- Presiden Abdel Fattah el-Sisi meminta parlemen Mesir menggelar sidang darurat untuk memberi izin bantuan pertahanan bagi Arab Saudi.
- Sisi menegaskan bantuan itu hanya untuk pertahanan, bukan untuk menyerang pihak mana pun.
- Permintaan itu menyusul rentetan serangan Houthi ke bandara dan fasilitas minyak Arab Saudi.
Cekricek.id — Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi meminta parlemen menggelar sidang darurat untuk memberinya izin menyetujui permintaan bantuan pertahanan dari Arab Saudi, apabila Riyadh memintanya.
Permintaan itu disampaikan Sisi dalam upacara wisuda Akademi Militer Mesir pada Sabtu, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Sabtu (17/10/2026). Menurut Sisi, Mesir akan “melakukan langkah apa pun untuk melindungi” Arab Saudi “sesuai arahan Yang Mulia Raja Salman dan arahan Putra Mahkota Mohammed bin Salman”.
“Saya tahu hal ini memerlukan persetujuan parlemen Mesir, dan saya berharap parlemen akan bersidang dalam sesi darurat untuk memberi kami izin ini, jika hal itu diminta dari kami,” kata Sisi. “Saya tidak berbicara agar kita memerangi siapa pun atau menyerang siapa pun. Saya berbicara hanya untuk pertahanan.”
Permintaan itu menyusul rentetan serangan kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran ke Arab Saudi, termasuk ke bandara dan fasilitas minyak. Serangan Houthi ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh awal bulan ini menewaskan 14 orang dan melukai lebih dari 300 orang.
Dalam pertemuan dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman di Kairo bulan lalu, Sisi mendukung seruan Saudi untuk pelayaran yang aman di Laut Merah. Kantor kepresidenan Mesir saat itu menyatakan “keamanan Arab Saudi dan negara-negara Teluk adalah bagian tak terpisahkan dari keamanan nasional Mesir”.
Arab Saudi sudah memiliki pakta pertahanan dengan Pakistan dan Turkiye, yakni Aliansi Makkah untuk Pertahanan, yang diteken pada Agustus. Analis menilai Mesir, yang pendapatan Terusan Suez-nya bergantung pada lalu lintas Laut Merah, merupakan mitra yang wajar bagi Riyadh.















