- Potensi transaksi Pangan Nusa Expo 2026 mencapai Rp5,9 triliun.
- Nilai itu melonjak 40 kali dibandingkan gelaran 2025.
- Kesepakatan ekspansi kuliner menyasar Belanda, India, Malaysia, Arab Saudi, dan Mesir.
- Pameran diikuti pelaku pangan dari 33 provinsi dan dikunjungi 44.356 orang.
Cekricek.id — Pangan Nusa Expo 2026 mencatat potensi transaksi Rp5,9 triliun sepanjang pameran 14 sampai 18 Oktober 2026, melonjak 40 kali dibandingkan potensi transaksi gelaran 2025.
Capaian itu dipaparkan menurut keterangan tertulis Kementerian Perdagangan, Senin (19/10/2026). Pameran pangan kemasan dan kuliner khas daerah itu diikuti pelaku usaha dari 33 provinsi.
Nilai Rp5,9 triliun berasal dari kesepakatan kerja sama ekspansi kuliner ke luar negeri yang menyasar lima negara, yakni Belanda, India, Malaysia, Arab Saudi, dan Mesir.
“Pangan Nusa Expo 2026 berhasil mencatatkan potensi transaksi sebesar Rp5,9 triliun, melonjak 40 kali dari potensi transaksi gelaran 2025. Capaian transaksi ini menunjukkan kuliner lokal sudah berdaya saing di pasar dalam negeri serta dinilai layak untuk bersaing di pasar dunia,” ujar Menteri Perdagangan Budi Santoso.
Baca juga Trade Expo Indonesia Ditutup, Transaksi USD 22,94 Miliar
Penjajakan bisnis menyumbang potensi transaksi Rp46,85 miliar. Angka itu lahir dari pertemuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah pangan lokal dengan sekitar 50 perusahaan mitra dari jaringan ritel, restoran, dan PT Kereta Api Indonesia Services.
Sepanjang pameran juga tercatat pembelian langsung di tempat senilai Rp4,06 miliar untuk produk kuliner dan pangan kemasan. Jumlah pengunjung mencapai 44.356 orang dari dalam dan luar negeri.
Baca juga Kemendag dan HIPPINDO Fasilitasi 4.100 Barcode Gratis untuk UMKM
Di sela pameran, Kementerian Perdagangan meluncurkan program fasilitasi 4.100 kode batang dan penguatan penjenamaan lewat program 500 Brand Go Global. Penghargaan UKM Pangan Award juga diserahkan kepada produk pangan olahan yang dinilai berdaya saing dan inovatif.
“Kami mendorong UMKM untuk siap memenuhi kebutuhan ritel modern, memperluas akses pemasaran, serta meningkatkan daya saing agar produk lokal dapat menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar global,” kata Budi Santoso.
Baca juga Kemendag Bawa Program S’RASA ke TEI, Teken 13 Nota Kesepahaman















