- Robert F Kennedy Jr menyebut orang Arab tidak menghasilkan sains dan tidak memenangi Nobel.
- Pernyataan itu disampaikan dalam kampanye untuk kandidat Senat Partai Republik Mike Rogers di Michigan.
- Naguib Mahfouz, Ahmed Zewail, dan Omar Yaghi termasuk tokoh Arab peraih Nobel.
- Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) menuntut Kennedy dicopot dari jabatannya.
Cekricek.id — Menteri Kesehatan Amerika Serikat Robert F Kennedy Jr memicu kecaman setelah menyangkal kontribusi bangsa Arab dalam matematika, sains, dan sastra dalam sebuah acara kampanye pada Senin.
“Ada lima ratus juta orang Arab di dunia. Namun mereka tidak menghasilkan sains. Mereka tidak memenangi Hadiah Nobel. Mereka tidak memenangi Fields Prize. Mereka tidak memenangi Wolf Prize. Mereka tidak menghasilkan sastra,” kata Kennedy, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Selasa (27/10/2026).
Kennedy menyampaikannya di Grand Rapids, Michigan, saat mendukung kandidat Partai Republik Mike Rogers, yang berhadapan dengan kandidat Demokrat keturunan Arab-Amerika Abdul El-Sayed dalam perebutan kursi Senat Michigan pada pemilu sela pekan depan.
Para pengkritik menyebut pernyataan itu rasis, islamofobia, dan keliru secara fakta. Sejumlah tokoh keturunan Arab tercatat meraih penghargaan bergengsi, antara lain penulis Mesir Naguib Mahfouz yang meraih Nobel Sastra 1988, ilmuwan Mesir Ahmed Zewail peraih Nobel Kimia 1999, dan Omar Yaghi, kelahiran Yordania dari keluarga pengungsi Palestina, peraih Nobel Kimia 2025.
Matematikawan Michael Atiyah, yang lahir dari ayah Lebanon, meraih Fields Medal pada 1966, sedangkan Moungi Bawendi, berayah Tunisia, meraih Nobel Kimia 2023. Pada masa Zaman Keemasan Islam, Muhammad ibn Musa al-Khwarizmi dikenal sebagai “bapak aljabar”.
Ilmuwan vaksin Peter Hotez dari Texas Medical Center menulis di X, “Ilmuwan Arab pada Abad Pertengahan-lah yang menjaga Aristoteles, Hippokrates, Galen tetap hidup untuk diwariskan ke masa Renaisans.” Penyiar Mehdi Hasan menyebut komentar itu “rasis”.
Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) menuntut Kennedy dicopot. “Berdiri di panggung publik sebagai pejabat kabinet AS yang sedang menjabat dan merendahkan setengah miliar orang, serta jutaan warga Arab-Amerika Muslim dan Kristen, dengan pokok pembicaraan supremasi kulit putih yang dikarang-karang sama sekali mendiskualifikasi untuk jabatan publik,” bunyi pernyataan CAIR.
CAIR menilai penghapusan kontribusi Arab bagi umat manusia itu juga “mengobarkan kebencian anti-Arab dan anti-Muslim” saat komunitas tersebut sudah rentan terhadap serangan bermotif prasangka dari pejabat publik lain.















