- Donald Trump mendesak Volodymyr Zelenskyy agar mau membuat kesepakatan damai untuk mengakhiri perang dengan Rusia.
- Zelenskyy bertemu utusan khusus AS Steve Witkoff dan para pemimpin Eropa di Oslo, Norwegia.
- Witkoff dijadwalkan berangkat ke Rusia untuk melanjutkan pembicaraan damai.
Cekricek.id — Presiden Amerika Serikat Donald Trump meningkatkan tekanan kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy agar mau membuat kesepakatan damai untuk mengakhiri perang dengan Rusia, di tengah memanasnya hubungan kedua pemimpin.
Berbicara di Gedung Putih pada Selasa (20/10/2026), Trump kembali menyalahkan Zelenskyy karena dinilai menghambat upaya damai, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Selasa (20/10/2026).
“Zelenskyy harus mau menyelesaikan perang ini, dan jika tidak, saya kira itu akan menjadi hal yang sangat buruk,” kata Trump, seraya menyebut Rusia memiliki pasokan orang yang “tak terbatas” untuk dikirim ke medan perang.
Trump juga mengungkit pertemuan panas di Ruang Oval dengan Zelenskyy pada Februari 2025 dan menyebut Zelenskyy sebenarnya bisa mendapat “kesepakatan yang lebih baik” saat itu. “Dia harus mau membuat kesepakatan, karena saya kira rakyatnya tidak akan tahan lagi,” ujarnya kepada wartawan.
Pada hari yang sama, Zelenskyy bertemu utusan khusus AS Steve Witkoff dan para pemimpin Eropa di Oslo, Norwegia. “Kami bersatu dengan mitra Eropa dalam upaya ini, dan kami ingin Amerika membawa gagasan-gagasan ini kepada Rusia. Salah satu gagasan penting adalah menuju kemungkinan pertemuan tiga pihak para pemimpin,” tulis Zelenskyy.
Menurut Zelenskyy, Witkoff akan berangkat ke Rusia pada Rabu untuk melanjutkan pembicaraan damai. “Mari kita lihat apa yang akan dikatakan Putin,” katanya.
Ditanya apakah Presiden Rusia Vladimir Putin sebaiknya bertemu Zelenskyy, Trump menyebut ada kebencian yang “luar biasa” di antara keduanya. “Sulit bagi mereka berada di ruangan yang sama. Saya tidak peduli bagaimana caranya,” kata Trump.
Pekan lalu, pejabat Ukraina melaporkan perlambatan Starshield, versi militer sistem satelit Starlink milik SpaceX yang diandalkan Ukraina untuk komunikasi dan intelijen. Trump dan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth membantah pemerintah memerintahkan pembatasan itu.
Trump bulan ini juga mengumumkan kesepakatan memperoleh solar dari Rusia dan mengesampingkan sanksi baru terhadap Moskwa. “Ketika Anda memberikan tekanan itu, terkadang dampaknya meluber dan berimbas negatif pada negara lain,” kata Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio membela keputusan tersebut.















