- Ekspor produk kreatif Indonesia Januari hingga Agustus 2026 mencapai USD5,96 miliar.
- Wamendag Roro meminta pelaku usaha menciptakan produk sesuai kebutuhan pasar global.
- Sektor ekonomi kreatif menyerap sekitar 26 hingga 27 juta tenaga kerja.
Cekricek.id — Ekspor produk kreatif Indonesia pada Januari–Agustus 2026 mencapai USD5,96 miliar, dan Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri meminta pelaku usaha membuat produk sesuai kebutuhan pasar global.
Menurut keterangan tertulis Kementerian Perdagangan, Jumat (23/10/2026), hal itu disampaikan Wamendag Roro dalam sesi Global Market Brief pada World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta.
“Paradigma pelaku usaha harus bergeser secara mendasar. Dari sekadar menjual apa yang kita buat, menjadi menciptakan apa yang dibutuhkan pasar atau creating based on demand,” jelas Wamendag Roro.
Ia mendorong pelaku usaha membaca selera konsumen global, mematuhi regulasi negara tujuan, dan sigap mengantisipasi tren perdagangan dunia.
Baca juga: Ekspor RI USD193,64 Miliar, Mendag: IEU-CEPA Diteken Akhir 2026
Pada 2025, ekspor produk kreatif Indonesia tercatat USD12,48 miliar. Sektor ekonomi kreatif disebut menyerap sekitar 26 hingga 27 juta tenaga kerja yang didominasi generasi muda dan perempuan.
Komoditas unggulannya antara lain perhiasan logam mulia, tas dan koper, furnitur kayu, mainan, dan alat musik elektrik, dengan pasar utama Swiss, Amerika Serikat, dan Uni Emirat Arab.
Kemendag menyebut atase perdagangan, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), dan platform InaExport siap mendampingi pelaku usaha yang ingin menembus pasar ekspor.
Baca juga: India Hentikan Penyelidikan Antisubsidi Kaca Asal Indonesia
“Perdagangan menjadi jembatan yang menghubungkan kreativitas lokal dengan peluang global,” ungkap Wamendag Roro.
“Penguatan perdagangan yang adil dan kemitraan yang lebih erat juga dapat mendukung perkembangan industri kreatif serta memperluas peluang ekspor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM),” lanjutnya.
WCCE ke-5 bertema ‘Inclusively Creative: Collective Continuity’ berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 di Jakarta.
Baca juga: Pangan Nusa Expo Catat Potensi Transaksi Rp5,9 Triliun















