Trump Sebut Elon Musk Sudah Pulihkan Akses Starlink Ukraina

A A

Dok. Deretan antena layanan internet satelit Starlink. Pejabat Ukraina melaporkan koneksi Starlink yang melambat. [Foto: Odd Andersen/AFP via Al Jazeera]

  • Donald Trump mengatakan Elon Musk telah memulihkan akses Ukraina ke layanan internet satelit Starlink.
  • Trump menolak membahas laporan The Wall Street Journal bahwa ia menelepon Musk soal pembatasan itu.
  • Musk menyatakan pembatasan kecepatan atau penggunaan diputuskan oleh militer AS dan pada akhirnya presiden.

Cekricek.id — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Elon Musk telah memulihkan akses Starlink Ukraina, layanan internet satelit yang berperan penting dalam upaya perang dan pertahanan udara Kyiv.

Pada Kamis (22/10/2026), Trump menolak membahas laporan The Wall Street Journal bahwa ia menelepon Musk dan memerintahkannya mencabut pembatasan koneksi Ukraina, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Jumat (23/10/2026). Menurut laporan itu, layanan Starlink kembali normal setelah panggilan tersebut.

“Saya tidak mau berkomentar soal itu, apakah saya yang menelepon atau orang lain yang menelepon, tidak ada bedanya, saya kira. Intinya, dia sudah memulihkannya,” kata Trump kepada wartawan.

Pada 13 Oktober, pejabat Ukraina mengumumkan pembatasan mendadak layanan Starlink membuat militer negara itu kalang kabut. Meski sistem itu kembali menyala, koneksinya dilaporkan masih tersendat. Musk dan pejabat pemerintahan Trump saling lempar tanggung jawab soal asal keputusan pembatasan itu.

Trump membantah memerintahkan pembatasan tersebut. “Saya tidak tahu apakah itu seseorang, tetapi itu bukan saya, dan saya kira bukan Elon,” katanya. “Dan dari yang saya pahami, keadaannya sama seperti biasanya.”

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pekan ini menyebut keputusan soal kecepatan dan akses Starlink ada di tangan Musk. “Intinya, hal itu diatur oleh kontrak komersial swasta tentang bagaimana perangkat mereka boleh digunakan dan pada kecepatan berapa mereka mengizinkannya,” kata Rubio pada Rabu.

Musk membantah bertanggung jawab dan menyatakan Starshield, versi militer Starlink, “dimiliki dan dikendalikan pemerintah AS.” Dalam unggahan di media sosial pada 14 Oktober, ia menulis, “Setiap pembatasan kecepatan atau penggunaan diputuskan oleh militer AS dan pada akhirnya POTUS,” singkatan untuk presiden Amerika Serikat.

Pembatasan itu memicu kekhawatiran bahwa Trump atau sekutu sayap kanannya bisa memanfaatkan teknologi tersebut untuk menekan Ukraina agar menuruti tuntutan AS. Trump belakangan menyalahkan Zelenskyy atas perang yang belum berakhir. “Dia tidak ingin mengakhiri perang ini, dan mungkin memang tidak pernah ingin,” tulis Trump di Truth Social.

Trump dikritik Partai Demokrat dan sebagian anggota Partai Republik karena melonggarkan tekanan terhadap Rusia, termasuk lewat rencana membeli solar Rusia dan pelonggaran pembatasan sektor energi negara itu.

Bagikan

Baca Juga

Cadangan Gas Eropa Terendah Jelang Musim Dingin, IEA Waspada
Dua dari Tiga Lansia Nyeri Otot di Hat Yai Keliru Memakai Obat
Berat Badan Sehat Hanya Dimiliki 58,8 Persen Mahasiswa 15 Negara
Perempuan Bangladesh yang Ikut Memutuskan Lebih Sering Kegemukan
Agen AI Claude Ditinggal di Pulau Virtual, Mulai Bermain Sendiri
AI Microsoft Diklaim Ungguli Dokter Umum dalam Diagnosis Sulit