- Pada Januari 2016, State Council menerbitkan dokumen bernomor Guo Fa [2016] No. 3 tentang penyatuan itu.
- Perbandingan itu mencakup 236 kota selama 2012 sampai 2021.
- Di China tengah dan barat, penurunannya 0,010 dan bermakna.
- Jurang menyempit karena desa naik, bukan karena kota turun.
- Data biaya berobat warga tidak tersedia, baik di China City Statistical Yearbook maupun di survei rumah tangga tadi.
Daftar Isi
- 1978 sampai 2009: jurang pendapatan menyempit sebentar lalu melebar
- 1998 sampai 2011: tiga asuransi berdiri, warga desa mendapat lebih sedikit
- Januari 2016: State Council memerintahkan dua asuransi dijadikan satu
- 2012 sampai 2021: jurang menyempit di 236 kota, terutama di tengah dan barat
- 2014, 2016, dan 2018: warga desa yang merasa tidak sehat berkurang
- 2026: yang belum terjawab ketika naskah terbit
Pada 1978, China memulai kebijakan reformasi dan keterbukaan. Waktu itu pendapatan warga kota 2,6 kali pendapatan warga desa. Lima tahun kemudian, pada 1983, angkanya turun menjadi 1,8. Penurunan itu singkat. Sejak pertengahan 1980-an jurang tersebut kembali melebar dari tahun ke tahun.
Catatan itu membuka naskah Zhen Yuan, Zhiguang Li, dan Ruijin Xie berjudul Can urban-rural health insurance integration narrow the urban-rural income gap? Evidence from China. Artikel tersebut terbit di BMC Public Health volume 26 nomor 635 tahun 2026. Ketiganya berasal dari School of Economics and Management, Anhui University of Chinese Medicine, di Hefei, Anhui.
Mereka mengikuti satu kebijakan dari awal sampai akibatnya, yaitu penyatuan asuransi kesehatan warga desa dan warga kota. Pertanyaannya sederhana. Sesudah dua asuransi itu dijadikan satu, apakah jarak pendapatan desa dan kota ikut menyempit? Jawaban mereka: ya, dan yang bergerak adalah pendapatan warga desa.
1978 sampai 2009: jurang pendapatan menyempit sebentar lalu melebar
Angka 1,8 pada 1983 menjadi titik terendah yang dicatat naskah. Sesudah itu rasio pendapatan kota terhadap desa terus naik. Pada 2009 rasio itu mencapai 3,33. Artinya, pendapatan seorang warga kota setara pendapatan lebih dari tiga warga desa. Angka-angka ini dikutip penulis dari China Statistical Yearbook.
Sesudah 2009 arah berbalik. Rasio itu berangsur turun dan pada 2021 berada di 2,5. Penulis tetap menyebut jarak tersebut sangat besar. Pembandingnya adalah negara maju, yang rasio pendapatan kota dan desanya berada di bawah 1,5. Pemerintah China, tulis mereka, lalu menaruh asuransi kesehatan dasar sebagai tiang penting pemerataan pendapatan.
1998 sampai 2011: tiga asuransi berdiri, warga desa mendapat lebih sedikit
Sesudah 1998, China membangun jaminan kesehatan dasar dari tiga skema. Pekerja kota masuk Urban Employee Basic Medical Insurance. Warga desa masuk New Rural Cooperative Medical System. Warga kota yang bukan pekerja masuk Urban Resident Basic Medical Insurance. Pada akhir 2011, sebanyak 97 persen penduduk tetap sudah menjadi peserta.
Hampir semua orang terlindungi, tetapi tidak dengan takaran yang sama. Peserta dipilah menurut catatan kependudukan, desa atau kota. Jumlah butir layanan yang ditanggung asuransi warga kota kira-kira dua kali lipat tanggungan skema desa. Tingkat penggantian biaya bagi warga kota juga lebih tinggi.
Warga desa menghadapi satu kesulitan lagi. Berobat di luar wilayah skemanya tergolong perawatan luar daerah, sehingga pengobatan dan penggantian biaya sama-sama terhambat. Menurut riset terdahulu yang dirujuk naskah, skema desa tidak cukup menekan biaya dari kantong sendiri. Kemiskinan akibat sakit pun tidak terkendali dengan baik.
