OpenAI Klaim Terobosan Matematika, Ilmuwan Protes Akses Dibatasi

A A

CEO OpenAI Sam Altman saat tampil di panggung TED. [Foto: Steve Jurvetson/Wikimedia Commons, CC BY 2.0]

  • OpenAI mengumumkan tiga terobosan di bidang matematika, ilmu komputer, dan fisika.
  • Temuan matematikanya diklaim memecahkan konjektur Kakeya di semua dimensi.
  • Hasil di bidang fisika belum dirilis sama sekali.
  • Peneliti memprotes OpenAI yang memilih sendiri pakar penelaah.

Cekricek.id — OpenAI klaim terobosan besar di bidang matematika, ilmu komputer, dan fisika, tetapi cara perusahaan itu membagikan temuannya justru menuai kritik dari kalangan peneliti.

Melansir laporan The Verge, Selasa (27/10/2026), OpenAI mengumumkan tiga hasil riset pada Senin (26/10/2026). Ketiganya menyangkut sejumlah persoalan paling penting yang belum terpecahkan di masing-masing bidang.

Kali ini OpenAI menyatakan bekerja sama dengan para pakar yang disebut sebagai “gembala” untuk menentukan cara terbaik membagikan temuan tersebut. Langkah itu diambil setelah beberapa bulan hubungan yang bergejolak dengan para matematikawan, yang masih kewalahan menelaah ratusan naskah praterbit yang dirilis OpenAI pada awal Oktober.

Baca juga OpenAI Tak Lagi Latih Model AI di Internet Langsung

Konjektur Kakeya hingga Teori Yang-Mills

Hasil di bidang matematika diklaim memecahkan konjektur Kakeya di semua dimensi. Secara sederhana, persoalan ini menanyakan seberapa kecil ruang yang dibutuhkan untuk memutar sebatang jarum ke segala arah. Pembuktian versi tiga dimensinya menjadi salah satu prestasi yang mengantar matematikawan NYU Hong Wang meraih Fields Medal tahun ini.

Profesor matematika Brown University Brendan Hassett menilai klaim OpenAI itu tampak didukung dengan baik, meski ia belum memeriksa formalisasi Lean, yakni metode verifikasi pembuktian secara komputasional.

Di bidang ilmu komputer, OpenAI mengklaim membantah hipotesis waktu eksponensial, asumsi yang selama ini dipegang luas bahwa persoalan tertentu tidak bisa diselesaikan jauh lebih cepat daripada cara coba-coba. Hipotesis ini berkaitan erat dengan persoalan P versus NP, salah satu soal Hadiah Milenium.

Adapun hasil di bidang fisika menyangkut kromodinamika kuantum dan kaitannya dengan teori Yang-Mills, fondasi fisika partikel modern. Namun, hasil ini sama sekali belum dirilis.

Peneliti Kritik Akses Terbatas

Strategi rilisnya berbeda untuk tiap bidang. Keluaran matematika dibuka untuk umum, temuan ilmu komputer akan dijelaskan kelompok peneliti eksternal, sedangkan untuk fisika OpenAI menyerahkan keputusan rilis kepada sekelompok pakar luar.

Para peneliti yang dihubungi The Verge menyebut temuan itu besar dan signifikan. Namun, mereka mempersoalkan keputusan OpenAI memilih sendiri para ahli yang boleh menelaah lebih dulu.

“Tidak masuk akal kalau pada awalnya hanya segelintir ilmuwan terkemuka yang boleh melihatnya,” kata Constantin Kogler, peneliti di Institute for Advanced Study.

“Fakta bahwa mereka memilih sendiri kelompok itu adalah bencana. Laboratorium besar sudah punya cukup banyak kekuasaan. Mereka tidak seharusnya menentukan siapa yang menang dan siapa yang kalah,” ujar Andreas Karch, profesor fisika di University of Texas at Austin.

Baca juga Anthropic Resmi Ajukan IPO, Pendapatan Tembus 16 Miliar Dolar

Kelompok Penasihat Matematika dan Kecerdasan Buatan (AGMAI), yang sebelumnya dijanjikan OpenAI akan dimintai pertimbangan, juga mendesak perusahaan itu segera membuka keluaran bahasa alami dan Lean di balik hasil fisika yang diumumkan.

Matematikawan Stanford Jared Duker Lichtman menilai setiap pendekatan pasti mengundang ketidakpuasan. “Jadi ini hanya soal mencari pilihan yang paling tidak menyinggung,” katanya.

Sementara itu, Xiaoyu He, profesor matematika di Georgia Institute of Technology, melihat persoalannya lebih dalam. “Hasilnya sangat mengesankan, tetapi saya rasa mereka sedang berupaya terlihat bertanggung jawab dan cermat dalam merilis hasil, padahal tidak mampu mengubah masalah utamanya: hasil-hasil fundamental dipecahkan begitu cepat tanpa kontribusi manusia, dan makalahnya sulit dibaca serta diverifikasi,” ujarnya.

Baca juga Nvidia Suntik Meta 3 Miliar Dolar AS, Kemitraan AI Makin Erat

Bagikan

Baca Juga

Menkes AS Kennedy Sebut Bangsa Arab Tak Hasilkan Sains, Dikecam
Bursa Tiongkok Hilang 2,4 Triliun Dolar AS Imbas Persaingan AI
Startup AS Ingin Terangi Malam dengan 50.000 Cermin di Orbit
Nvidia Suntik Meta 3 Miliar Dolar AS, Kemitraan AI Makin Erat
Overdosis dan Jatuh Jadi Cedera Termahal di Amerika Serikat
Rokok Biasa Masih Lebih Dicari di Google daripada Rokok Elektrik