Serangan Houthi ke Bandara Riyadh Tewaskan 12 Orang, 300 Terluka

A A

Asap hitam membubung dari area penyimpanan bahan bakar Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, 19 September 2026. [Foto: Dok. Reuters/Stringer via Al Jazeera]

  • Arab Saudi menyebut serangan Houthi ke Bandara Internasional King Khalid menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai lebih dari 300 orang.
  • Serangan itu yang paling mematikan di kerajaan tersebut dalam lebih dari satu dekade dan serangan ketiga ke bandara itu pekan ini.
  • Korban tewas termasuk empat warga Saudi, dua warga Bangladesh, serta satu warga Amerika Serikat.
  • Trump menyatakan sedang mengevaluasi apakah AS akan bergabung dalam perang melawan Houthi.

Cekricek.id — Arab Saudi menyebut serangan Houthi ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Sabtu (10/10) menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai lebih dari 300 orang.

Otoritas Umum Penerbangan Sipil Saudi (GACA) menyatakan korban tewas mencakup empat warga Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Yordania, Palestina, Suriah, Sudan, dan Mesir, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Minggu (11/10/2026).

Serangan itu merupakan yang paling mematikan di kerajaan tersebut dalam lebih dari satu dekade dan menjadi serangan ketiga Houthi ke bandara itu pekan ini. Serangan pada Kamis menewaskan sedikitnya tiga warga Saudi, termasuk seorang pilot.

Koalisi pimpinan Saudi yang bertempur di Yaman menyebut serangan itu kejahatan perang. “Koalisi akan merespons secara tegas serangan teroris ini sesuai Hukum Humaniter Internasional Kebiasaan,” kata juru bicara koalisi Mayor Jenderal Turki al-Malki. Ia juga menyebut sebuah proyektil jatuh di sekitar Bandara Internasional King Fahd di Dammam.

Kepala kantor media Houthi menulis di X bahwa kelompok itu telah menutup bandara internasional Riyadh. Houthi menyatakan maskapai harus menghindari wilayah udara Saudi, yang mereka nyatakan sebagai zona operasi militer sejak pemerintah Yaman melancarkan ofensif terhadap kelompok itu pada Senin.

Trump Timbang AS Ikut Perang Melawan Houthi

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut serangan itu mengerikan dan mengatakan akan segera berbicara dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Ia juga sedang mengevaluasi apakah AS akan bergabung dalam perang melawan Houthi.

“Mungkin saja. Kami akan mempertimbangkannya. Kami baru mengetahui serangan terbaru ini, jadi kami akan mengambil keputusan. Kami bergerak sangat cepat,” kata Trump.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengonfirmasi seorang warga AS tewas dan menyerukan penghentian serangan. “Kami berdiri bersama Kerajaan Arab Saudi dan rakyatnya serta menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga mereka,” tulisnya di X.

Utusan Khusus PBB untuk Yaman Hans Grundberg menyebut serangan mematikan terhadap bandara sipil di Arab Saudi sebagai eskalasi serius. “Tindakan semacam itu menimbulkan ancaman serius bagi keamanan kawasan, melanggengkan siklus kekerasan, dan makin mempersulit upaya perdamaian bagi Yaman,” ujarnya dalam pernyataan.

Kementerian Luar Negeri Qatar mengecam serangan itu sebagai ancaman langsung terhadap keamanan kawasan. Mesir, Yordania, dan Oman menyatakan solidaritas dengan Arab Saudi, sementara Kedutaan Besar Jepang menyebut serangan terhadap warga sipil tidak dapat ditoleransi.

Serangan terjadi saat pertempuran di Yaman meningkat. Pasukan pemerintah Yaman yang didukung Saudi melancarkan ofensif untuk merebut kembali wilayah di sekitar Selat Bab al-Mandeb yang dikuasai Houthi sejak September, dan Arab Saudi melancarkan kampanye udara untuk mendukungnya.

Bagikan

Baca Juga

Dokter Tanpa Jabatan di Turki Lebih Condong Bekerja Seperlunya
Dua Lukisan Renoir yang Dicuri dari Museum Prancis Ditemukan
Malaysia Tutup Sekolah, Kabut Asap Kebakaran Indonesia Memburuk
Ethiopia dan Eritrea Saling Tuding Memulai Perang di Tigray
Putin: Perundingan Damai dengan Ukraina Sulit Segera Dilanjutkan
Navi Pillay Raih Nobel Perdamaian 2026 untuk Hukum Internasional