James Comey Hadapi Dakwaan Ketiga di Era Trump Soal Bocoran

A A

Dok. Mantan Direktur FBI James Comey di belakang panggung sebelum diskusi bukunya di Berlin, Jerman, 19 Juni 2018. [Foto: Carsten Koall/Getty Images via Al Jazeera]

  • James Comey dituduh terkait dua dakwaan penyebaran informasi pertahanan nasional secara melawan hukum.
  • Ini ketiga kalinya pemerintahan Trump berupaya menjerat Comey sejak Januari 2025.
  • Tuduhan terkait artikel New York Times tentang Yahoo yang terbit pada 5 Oktober 2016.
  • Pengacara Comey menyebut jaksa memakai prosedur criminal information tanpa persetujuan dewan juri.

Cekricek.id — Mantan Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) James Comey menghadapi dakwaan pidana ketiga di bawah pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dokumen tersegel yang terungkap pada Senin menunjukkan pemerintahan Trump menuduh Comey dengan dua dakwaan terkait penyebaran “informasi yang berkaitan dengan pertahanan nasional” secara melawan hukum, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Selasa (27/10/2026). Comey belum didakwa resmi dalam perkara ini dan membantah melakukan kesalahan.

Dalam berkas pengadilan bulan Oktober, jaksa menuduh Comey memerintahkan rekan-rekannya di FBI membocorkan informasi kepada media. “Terdakwa [Comey] melalui satu atau lebih rekan konspirator mengarahkan Individu #1 untuk mengungkap informasi pertahanan nasional kepada seorang wartawan publikasi berita nasional,” bunyi berkas itu.

Lewat video di platform Substack, Comey kembali menyebut upaya penuntutan itu sebagai kampanye balas dendam politik. “Nah, sekarang mereka datang lagi. Ini hampir lucu seandainya bukan penyalahgunaan Departemen Kehakiman yang begitu mengerikan, yang tidak boleh membuat kita mati rasa,” kata Comey.

“Tidak ada yang berubah dengan saya. Saya tetap tidak bersalah, saya tetap tidak takut pada orang-orang ini, dan saya tetap percaya pada peradilan federal yang independen,” ujarnya. Ia mengisyaratkan akan ada dakwaan lain karena Trump baru berada di pertengahan masa jabatan keduanya. “Beberapa tahun ke depan akan berat bagi kita semua,” kata Comey.

Dakwaan James Comey terkait artikel 2016

Dakwaan terbaru berkaitan dengan artikel New York Times pada 5 Oktober 2016 tentang perintah kepada platform surel Yahoo untuk memindai lalu lintasnya demi mencari tanda komputer tertentu yang diduga terkait organisasi “teroris”. Jaksa menuduh Comey mengarahkan agar informasi sensitif dibocorkan kepada wartawan artikel itu, Charlie Savage.

Pengacara Comey, Pat Fitzgerald, menyebut pemerintah sudah dua kali menyelidiki perkara itu. “Kedua kalinya pemerintah memutuskan tidak boleh ada dakwaan terhadap siapa pun,” bunyi pernyataannya. Jaksa kali ini memakai prosedur “criminal information” yang memungkinkan mereka melewati dewan juri.

“Sepuluh tahun setelah artikel itu terbit, pemerintah mengajukan ‘Information’ terhadap Tuan Comey yang tidak disetujui hakim maupun dikeluarkan dewan juri,” kata Fitzgerald. Perkara ini ditangani Hakim Federal Trevor McFadden dari Pengadilan Distrik AS di Washington, DC, yang diangkat Trump.

Trump memecat Comey dari kursi Direktur FBI pada 2017, saat lembaga itu menyelidiki kemungkinan kolusi Rusia dengan tim kampanye Trump 2016. Sejak pelantikan kedua Trump pada 2025, pemerintahannya mengupayakan penuntutan sejumlah pengkritik presiden, termasuk Comey.

Pada September 2025, Comey didakwa berbohong kepada Kongres dan menghalangi proses legislatif, tetapi perkara itu dibatalkan karena jaksa penanggung jawabnya, Lindsey Halligan, diangkat secara tidak sah. Dakwaan kedua pada 28 April menuduh Comey mengancam presiden lewat unggahan foto kerang bertuliskan “86 47”. Perkara itu masih berjalan.

Pada Senin pula, hakim federal dalam perkara terpisah memutuskan putri Comey, mantan asisten jaksa AS Maurene Comey, dipecat secara tidak sah tahun lalu. Pengadilan menyatakan ia berhak dipulihkan secara surut dan menerima gaji yang tertunda.

Bagikan

Baca Juga

Microsoft Tawarkan Pesangon Sukarela kepada 60.000 Karyawan
Serangan Drone Ukraina ke Voronezh Tewaskan Dua Orang
Serangan Israel di Gaza Tewaskan Lima Orang, Bocah 7 Tahun
Parlemen Aljazair Setujui Pengiriman Pasukan ke Niger
Yordania Tangkap Tiga Tersangka Serangan Gereja di Karak
Koalisi Saudi Hancurkan Peluncur Rudal dan Terowongan Houthi