Rusia Gempur Kyiv Usai Witkoff Temui Putin, 22 Orang Terluka

A A

Petugas penyelamat memadamkan api di rumah yang hancur akibat serangan rudal Rusia di Kyiv, Ukraina, Rabu (21/10/2026). [Foto: Evgeniy Maloletka/AP]

  • Serangan Rusia ke Kyiv menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai 22 lainnya, termasuk empat anak.
  • Ukraina meluncurkan 630 drone ke wilayah Moskwa, 163 di antaranya ke ibu kota.
  • Menlu Ukraina Andrii Sybiha menyebut sikap menenangkan tidak akan menghentikan perang.

Cekricek.id — Serangan Rusia ke Kyiv semalam hingga Kamis (22/10/2026) menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai 22 lainnya, termasuk empat anak, menurut layanan darurat nasional Ukraina.

Rusia dan Ukraina saling melancarkan gelombang serangan baru setelah utusan khusus AS Steve Witkoff bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di St Petersburg untuk mendorong perundingan damai, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Kamis (22/10/2026).

Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan infrastruktur metro di Jembatan Pivdenny yang membentang di atas Sungai Dnipro ikut rusak.

Di Rusia, Wali Kota Moskwa Sergei Sobyanin mengatakan dua orang terluka setelah Ukraina meluncurkan 630 drone ke wilayah Moskwa, 163 di antaranya ke ibu kota. Menurut dia, sebagian besar drone berhasil dicegat. Gubernur Tula menyebut pertahanan udara menghancurkan 70 drone, sementara seorang pria terluka di wilayah Lipetsk.

Dalam kunjungan Witkoff, Rusia membebaskan guru asal AS Stephen Hubbard sebagai isyarat niat baik, sehingga Witkoff memuji Putin sebagai sosok humanis. Presiden Donald Trump kemudian mengatakan perang Rusia-Ukraina mungkin sedang paling dekat dengan akhirnya.

Kremlin lebih berhati-hati. Moskwa menyatakan “pada prinsipnya” bersedia memulai lagi perundingan yang dimediasi AS, tetapi menilai usulan damai Ukraina dan Eropa minim “substansi”. Witkoff juga menyampaikan kepada Putin bahwa Washington “berterima kasih” atas kesepakatan solar dari Rusia, yang memicu kemarahan di Kyiv dan Eropa.

“Sikap menenangkan, tunduk, dan sanjungan tidak akan menghentikan perang ini. Hanya kekuatan yang bisa,” tulis Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha di X pada Kamis.

Bagikan

Baca Juga

Garda Revolusi Ancam Serang Negara Tetangga Bila AS Serang Iran
Kabut Asap Indonesia Picu Desakan Seret Pembakar Lahan ke Hukum
Suami Merantau, Istri Remaja Bangladesh Jarang Memakai KB Modern
Kekerasan Negara Tak Terbukti Hambat Industri Afrika Sub-Sahara
Kasus Hepatitis B di Irak Turun, Diagnosis Baru Capai 40 Persen
TBC Laten Ditemukan pada 24 Persen Tenaga Kesehatan Arab Saudi