Dari sini penulis menarik kesimpulan yang keras tentang masa itu. “Karena itu, sistem asuransi kesehatan China telah melebarkan jurang pendapatan, bukan menyempitkannya,” tulis Yuan, Li, dan Xie dalam naskah yang aslinya berbahasa Inggris. Warga kota lebih terjaga kesehatannya. Orang yang lebih sehat bekerja lebih lama dan lebih produktif.
Baca juga Kekayaan Luruh, Desa dan Kota Tetap Beda soal Pencernaan
Januari 2016: State Council memerintahkan dua asuransi dijadikan satu
Sebelum 2016, hanya sedikit kota yang menyatukan asuransi warga desa dan warga kota atas prakarsa sendiri. Pada Januari 2016, State Council menerbitkan dokumen bernomor Guo Fa [2016] No. 3 tentang penyatuan itu. Skema baru bernama Urban-Rural Resident Basic Medical Insurance. Sesudah dokumen itu terbit, daerah-daerah mempercepat langkah.
Ada enam hal yang disatukan. Pesertanya mencakup semua warga desa dan kota selain pekerja kota. Standar iuran dibuat sama. Lingkup jaminan dan standar pembayaran dibuat sama. Daftar obat dan daftar layanan dijadikan satu. Pengelolaan fasilitas kesehatan yang ditunjuk serta pengelolaan dana asuransi juga disatukan.
Penyatuan itu berjalan dengan tiga pegangan. Lingkup penggantian dan butir manfaat bagi warga desa dan kota harus sama. Manfaat keseluruhan tidak boleh turun. Iuran pribadi tidak boleh naik banyak. Dengan pegangan itu, warga desa memperoleh jaminan yang lebih lengkap, sedangkan manfaat warga kota hampir tidak berubah.
Penulis mengumpulkan dokumen penyatuan dari hampir 300 kota. Dua tahun sesudah dokumen pusat terbit, jumlah kota yang menempuh penyatuan mencapai 172. Pada 2021, sebagian besar kota sudah menyelesaikannya. Karena waktunya berbeda-beda, kota yang sudah dan yang belum menyatukan asuransi bisa dibandingkan dari tahun ke tahun.
2012 sampai 2021: jurang menyempit di 236 kota, terutama di tengah dan barat
Perbandingan itu mencakup 236 kota selama 2012 sampai 2021. Di kota-kota tersebut, rata-rata pendapatan warga kota 2,298 kali pendapatan warga desa. Sesudah asuransi disatukan, rasio itu turun 0,013 lebih banyak daripada di kota yang belum menyatukan. Penulis menyebut penurunan ini bermakna secara statistik.
Pengaruhnya tidak langsung penuh. Pada tahun kebijakan berjalan dan dua tahun sesudahnya, penurunan itu sudah terlihat tetapi kecil. Pada tahun ketiga dan keempat, angkanya membesar. Menurut penulis, dampak penyatuan asuransi makin nyata seiring waktu. Hasil serupa muncul ketika jurang pendapatan diukur dengan indeks Theil.
Letak kota ikut menentukan. Di China timur, penurunannya hanya 0,002 dan tidak bermakna. Di China tengah dan barat, penurunannya 0,010 dan bermakna. Penjelasan penulis: wilayah timur lebih maju, sehingga manfaat asuransi warga desanya sudah tinggi sebelum penyatuan. Di sana tidak banyak lagi yang bisa dinaikkan.
Pola yang sama tampak ketika kota dipilah menurut lebar jurangnya. Di kota dengan jurang pendapatan besar, rasio turun 0,012 dan bermakna. Di kota dengan jurang kecil, penurunannya 0,005 dan tidak bermakna. Kebijakan ini bekerja di tempat yang paling tertinggal, bukan di tempat yang sudah hampir setara.
Penulis merangkumnya dengan dua ungkapan. “Hasil-hasil ini menunjukkan bahwa dampak penyatuan asuransi kesehatan terhadap jurang pendapatan desa-kota lebih mirip ‘memberi pertolongan tepat waktu’ daripada ‘menambah hiasan’,” tulis mereka. Kutipan ini diterjemahkan dari bahasa Inggris. Bantuan itu tiba di kota yang jurangnya paling lebar.
