Putusan Rabi Dov Lior soal Zaitun Palestina Picu Kecaman

A A

Dok. Pekerja menuang karung buah zaitun ke mesin penggilingan pada hari pertama musim panen di Qusra, Nablus, Tepi Barat, 9 Oktober 2026. [Foto: Faiz Abu Rmeleh/Getty Images]

  • Rabi Dov Lior mengizinkan pemukim memetik zaitun dari kebun warga Palestina di Tepi Barat.
  • Dewan rabi permukiman Gush Etzion dan organisasi Tzohar menolak putusan tersebut.
  • Pada Jumat, sedikitnya 19 orang terluka dalam 34 serangan terhadap petani Palestina.

Cekricek.id — Rabi Dov Lior, tokoh agama Israel terkemuka, mengeluarkan putusan keagamaan Yahudi pada Jumat yang mengizinkan pemukim memetik buah zaitun dari kebun milik warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki.

Putusan itu menyatakan pemilik lahan Palestina yang tidak dapat mengakses zaitun mereka akibat pembatasan Israel telah cukup mendapat kompensasi pada tahun-tahun ketika mereka masih bisa memanennya, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Sabtu (17/10/2026). Menurut putusan itu, orang Yahudi boleh memetik zaitun tersebut untuk mengklaim kepemilikan atas tanah Palestina.

Lior, kelahiran Polandia pada 1933, bahkan menyebut pengambilan zaitun dari kebun Palestina sebagai “keutamaan tambahan”. “Orang Arab tidak pernah membeli tanah itu dari bangsa Yahudi atau dari orang Yahudi mana pun, dan karena itu tanah itu adalah tanah curian di tangan mereka,” demikian bunyi putusan itu.

Putusan itu bertepatan dengan gelombang serangan pemukim terhadap petani Palestina selama musim panen zaitun. Pada Jumat, sedikitnya 19 orang terluka dalam 34 serangan militer dan pemukim Israel terhadap warga Palestina yang memanen di seluruh Tepi Barat.

Tidak semua pemuka agama Yahudi mendukung putusan itu. Dewan agama permukiman Gush Etzion menyebut panen ilegal atas tanaman Palestina sebagai pencurian, penistaan, dan cacat moral. Tzohar, organisasi 800 rabi ortodoks, menyatakan hanya negara yang berwenang menyita properti.

Lior merupakan penasihat spiritual partai sayap kanan Otzma Yehudit yang dipimpin Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir. “Ben-Gvir bersandar pada putusan-putusan keagamaan Rabi Dov Lior, yang berpegang pada teks-teks Alkitab dan Kitab Ulangan,” kata analis politik Israel Mamoun Abu Amer kepada Al Jazeera.

Anggota Knesset dari Partai Demokrat yang berhaluan kiri, Gilad Kariv, mengecam Lior. “Siapa pun yang berdiam diri dalam persoalan ini bergabung dengan kubu Rabi Dov Lior dan para penjahatnya,” kata Kariv. Putusan itu muncul beberapa pekan sebelum pemilu Israel.

Bagikan

Baca Juga

Ribuan Warga Tunisia Gelar Protes Terbesar dalam Bertahun-tahun
Sisi Minta Parlemen Izinkan Mesir Bantu Pertahanan Arab Saudi
Waymo Masuk Kanada, Robotaxi Toronto Ditargetkan Beroperasi 2028
Protes Biaya Hidup Meluas di Prancis, 250 Lebih Orang Ditangkap
Pengawas Makanan Kota Inggris Tinggal Sembilan untuk 4.000 Usaha
Vitamin B12 Warga Iran Selatan Membaik, Folat Malah Berlebih