Trade Expo Indonesia Ditutup, Transaksi USD 22,94 Miliar

A A

Hamparan peti kemas berwarna dan deretan derek jingga di terminal pelabuhan saat pagi. [Foto: Pexels]

  • Potensi transaksi Trade Expo Indonesia ke-41 mencapai USD 22,94 miliar.
  • Angka itu 31,1 persen di atas target USD 17,5 miliar.
  • Pameran diikuti 1.873 ekshibitor dan 9.600 pembeli dari 151 negara.
  • Potensi transaksi UMKM tercatat USD 510,79 juta.
  • India menjadi negara dengan potensi transaksi terbesar sekaligus pembeli terbanyak.

Cekricek.id — Trade Expo Indonesia ke-41 ditutup di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (18/10/2026), dengan potensi transaksi USD 22,94 miliar atau 31,1 persen di atas target USD 17,5 miliar.

Capaian itu dipaparkan menurut keterangan tertulis Kementerian Perdagangan, Minggu (18/10/2026). Pameran berlangsung sejak 14 Oktober 2026 dan ditutup oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso.

Nilai tersebut sudah mencakup 426 nota kesepahaman serta USD 327,77 juta dari pameran kuliner Pangan Nusa Expo yang digelar bersamaan. Potensi transaksi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah tercatat USD 510,79 juta.

“Selama lima hari penyelenggaraan TEI ke-41, nilai transaksi mencapai USD 22,94 miliar, melampaui target USD 17,5 miliar. Capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang terlibat, mulai dari eksportir, perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri, hingga para pemangku kepentingan,” kata Budi Santoso.

Baca juga Hari Pertama TEI ke-41, 168 MoU Senilai USD 13,2 Miliar Diteken

Pameran diikuti 1.873 ekshibitor, 24,9 persen di atas target 1.500 perusahaan. Jumlah pembeli terdaftar mencapai 9.600 dari 151 negara, sedangkan pengunjung tercatat lebih dari 45.287 orang atau naik 31,08 persen dibandingkan tahun lalu.

Lima negara dengan potensi transaksi terbesar adalah India, Belanda, Bangladesh, Uni Emirat Arab, dan Jepang. Adapun pembeli terbanyak berasal dari India, Malaysia, Tiongkok, Arab Saudi, dan Taiwan.

Produk dengan potensi transaksi terbesar meliputi makanan dan minuman, perhiasan, produk kayu, produk pertanian, serta kertas.

Baca juga Kemendag: 25 Perjanjian Dagang Cakup 72,34 Persen Nilai Ekspor RI

Program Campuspreneur yang mempertemukan wirausaha muda dengan pembeli diikuti 25 peserta dari 20 perguruan tinggi. Potensi transaksi yang mereka catat lebih dari USD 24,57 juta.

“Melalui Campuspreneur, kami memberikan kesempatan kepada wirausaha muda untuk memasarkan produk inovatif dan menjajaki peluang ekspor. Potensi transaksi yang tercatat menunjukkan bahwa mahasiswa juga dapat menjadi bagian dari pengembangan eksportir baru Indonesia,” ujar Budi Santoso.

Ia menyatakan Kementerian Perdagangan bersama perwakilan perdagangan di luar negeri akan terus memantau dan mengawal kesepakatan yang terjalin selama pameran.

Baca juga 50 Jenama UMKM Pilihan Busan Tampil di Trade Expo Indonesia

“Mari kita jaga momentum ini dengan terus meningkatkan kualitas dan daya saing produk, memperluas kemitraan, serta memastikan peluang yang telah terbuka dapat menghasilkan ekspor yang berkelanjutan,” kata Budi Santoso. Penyelenggaraan berikutnya dijadwalkan pada 13 sampai 17 Oktober 2027.

Bagikan

Baca Juga

OJK dan Bursa Temui Pelaku Pasar Modal Usai Denda Rp2,1 Triliun
Negara Makin Inovatif Belum Tentu Makin Dekat ke Target SDGs
Emas Menekan Saham Hijau Brasil, Bitcoin Mengangkatnya Perlahan
Rawan Pangan di Turki Tak Tertahan oleh Ijazah Sekolah Menengah
Asuransi Kesehatan Disatukan, Pendapatan Warga Desa China Naik
Hanya Sepertiga Tunanetra Pernah Diajari Cara Bepergian Sendiri