- Ketua Partai Liberal Valdemar Costa Neto menyatakan partainya mengakui hasil pemilu presiden Brasil.
- Flavio Bolsonaro kalah dari Lula dengan selisih lebih dari 4,4 juta suara.
- Polisi federal meminta Flavio Bolsonaro menyerahkan paspornya di tengah spekulasi ia akan meninggalkan Brasil.
- Analisis Insper menyebut perpanjangan waktu memilih hanya menambah 35.000 suara.
Cekricek.id — Partai Liberal, partai politik Senator Flavio Bolsonaro, mengakui hasil putaran kedua pemilu presiden Brasil meski kandidat sayap kanan itu berjanji membatalkan hasilnya.
Ketua Partai Liberal Valdemar Costa Neto mengeluarkan pernyataan pada Senin bahwa partainya menerima hasil pemungutan suara, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Selasa (27/10/2026). “Kami mengakui hasil pemilu presiden,” kata Costa Neto. “Tetapi kami yakin persoalan yang diangkat perlu diklarifikasi dengan semestinya.”
Pada Minggu, Bolsonaro dikalahkan Presiden Luiz Inacio Lula da Silva dengan selisih lebih dari 4,4 juta suara. Lula meraih lebih dari 64,25 juta suara, sedangkan Bolsonaro 59,83 juta suara.
Bolsonaro belum mengakui kekalahan secara resmi. Dalam pidato seusai pemilu, ia menyebut hasilnya “tidak dapat diterima” dengan alasan perpanjangan waktu pemungutan suara di menit terakhir. “Kami akan menempuh jalur hukum,” katanya. “Saya akan meminta pemilu ini dibatalkan.”
Hakim Mahkamah Agung Cristiano Zanin memperpanjang waktu pemungutan suara dua jam atas permohonan kedua kubu. Kubu Bolsonaro beralasan cuaca buruk menghambat pemilih, sementara kubu Lula menuding sejumlah kota membatasi transportasi umum. Analisis Profesor Pedro Burgos dari Insper menyebut perpanjangan itu hanya menambah 35.000 suara, kurang dari 0,03 persen dari total.
Presiden AS Donald Trump menyebut pemungutan suara itu tampak “dicurangi”. “Pemilu harus tidak terbantahkan, dan menurut saya itu terlihat sangat buruk,” kata Trump pada Senin. “Terus terang, itu terlihat seperti pemilu curang lainnya.” Namun, Trump mengaku “tidak memihak”.
Lewat video pada Senin, Bolsonaro mengumumkan polisi federal memintanya menyerahkan paspor di tengah spekulasi ia akan meninggalkan negara itu. Perintah itu datang dari seorang hakim Mahkamah Agung berdasarkan komentar saudaranya, Eduardo Bolsonaro, yang tinggal di AS.
“Saya tidak pernah berniat meninggalkan negara ini. Saya akan menyerahkan paspor dan membela diri dari lelucon ini,” kata Flavio Bolsonaro. Polisi Brasil tengah menyelidikinya atas dugaan korupsi terkait pendanaan film biografi ayahnya, “Dark Horse”.
Ayahnya, mantan Presiden Jair Bolsonaro, menolak mengakui kekalahan dari Lula pada pemilu 2022 dan kini menjalani hukuman penjara 27 tahun atas dakwaan terkait kudeta.















