- Donald Trump membela penangguhan sanksi Rusia dengan alasan menjaga Moskwa tetap di meja perundingan.
- Trump menuding Volodymyr Zelenskyy tidak ingin mengakhiri perang di Ukraina.
- Zelenskyy menyebut penangguhan sanksi itu akan merugikan Ukraina dan memperkuat upaya perang Putin.
Cekricek.id — Presiden Amerika Serikat Donald Trump membela keputusannya menangguhkan sanksi Rusia dengan alasan ingin menjaga Moskwa tetap di meja perundingan, sekaligus menuding Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy tidak ingin mengakhiri perang.
Trump menyampaikan pernyataan itu di Truth Social pada Minggu (18/10/2026) untuk menjawab kritik atas keputusannya memblokir sejumlah sanksi terhadap Rusia, hanya beberapa hari sebelum sanksi itu berlaku, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Senin (19/10/2026).
“Keputusan saya soal Rusia sangat sederhana. Saya sedang merundingkan perdamaian dalam perang antara Rusia dan Ukraina, dan tidak ingin melakukan apa pun yang secara bodoh akan menjauhkan Rusia dari meja perundingan,” kata Trump.
Kebijakan itu memicu ketegangan diplomatik yang serius antara Trump dan Zelenskyy sepanjang sepekan terakhir. Dalam acara Meet the Press di NBC pada Minggu, Zelenskyy mengatakan penangguhan sanksi itu “akan merugikan Ukraina” karena memperkuat upaya perang Presiden Rusia Vladimir Putin.
“Kita tidak bisa membandingkan saya dengan Putin. Dia agresor. Dia menduduki kami. Dia, lewat tentaranya, membunuh orang dewasa dan anak-anak. Dia teroris, dan karena itu saya berharap Presiden Trump akan sangat jelas dengan posisi ini,” kata Zelenskyy.
Trump mengulangi klaimnya bahwa Zelenskyy tidak ingin perang di negaranya berakhir. Menurut Trump, Kyiv terus menyerang kilang solar di Rusia meski tahu serangan itu “sangat merugikan pasar solar dunia”.
“Zelenskyy tidak peduli, dan terus terang, dengan semua uang yang terkenal diberikan Eropa kepadanya, dia tidak ingin mengakhiri perang ini, dan mungkin memang tidak pernah ingin,” tulis Trump.
Pada 9 Oktober, Trump mengumumkan rencana agar Rusia memasok lebih dari 300.000 metrik ton solar ke pasar AS dan global untuk menekan harga bahan bakar yang melonjak sejak AS dan Israel memulai perang melawan Iran pada akhir Februari. Langkah Trump merangkul energi Rusia itu membuat marah Kyiv, mitra Eropa, dan banyak pejabat AS.
Zelenskyy mengatakan di X pada Minggu bahwa ia telah berbicara dengan utusan presiden AS Steve Witkoff dan Jared Kushner dalam komunikasi yang “nyaris tanpa henti” antara tim kedua negara untuk membahas langkah diplomasi berikutnya.
“Kami melakukan segala yang bisa kami lakukan agar ini terwujud, dan memastikan posisi Amerika kuat serta membantu mendekatkan perdamaian. Perdamaian yang dinantikan semua pihak, kecuali Rusia, selama empat setengah tahun terakhir,” tulis Zelenskyy.
Pembicaraan itu berlangsung ketika Rusia dan Ukraina terus saling menyerang fasilitas energi. Moskwa membuat ribuan orang kehilangan listrik, sementara Kyiv melancarkan serangan drone terbesar ke Rusia di St Petersburg sejak perang di Ukraina dimulai.















