- Dinas Intelijen Rumania menyebut kebakaran di Brasov pada 14 September bagian dari kampanye sabotase Rusia.
- Tiga pelaku terlibat, yakni dua warga Belarus dan seorang warga Ukraina.
- Dua pelaku ditahan di Jerman, sementara satu orang masih buron di Polandia.
- Menlu Dan Neculaescu menyebut serangan hibrida tidak akan menghentikan penguatan pertahanan Rumania.
Cekricek.id — Otoritas Rumania menyatakan telah membongkar jaringan sabotase Rusia yang diyakini bertanggung jawab atas kebakaran di sebuah kawasan industri dekat pabrik senjata milik negara pada September.
Dinas Intelijen Rumania pada Senin menyebut kebakaran di kota Brasov, Rumania tengah, pada 14 September itu sebagai “bagian dari kampanye operasi sabotase lebih luas yang dikoordinasikan” Rusia di tengah invasinya ke Ukraina, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Selasa (27/10/2026).
Menurut badan itu, operasi tersebut menyasar produsen senjata dan “sasaran lain yang bernilai militer dan industri”. “Tindakan ini dimaksudkan untuk mengintimidasi, melemahkan kemampuan pertahanan, dan mengurangi kontribusi negara-negara sasaran terhadap keamanan Eropa dan kawasan,” bunyi pernyataannya. Rusia belum menanggapi, dan Moskow selama ini berulang kali membantah tuduhan serupa.
Direktorat Investigasi Kejahatan Terorganisir dan Terorisme Rumania (DIICOT) menyebut tiga orang terlibat dalam kebakaran Brasov: dua warga Belarus dan seorang warga Ukraina, semuanya tinggal di negara Uni Eropa. Dua di antaranya “dilacak dan ditahan di Jerman saat sedang bersiap melakukan pelanggaran serupa”. Orang ketiga masih buron di Polandia.
Dinas Intelijen Rumania menyebut perekrutan jaringan semacam itu kerap dilakukan lewat media sosial, diawali tawaran uang untuk “tugas yang tampak tidak berbahaya” seperti “mengamati atau memotret sasaran tertentu”. Lama-kelamaan, “tugasnya semakin serius, bisa melibatkan vandalisme, pembakaran, bahkan pembunuhan”.
Menteri Luar Negeri Rumania Dan Neculaescu menyebut kebakaran di Brasov “bagian dari kampanye sabotase lebih luas di seluruh Eropa” yang menyasar produksi militer. “Serangan hibrida tidak akan menghalangi kami memperkuat ketahanan dan pertahanan kami,” tulisnya di X.
Presiden Rumania Nicusor Dan sebelumnya menyebut negaranya menjadi sasaran perang hibrida Rusia, mulai dari penyusupan drone ke wilayah udara Rumania, serangan siber, kampanye disinformasi, hingga sabotase. Rumania, anggota Uni Eropa dan NATO, berbatasan lebih dari 600 kilometer dengan Ukraina.
Tuduhan itu menyusul serangkaian insiden di fasilitas pertahanan Eropa. Pada September, gudang amunisi di Bulgaria meledak dan terbakar, beberapa pekan setelah kebakaran di fasilitas amunisi lain di negara itu. Keduanya dioperasikan produsen senjata EMCO yang amunisinya dipakai di Ukraina.
Di laut, sedikitnya delapan kapal kargo terkena serangan di lepas pantai Rumania dan Bulgaria di Laut Hitam dalam tiga pekan terakhir, dengan sekitar 34 pelaut dilaporkan tewas atau hilang. Presiden Dan menyebut serangan terhadap kapal di perairan Rumania itu “contoh baru akibat tragis agresi Rusia terhadap Ukraina”.















