Serangan Drone Ukraina ke Voronezh Tewaskan Dua Orang

A A

Dok. Api berkobar di dekat gedung apartemen setelah serangan drone Ukraina di Belgorod, Rusia, 25 Oktober 2026. [Foto: Handout/Wali Kota Belgorod via AFP via Al Jazeera]

  • Serangan drone Ukraina ke Voronezh, Rusia, menewaskan dua orang dan melukai 17 lainnya.
  • Banyak korban luka adalah penumpang kereta komuter yang tertimpa puing drone.
  • Serangan Rusia ke Zaporizhzhia melukai empat orang pada Senin pagi.
  • Menteri pertahanan Prancis, Jerman, Italia, Polandia, dan Inggris dijadwalkan bertemu di Paris membahas dukungan untuk Ukraina.

Cekricek.id — Serangan drone Ukraina ke kota Voronezh, Rusia, menewaskan dua orang dan melukai 17 lainnya, banyak di antaranya penumpang kereta komuter yang tertimpa puing drone.

Gubernur Voronezh Alexander Gusev menyampaikan jumlah korban itu, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Senin (26/10/2026). “Sebagian besar korban luka, termasuk dua yang luka berat, berada di kereta yang sedang melaju di pinggiran tepi kiri Voronezh ketika puing drone jatuh menimpanya,” tulis Gusev di Telegram.

Menurut Gusev, serangan itu juga memicu kebakaran di “sejumlah usaha industri (tanpa kerusakan berarti), sebuah pusat bisnis di bagian tengah kota, dan sebuah gedung permukiman”.

Di Ukraina, serangan Rusia ke kota Zaporizhzhia di tenggara melukai empat orang pada Senin pagi, menurut Gubernur Mykhailo Semikin. Layanan darurat Ukraina melaporkan dua orang lagi terluka akibat serangan Rusia di wilayah Chernihiv.

Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim pasukannya menghantam pembangkit listrik dan sebuah gudang di Kharkiv, pembangkit listrik di wilayah Khmelnytskyi, infrastruktur pelabuhan di Chornomorsk, serta sebuah kapal kargo menuju Odesa yang diklaim dipakai untuk keperluan militer.

Empat setengah tahun setelah perang dimulai, serangan kedua pihak terus meningkat. Ukraina menyasar kilang minyak Rusia, sementara Rusia menggempur Ukraina dengan serangan udara tanpa henti. Perunding Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat dijadwalkan bertemu di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada paruh pertama November.

Sementara itu, menteri pertahanan Prancis, Jerman, Italia, Polandia, dan Inggris dijadwalkan bertemu di Paris pada Senin untuk membahas tambahan dukungan bagi Ukraina, pertahanan Eropa, dan konflik di Timur Tengah, menurut pejabat Prancis. Dalam pertemuan sebelumnya di Berlin pada Juni, kelima negara itu berjanji terus mendukung Ukraina.

Dalam wawancara yang disiarkan Minggu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan Kyiv baru akan menghentikan serangan ke kilang minyak Rusia, seperti yang dituntut Presiden AS Donald Trump, bila Moskow berhenti menyerang infrastruktur listrik Ukraina. Jika serangan itu berlanjut, menurut dia, AS semestinya mengizinkan pemakaian Starshield di atas Rusia untuk mendeteksi lokasi peluncuran rudal atau memasok rudal Patriot.

Ukraina menyatakan pada Sabtu bahwa sistem satelit Starlink dan versi militernya, Starshield, kembali berfungsi penuh setelah lebih dari sepekan dibatasi.

Bagikan

Baca Juga

Serangan Israel di Gaza Tewaskan Lima Orang, Bocah 7 Tahun
Parlemen Aljazair Setujui Pengiriman Pasukan ke Niger
Yordania Tangkap Tiga Tersangka Serangan Gereja di Karak
Koalisi Saudi Hancurkan Peluncur Rudal dan Terowongan Houthi
Patah Tulang Panggul Lebih Mengintai Lansia Arab di Israel
Belanja Pemerintah Negara Berkembang Naik Saat Dunia Tak Menentu