Yordania Tangkap Tiga Tersangka Serangan Gereja di Karak

A A

Dok. Polisi Yordania bersenjata berjaga di sebuah jalan desa. [Foto: AP via Al Jazeera]

  • Aparat Yordania menangkap tiga tersangka serangan gereja Ortodoks Yunani di Karak dalam penggerebekan dini hari.
  • Ketiga tersangka warga Yordania dari satu keluarga, termasuk dua kakak beradik, dan terluka saat ditangkap.
  • Baku tembak di Desa al-Jadeeda berlangsung sekitar tiga jam, menurut sumber pemerintah.
  • Serangan pada Jumat itu menewaskan delapan orang dan melukai 34 lainnya.

Cekricek.id — Pasukan keamanan Yordania menangkap tiga tersangka serangan gereja Ortodoks Yunani di Kegubernuran Karak dalam penggerebekan menjelang fajar pada Senin.

Menteri Dalam Negeri Yordania Mazin al-Farrayeh mengatakan ketiga tersangka merupakan warga Yordania, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Senin (26/10/2026). Menurut dia, mereka “sudah teridentifikasi sejak awal setelah insiden teroris itu, dan aparat keamanan mengerahkan segala cara yang dimiliki untuk menangkap mereka.”

Direktorat Keamanan Publik menyebut ketiganya bersembunyi di sebuah rumah kosong di Desa al-Jadeeda, Karak. Mereka menolak menyerah dan menyerang aparat, yang kemudian membalas tembakan dan menangkap ketiganya. Para tersangka terluka, satu di antaranya kritis.

“Mereka memberikan perlawanan sengit terhadap aparat keamanan, tetapi akhirnya dilumpuhkan dan ditahan dalam keadaan luka parah,” kata al-Farrayeh.

Seorang sumber pemerintah Yordania mengatakan kepada Al Jazeera bahwa baku tembak berlangsung sekitar tiga jam. Al-Jadeeda berjarak enam menit berkendara dari Desa Hamoud, lokasi serangan. Seorang pejabat senior keamanan menyebut para tersangka berasal dari satu keluarga, termasuk dua kakak beradik, dan otoritas belum menemukan keterkaitan dengan kelompok lain.

Aparat menyita senjata api dan amunisi dari tempat persembunyian, menurut kantor berita negara Petra. Hingga kini para tersangka belum diungkap identitasnya dan belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab.

Dalam konferensi pers pada Senin, al-Farrayeh mengatakan penyelidikan masih berlangsung. “Semua yang menjadi bagian dari aksi teroris ini akan dibawa ke pengadilan,” ujarnya.

“Kami telah menangkap para pembunuh, kami sedang menelaah semua keadaan yang membawa anak muda ke arah ekstremisme, dan kami akan meminta pertanggungjawaban semua yang terbukti terlibat,” tulis al-Farrayeh di X.

Orang-orang bersenjata menyerbu kompleks Gereja St George di Desa Hamoud saat prosesi pemakaman pada Jumat, menewaskan delapan orang dan melukai 34 lainnya. Rekaman kamera keamanan yang beredar memperlihatkan tiga orang menembak di luar gereja lalu berlari ke arah pintu masuk.

Raja Abdullah II, yang menemui para korban, mengatakan dalam rapat Dewan Keamanan Nasional pada Sabtu, “Keamanan dan keselamatan warga Yordania adalah garis merah … tangan keadilan akan menjangkau setiap teroris.” Perdana Menteri Jafar Hassan menetapkan tiga hari berkabung nasional sejak hari serangan.

Delapan korban dimakamkan di Karak pada Minggu dengan peti berselimut bendera Yordania. Karak dihuni komunitas Kristen minoritas yang cukup besar di Yordania, negara berpenduduk mayoritas Muslim tempat umat Kristen berjumlah 2 hingga 3 persen dari populasi.

Bagikan

Baca Juga

Koalisi Saudi Hancurkan Peluncur Rudal dan Terowongan Houthi
Patah Tulang Panggul Lebih Mengintai Lansia Arab di Israel
Belanja Pemerintah Negara Berkembang Naik Saat Dunia Tak Menentu
Survei: 23,5 Persen Pemain Gim Daring Palestina Diduga Kecanduan
AS Bantu Ekspor Minyak Teluk 1,5 Miliar Barel Lewat Hormuz
Perawat Tewas Diserang Saat Tangani Kasus Ebola di Kongo