Baca juga Warga Prek Pnov Kamboja Rela Bayar Klub Kesehatan Kampung
Keuangan daerah juga berperan. Di kota yang belanja pemerintahnya besar dibanding ukuran ekonominya, rasio turun 0,019. Di kota dengan belanja kecil, penurunannya 0,008 dan kepastian statistiknya lebih lemah. Dari enam kelompok kota yang dibandingkan, penurunan terbesar ada pada kelompok berbelanja besar ini.
Lalu pendapatan siapa yang berubah? Penulis memisahkan dua kelompok warga. Pendapatan warga kota tidak berubah secara bermakna sesudah penyatuan, dengan koefisien 0,003. Pendapatan warga desa naik secara bermakna, dengan koefisien 0,007. Jurang menyempit karena desa naik, bukan karena kota turun.
2014, 2016, dan 2018: warga desa yang merasa tidak sehat berkurang
Untuk mencari sebabnya, penulis beralih ke rumah tangga. Mereka memakai China Labor Dynamics Survey yang digelar pada 2014, 2016, dan 2018. Survei itu memuat 55.735 jawaban dari tiga gelombang. Responden ditanya bagaimana mereka menilai kesehatannya sendiri saat itu, dengan lima pilihan dari sangat sehat sampai sangat tidak sehat.
Hasilnya sejalan dengan angka pendapatan. Di kota yang sudah menyatukan asuransi, warga desa yang menilai dirinya tidak sehat berkurang secara bermakna, dengan koefisien minus 0,073. Pada warga kota, koefisiennya minus 0,003 dan tidak bermakna. Kesehatan warga kota, menurut naskah, tidak terpengaruh oleh penyatuan.
Dari dua temuan itu penulis menyusun urutannya. Penyatuan menaikkan manfaat asuransi warga desa. Kesehatan mereka membaik. Pendapatan mereka naik. Jurang dengan kota menyempit. “Singkatnya, penyatuan asuransi kesehatan mengurangi jurang pendapatan desa-kota terutama dengan menaikkan pendapatan warga desa,” tulis mereka.
Atas dasar itu mereka mengajukan sejumlah usul. Iuran tetap diganti iuran yang sebanding dengan tingkat ekonomi. Subsidi iuran ditambah bila keuangan memungkinkan. Jaminan diperluas ke lebih banyak penyakit kronis dan penyakit berat. Pemerintah pusat diminta menambah transfer fiskal bagi wilayah tengah, barat, dan daerah yang ekonominya tertinggal.
Baca juga Kesenjangan SES Perlebar Risiko Disabilitas Lansia Kota
2026: yang belum terjawab ketika naskah terbit
Penulis mengakui satu keterbatasan. Penyatuan asuransi mungkin juga memengaruhi pembagian pendapatan lewat jalur lain, misalnya berkurangnya biaya berobat dari kantong sendiri. Jalur itu tidak bisa mereka periksa. Data biaya berobat warga tidak tersedia, baik di China City Statistical Yearbook maupun di survei rumah tangga tadi.
Beberapa hal dalam naskah juga bisa diperiksa pembaca. Pada uraian hasil utama, koefisien penyatuan disebut tidak signifikan pada taraf 1 persen. Tabelnya justru memberi tiga bintang, tanda signifikan pada taraf itu. Pada kelompok kota berjurang besar, teks menyebut koefisien positif, sedangkan tabel mencatat minus 0,012.
Ada pula ketidakcocokan kecil lain. Satu bagian menyebut sebagian besar kota selesai menyatukan asuransi pada 2021, bagian lain menyebut penyatuan penuh di seluruh negeri. Metode Callaway dan Sant’Anna dirujuk dengan nomor 22, padahal nomor itu di daftar pustaka milik Mushkin. Tabel survei menulis nilai 1 untuk rumah sangat tidak rapi dan sangat rapi sekaligus.
Kronologi di naskah ini berhenti pada 2021. Pada tahun itu pendapatan warga kota China tercatat 2,5 kali pendapatan warga desa. Angka pembanding yang disebut penulis untuk negara maju masih di bawah 1,5.















