- Zelenskyy mengklaim tentara Ukraina membebaskan lebih banyak wilayah sejak awal musim gugur dibandingkan yang direbut Rusia.
- Institute for the Study of War mencatat Ukraina meraih tambahan bersih 241 kilometer persegi sejak 1 September.
- Rusia menembakkan tiga rudal balistik berhulu ledak tandan ke Kyiv pada 22 Oktober.
- Menurut Zelenskyy, ada lebih dari 170 serangan ke infrastruktur energi Ukraina sejak gencatan senjata energi diumumkan Trump.
Cekricek.id — Rusia menembakkan rudal berhulu ledak bom tandan ke Kyiv dan menggempur puluhan fasilitas energi Ukraina, setelah Ukraina mengklaim telah merebut kembali wilayah yang lebih luas daripada yang berhasil dikuasai Rusia tahun ini.
“Tentara kami telah membebaskan lebih banyak wilayah sejak awal musim gugur dibandingkan yang berhasil direbut Rusia,” kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam pidato publik, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Jumat (23/10/2026).
Juru bicara Staf Umum Ukraina Andriy Kovalev membantah klaim Rusia telah merebut 1.800 kilometer persegi wilayah Ukraina selama musim gugur. Institute for the Study of War, lembaga kajian yang berbasis di Washington, menyebut Ukraina meraih tambahan bersih 241 kilometer persegi sejak 1 September, sehingga praktis menghapus capaian wilayah Rusia tahun ini.
Menurut perkiraan Ukraina, Rusia kehilangan 46.230 tentara, tewas atau luka berat, pada September, angka bulanan tertinggi tahun ini, dan 37.000 sejauh Oktober. Komandan Pasukan Sistem Nirawak Ukraina Robert Brovdi menyebut 21 Oktober mencatat kerugian harian tertinggi Rusia sepanjang perang, yakni 2.250 tentara.
Pada 22 Oktober, Rusia menembakkan tiga rudal balistik berhulu ledak tandan ke Kyiv, kata Zelenskyy.
“Hulu ledak ini meledak di atas tanah dan dirancang khusus untuk menimbulkan kerusakan maksimal pada manusia dan peralatan dalam area 400 kali 400 meter,” kata penasihat senior Kementerian Pertahanan Ukraina Serhiy Beskrestnov. “Sebanyak 45 submunisi meledak di udara.”
Salah satu hulu ledak menghantam area antara Katedral Kyiv-Pechersk Lavra dan sebuah biara. “Bahkan secara teoretis tidak ada objek militer di dekatnya,” kata Zelenskyy. “Ini pilihan senjata yang disengaja, pilihan area yang disengaja.”
Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim menyasar gedung perakitan drone jarak jauh FP-5 dan rudal FP-9 yang dipakai Ukraina, serta lokasi produksi drone lainnya.
Rusia juga terus menyasar infrastruktur energi Ukraina meski Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata energi bagi kedua pihak pada 11 Oktober. Menurut Zelenskyy, sejak itu terjadi lebih dari 170 serangan ke infrastruktur energi Ukraina.
“Rusia tidak mencapai hasil berarti di garis depan. Karena itu, Rusia mengarahkan seluruh agresi dan kebenciannya untuk meneror infrastruktur sipil: listrik, pemanas, dan kini air. Tujuannya jelas, membuat rakyat kelelahan,” kata Perdana Menteri Ukraina Serhiy Khoretskyi kepada BBC.
Pertahanan Ukraina juga terhambat kebijakan AS, termasuk pengabaian sanksi ekspor minyak Rusia oleh Trump dan belum dikirimnya pencegat Patriot. Kemampuan Ukraina menerbangkan drone di atas 150 kilometer per jam melalui sistem navigasi satelit Starshield, versi militer Starlink, juga masih ditangguhkan, meski Trump pada 22 Oktober menyebut layanan Starlink dan Starshield akan segera dipulihkan.















