- Koalisi Saudi menyebut empat peluncur rudal balistik dan lima terowongan penyimpanan rudal Houthi dihancurkan.
- Houthi mengklaim kembali menembakkan rudal balistik ke Bandara King Khalid di Riyadh.
- Serangan Houthi ke bandara itu bulan ini menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang.
- Yunani menanggapi positif permintaan Arab Saudi agar baterai Patriot tetap ditempatkan di kerajaan itu.
Cekricek.id — Koalisi Saudi yang memerangi kelompok Houthi di Yaman menyatakan telah menghancurkan empat peluncur rudal balistik dan lima terowongan yang dipakai Houthi untuk menyimpan rudal dalam operasi yang disebutnya bertujuan “menetralkan sumber ancaman”.
Juru bicara koalisi Turki al-Maliki menyampaikan hal itu pada Senin, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Senin (26/10/2026). Lewat unggahan di X, ia menyebut pasukan koalisi juga menyerang sebuah depot rudal.
Menurut al-Maliki, operasi itu “berfokus memutus jalur pasokan milisi Houthi di antara wilayah-wilayah yang mereka kuasai.” Sasaran lainnya adalah “benteng, kumpulan anggota, dan peralatan militer mereka di sepanjang garis depan di dalam Yaman.”
Dalam beberapa pekan terakhir, Houthi melancarkan gelombang serangan ke bandara dan infrastruktur lain di Arab Saudi. Serangan Houthi ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh bulan ini menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang, serangan paling mematikan terhadap kerajaan itu dalam lebih dari satu dekade.
Serangan itu membuat bandara ditutup sementara, memaksa konferensi investasi unggulan Arab Saudi diundur hingga 2027, dan mengganggu rencana perjalanan ribuan penumpang. Bandara kembali dibuka dan penerbangan dilanjutkan pada Minggu, sementara Houthi memperingatkan para pelancong untuk menjauhinya dan menyebutnya “sasaran militer”.
Houthi klaim serangan baru, koalisi Saudi cegat rudal
Juru bicara militer Houthi Yahya Saree mengklaim pada Senin bahwa kelompoknya menyerang bandara itu “dengan rudal balistik, mengenai sasaran secara presisi”. Al-Maliki menyatakan pertahanan udara Saudi telah “mencegat dan menghancurkan rudal balistik yang diluncurkan milisi teroris Houthi ke arah Riyadh.”
Saree juga mengklaim Houthi menyerang stasiun pompa minyak di Arab Saudi dengan drone. Dalam pernyataan terpisah, ia mengklaim serangan rudal balistik ke posisi pasukan dan gudang senjata “musuh” di kawasan Salah al-Din, Kegubernuran Aden, dan kawasan al-Wahat, Kegubernuran Lahij.
Perang Yaman kembali berkobar pada musim panas setelah Houthi mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi. Gencatan senjata 2022 runtuh bulan lalu ketika Houthi melancarkan serangan kilat, merebut sebagian besar pesisir Laut Merah dari pasukan pemerintah. Bulan ini, pasukan pemerintah Yaman melancarkan serangan balik bertajuk “Operasi Fajar Yaman”.
Saat bandara Riyadh kembali beroperasi, Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis bertemu Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman. Kantor Mitsotakis menyebut ia “menanggapi positif permintaan kerajaan agar sistem Patriot tetap berada di Arab Saudi, mengingat situasi sulit saat ini.” Baterai Patriot itu ditempatkan Yunani sejak 2021 untuk melindungi infrastruktur energi di Yanbu.
Pada Minggu, koalisi Saudi menyatakan pertahanan udara mencegat sedikitnya 10 rudal balistik. Badan pertahanan sipil kerajaan itu melaporkan dua orang terluka akibat puing yang jatuh di wilayah selatan, serta kerusakan pada sejumlah bangunan dan kendaraan.















