand 2022 Pakai Baju dari Sampah Daur Ulang

A A

Miss universe 2022 Thailand. [Foto: Instagram]

Cekricek.id – Anna Suengnam-iam salah seorang peserta Miss Universe asal Thailand sukses menjadi sorotan karena busana unik yang dikenakannya. Dia memakai gaun yang terbuat dari bahan dasar berupa sampah daur ulang yaitu pembuka kaleng minuman.

Bukan tanpa sebab, busana yang terlihat begitu mewah dari luar itu nyatanya ditujukan sebagai penghormatan kepada kedua orang tuanya yang bekerja sebagai pemungut sampah.

Miss Universe ke-71 akan dinobatkan pada 14 Januari di New Orleans Morial Convention Center di New Orleans, Louisiana. Selama kompetisi pendahuluan Miss Universe 2022.

Dikutip dari Indian Express, Sabtu (14/01/2023), gaun yang disebut sebagai 'Gaun Berlian Berharga Tersembunyi' itu dirancang oleh Manirat menggunakan pembuka kaleng minuman yang berbahan aluminium yang dipadukan dengan berlian Swarovski sebagai bahan lainnya.

“Kamu tidak boleh terjebak dengan lingkungan suram tempat kamu dilahirkan, tetapi percayalah bahwa kamu memiliki kekuatan untuk mengubah hidup sendiri menjadi lebih baik,” kata Anna, Miss Universe Thailand 2022 saat mengenang latar belakangnya.

Dia menambahkan bahwa gaun itu terinspirasi dari lingkungan masa kecilnya. Dia tumbuh dengan orang tua yang bekerja sebagai pemulung, hidup sebagai seorang anak yang berada di antara tumpukan sampah daur ulang.

“Gaun unik ini sengaja dibuat khusus dengan bahan bekas dan daur ulang , yaitu pembuka tutup kaleng minuman untuk menunjukkan kepada dunia bahwa apa yang dianggap tidak berharga oleh banyak orang sebenarnya memiliki nilai dan keindahannya sendiri,” tulisnya pada salah satu unggahan di Instagramnya.

Kata Desainer Miss Universe 2022 tentang Gaun Pembuka Kaleng Minuman Rancangannya

Sang desainer dari ajang Miss Universe itu mengatakan bahwa ia ingin menggunakan bahan dari sisa makanan seperti tutup kaleng untuk menciptakan sebuah karya yang menceritakan dan mencerminkan ke seluruh dunia bahwa hal-hal yang menurut orang tidak berharga atau kotor dapat diubah menjadi sesuatu yang berharga dan indah.

Ia menambahkan bahwa segala sesuatu di dunia selalu memiliki sisi baik yang tersembunyi di dalamnya. Bahkan dalam hal-hal yang kita anggap tidak berharga atau tidak berguna.

“Selama kita menemukan yang baik, temukan nilainya, terima, dan gunakan ini sebagai kekuatan untuk diri kita sendiri,” ujar sang desainer.

Memuji kegigihan, keuletan dan optimisme Anna, penyelenggara resmi Miss Universe Thailand mengatakan bahwa kesuksesannya adalah hasil dari dibesarkan oleh seorang ayah yang merupakan pemungut sampah, seorang ibu penyapu jalan, dan seorang biarawati yang berbudi luhur yang merupakan buyut Anna.

"Meskipun dia disebut oleh beberapa orang sebagai 'Ratu kecantikan sampah', itu tidak pernah menghentikannya untuk bersinar terang seperti permata yang berharga," tulisnya lebih lanjut.

Baca juga: Cantik, Pintar dan Berjiwa Sosial, Cinta Laura Diminta Ikut Miss Universe

Seperti yang diharapkan, netizen memberikan pujian kepada Anna karena telah memberikan penghormatan kepada orang tuanya di panggung Miss Universe .

Bagikan

Baca Juga

Guru memeriksa tas murid dengan detektor logam di sebuah sekolah di Bangkok
Thailand Perangi Perundungan Usai Penembakan Sekolah
Seorang petugas berseragam dan bertopi pet berdiri menghadap ke samping di kawasan perkotaan
PM Thailand Setop Izin Bawa Senjata Api Baru Selama Setahun
Deretan meja dan kursi kayu di ruang kelas dengan papan tulis hijau
Korban Tewas Penembakan Sekolah di Thailand Jadi Delapan, Siswi 12 Tahun Meninggal
Petugas penyelamat mengangkat peti jenazah berhias emas dari brankar di sebuah rumah sakit
Pelaku Penembakan Sekolah Thailand Pernah Bawa Senapan Angin
Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul berjalan meninggalkan lokasi penembakan sekolah di Nonthaburi
PM Thailand Janjikan Aturan Senjata Api Ketat Usai Penembakan Sekolah
Polisi bersenjata berjaga di depan Sekolah Debsirin Nonthaburi, Distrik Bang Kruai, Thailand, lokasi penembakan yang menewaskan tujuh orang
Penembakan Sekolah di Thailand: Tujuh Tewas, Pelaku Siswa 14 Tahun