Ilhan Omar Akan Pindah dari Rumah di Washington Usai Digeledah

A A

Dok. Anggota Kongres AS dari Partai Demokrat asal Minnesota Ilhan Omar. Rumahnya di Washington DC digeledah agen federal. [Foto: Annabelle Gordon/Reuters via Al Jazeera]

  • Ilhan Omar akan pindah dari rumahnya di Washington DC karena alasan keamanan setelah digeledah agen federal.
  • Penyidik menggeledah rumah itu selama empat hingga lima jam dan menyita 17 barang.
  • Omar membantah berbuat salah dan menuding pemerintah melakukan intimidasi politik.

Cekricek.id — Anggota Kongres AS Ilhan Omar mengatakan akan pindah dari rumahnya di Washington DC karena alasan keamanan, setelah properti itu digeledah agen federal.

Dalam wawancara dengan MS NOW pada Rabu (21/10/2026), Omar untuk pertama kalinya berbicara tentang penggeledahan itu dan mengaku tidak lagi merasa aman di sana, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Jumat (23/10/2026).

Pekan lalu, petugas menggeledah rumah Omar dengan apa yang disebut juru bicara Departemen Kehakiman sebagai “surat perintah penggeledahan yang disahkan pengadilan,” sebagai bagian dari “penyelidikan pidana federal yang sedang berlangsung.”

Menurut NBC News, yang mengutip satu sumber yang mengetahui perkara itu, dakwaan yang mungkin dikenakan kepada Omar antara lain persekongkolan dan pemberian keterangan palsu dalam dokumen imigrasinya.

Omar, yang lahir di Somalia dan menjadi warga negara AS melalui naturalisasi, membantah berbuat salah dan menuding pemerintah melakukan intimidasi politik. Ia mengaku “yakin bahwa saya tidak melakukan kesalahan apa pun.”

Politikus progresif Partai Demokrat asal Minnesota itu kerap mengkritik dan menjadi sasaran Presiden Donald Trump. Awal pekan ini, Trump menyebut Omar “sakit” dan “tidak jujur.”

Omar menceritakan dirinya terbangun sekitar pukul 06.00 karena penyidik Homeland Security menggedor pintu dengan membawa surat perintah. Mereka menggeledah selama empat hingga lima jam dan menyita 17 barang, termasuk ponsel, buku catatan, buku anak berbahasa Somalia, dan kamera antik yang diterima suaminya sebagai hadiah.

Omar datang ke AS bersama keluarganya pada usia 12 tahun setelah memperoleh suaka, dan menjadi warga negara AS lima tahun kemudian, pada 2000.

“Akan menjadi pekerjaan besar, saya kira, untuk mendakwa seorang anak 12 tahun karena begitu cerdik bersekongkol menipu layanan imigrasi agar bisa datang ke Amerika Serikat. Saya yakin ada banyak anak 12 tahun yang cerdas, tetapi itu tampaknya terlalu jauh,” kata Omar.

Penggeledahan itu terjadi beberapa pekan menjelang pemilu sela 3 November yang akan menentukan kendali DPR dan Senat. Omar kembali mencalonkan diri di distrik Minneapolis yang menjadi basis kuat Demokrat.

Para anggota Kongres dari Partai Demokrat mengecam keras penggeledahan itu dan mempertanyakan waktunya. Omar sendiri mengatakan para agen bersikap “mengganggu tetapi sopan,” mencatat barang yang mereka bawa dan mengembalikan semua barang lain ke tempatnya.

Bagikan

Baca Juga

Seluruh 30.000 Karyawan Uber Kini Bekerja dengan ChatGPT Work
Korea Selatan Ajak Korea Utara Gelar Perundingan Militer
Telinga Berdenging Dialami Tiga dari Sepuluh Orang Dewasa Amerika
Trump Sebut Elon Musk Sudah Pulihkan Akses Starlink Ukraina
Warhound Rekayasa Genetik Anjing Perang untuk Militer AS
Cadangan Gas Eropa Terendah Jelang Musim Dingin, IEA Waspada