Pengunjuk Rasa Serbu Stasiun TV Pro-Vucic Usai Kekalahan Pemilu

A A

Dok. Warga merayakan kekalahan Aleksandar Vucic dalam pemilu di Beograd, Serbia, 25 Oktober 2026. [Foto: AP via Al Jazeera]

  • Sekitar 30 orang memasuki ruang redaksi Informer TV dan mengerumuni pemimpin redaksi Dragan Vucicevic.
  • Vucic menyebut insiden itu serangan terhadap kebebasan berbicara dan jurnalisme.
  • Kandidat utama Daftar Mahasiswa Ilija Srdanovic meminta pendukung tetap tenang dan menolak kekerasan.
  • Asosiasi Jurnalis Independen Serbia akan meminta izin siar Informer TV dicabut.

Cekricek.id — Pengunjuk rasa menyerbu stasiun TV pro-Vucic di Serbia, menghentikan siaran, dan menuntut penangkapan pemimpin redaksinya, sementara puluhan ribu orang turun ke jalan untuk malam kedua perayaan kekalahan mantan Presiden Aleksandar Vucic dalam pemilu.

Siaran langsung Informer TV pada Senin malam memperlihatkan sekitar 30 orang memasuki ruang redaksinya dan mengerumuni pemimpin redaksi sekaligus pemiliknya, Dragan Vucicevic, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Selasa (27/10/2026). Sebagian meneriakkan “Beginilah di Serbia yang bebas!” dan “Di mana Vucic sekarang?” Yang lain menuntut Vucicevic ditangkap.

Lewat akun Instagram pribadinya, Vucic yang mengenakan sweter bertuliskan kata “sorry” yang dicoret menyebut insiden itu serangan terhadap kebebasan berbicara dan kebebasan jurnalisme.

Daftar Mahasiswa, yang lahir dari gerakan antikorupsi pimpinan mahasiswa, mengalahkan aliansi Vucic dalam pemilu bersejarah pada Minggu dan mengakhiri 14 tahun cengkeraman partainya atas kekuasaan. Vucic pernah menjadi menteri informasi di bawah Slobodan Milosevic dan mengendalikan media dengan ketat selama berkuasa.

Kandidat utama dalam daftar calon gerakan itu, ahli jantung Ilija Srdanovic, menyerukan ketenangan. “Kami meminta kalian tetap tenang dan bermartabat hingga proses pemilu selesai, seperti yang sudah kalian lakukan sampai sekarang,” katanya dalam video di Instagram. “Jangan melakukan kekerasan dalam bentuk apa pun.”

Vucicevic dalam pernyataannya mengatakan, “Pada hari pertama berkuasa, mereka sudah ingin melarang media. Mereka sudah mengatakan segalanya tentang diri mereka, dan tidak ada apa pun tentang kami.” Asosiasi Jurnalis Independen Serbia menyatakan akan mengajukan pencabutan izin siar Informer TV dengan alasan pelanggaran hukum yang sistematis.

Sekelompok orang juga berkumpul di luar stasiun swasta pro-Vucic Pink TV di Beograd yang dijaga polisi. Sebelumnya, lembaga penyiaran publik RTV di Vojvodina membuka buletin beritanya dengan permintaan maaf kepada pemirsa atas pemberitaan yang tidak kritis dan berat sebelah.

Serbia berada di peringkat ke-104 dari 180 negara dalam Indeks Kebebasan Pers Dunia 2026 versi Reporters Without Borders, posisi terendahnya. Pemantau pemilu Crta mencatat televisi berjangkauan nasional memberi tiga perempat waktu tayang politik kepada wakil pemerintah, sementara Daftar Mahasiswa digambarkan negatif lebih dari 80 persen dari waktu pemberitaannya.

Bagikan

Baca Juga

Partai Bolsonaro Akui Hasil Pemilu Brasil Usai Trump Sebut Curang
Korban Tewas Serangan Bandit di Taraba Nigeria Naik Jadi 62
Partisipasi Pemilu Israel Tertinggi dalam 50 Tahun Terakhir
Lafal Bahasa Inggris Murid Colombo Tersandung Bunyi Bahasa Ibu
Perang Iran Ancam Ketahanan Pangan Afrika, Harga Pupuk Melonjak
Saudi, Pakistan, dan Turkiye ke Teheran Redam Ketegangan Iran-AS