Pasukan India dan China Masih Berhadapan di Arunachal Pradesh

A A

Dok. Layar di pusat media KTT BRICS di New Delhi menampilkan Perdana Menteri India Narendra Modi menyambut Presiden China Xi Jinping, 12 September 2026. [Foto: Bhawika Chhabra/Reuters via Al Jazeera]

  • Kepala ITBP Shatrujeet Kapur menyebut pasukan India terlibat sejumlah kebuntuan dengan tentara China di Arunachal Pradesh.
  • Kebuntuan dengan pasukan China itu dilaporkan terjadi di kawasan terpencil Upper Subansiri, Arunachal Pradesh.
  • Pemimpin Kongres di Arunachal Pradesh menyebut pasukan China masuk hampir 50 km ke wilayah India.
  • Bentrokan Lembah Galwan pada Juni 2020 menewaskan sedikitnya 20 tentara India.

Cekricek.id — Angkatan bersenjata India terlibat sejumlah kebuntuan yang masih berlangsung dengan tentara China di sepanjang perbatasan Negara Bagian Arunachal Pradesh, kata kepala pasukan paramiliter penjaga perbatasan Himalaya India.

Pernyataan Direktur Jenderal Polisi Perbatasan Indo-Tibet (ITBP) Shatrujeet Kapur pada akhir pekan lalu itu muncul hampir empat bulan setelah kelompok masyarakat sipil setempat melaporkan pasukan China makin merambah wilayah India, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Selasa (27/10/2026).

Menurut Kapur, kebuntuan itu “masih berlanjut”. Ia mengungkapkan pasukan komando ITBP aktif dalam konfrontasi tersebut, yang dilaporkan terjadi di kawasan terpencil Upper Subansiri. Kapur, yang pensiun pekan ini, juga memperingatkan kemampuan militer perbatasan China telah meningkat.

Pemimpin utama Partai Kongres di Arunachal Pradesh, Bosiram Siram, menyebut pasukan China telah masuk hampir 50 kilometer ke wilayah India di Upper Subansiri. “Anda bisa melihat tentara [China]. Mereka berada di puncak gunung, sementara kami di bawah,” kata Siram.

Presiden China Xi Jinping berada di New Delhi bulan lalu untuk KTT BRICS, kunjungan pertamanya ke India dalam tujuh tahun, dan bertemu Perdana Menteri Narendra Modi di sela pertemuan itu. Kedua negara tengah menjalani pencairan hubungan yang sebagian didorong perang dagang Presiden AS Donald Trump.

Kebuntuan di Arunachal Pradesh terjadi enam tahun setelah sedikitnya 20 tentara India tewas dalam pertarungan tangan kosong dengan pasukan China di Lembah Galwan, Ladakh, pada Juni 2020. China belakangan mengakui empat tentaranya tewas.

Analis senior International Crisis Group Praveen Donthi menyebut ketegangan perbatasan di tengah pencairan hubungan itu sebagai “bagian dari pola” dan “kemungkinan taktik tekanan Beijing”. Karena perbatasan belum ditetapkan, menurut dia, “kebuntuan pasti terjadi dari waktu ke waktu, sebagian di antaranya bisa lepas kendali”.

Beijing mengklaim seluruh Arunachal Pradesh sebagai “Tibet Selatan” atau “Zangnan”. Lima hari setelah pernyataan Kapur, pemerintah India belum mengonfirmasi sifat ketegangan perbatasan itu. Citra Modi di dalam negeri sebelumnya juga terpukul oleh protes yang dipimpin anak muda.

Bagikan

Baca Juga

Pengunjuk Rasa Serbu Stasiun TV Pro-Vucic Usai Kekalahan Pemilu
Partai Bolsonaro Akui Hasil Pemilu Brasil Usai Trump Sebut Curang
Korban Tewas Serangan Bandit di Taraba Nigeria Naik Jadi 62
Partisipasi Pemilu Israel Tertinggi dalam 50 Tahun Terakhir
Lafal Bahasa Inggris Murid Colombo Tersandung Bunyi Bahasa Ibu
Merek China Putus Kerja Sama dengan Mbappe Gara-gara Lelucon Mao