Microsoft Tawarkan Pesangon Sukarela kepada 60.000 Karyawan

A A

Gedung 92 di kompleks kantor pusat Microsoft, Redmond, Washington. [Foto: Coolcaesar/Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0]

  • Microsoft menawarkan program keluar sukarela kepada sekitar 60.000 karyawan.
  • Tawaran berlaku di Amerika Serikat, Kanada, India, dan Inggris hingga level wakil presiden.
  • Karyawan yang ikut akan keluar pada 31 Desember 2026.
  • Langkah ini diambil di tengah lonjakan belanja Microsoft untuk infrastruktur AI.

Cekricek.id — Microsoft menawarkan program keluar sukarela berikut pesangon kepada sekitar 60.000 karyawannya di Amerika Serikat, Kanada, India, dan Inggris. Langkah itu diambil di tengah upaya raksasa perangkat lunak tersebut menyeimbangkan belanja besar-besaran untuk infrastruktur kecerdasan buatan (AI) dengan efisiensi keuangan.

Melansir laporan CNBC, Senin (26/10/2026), jumlah karyawan yang memenuhi syarat itu setara sekitar 27 persen dari total 223.000 pegawai Microsoft. Program ini berlaku untuk karyawan hingga level pengalaman 70, termasuk jenjang wakil presiden.

Karyawan harus memutuskan apakah menerima tawaran itu pada awal Desember. Mereka yang ikut akan resmi meninggalkan perusahaan pada 31 Desember 2026.

Wakil Presiden Eksekutif sekaligus Kepala SDM Microsoft, Amy Coleman, menjelaskan alasan program tersebut dalam memo kepada karyawan.

“Tawaran Keluar Sukarela ini mencerminkan bagian penting dari cara kami mengembangkan pendekatan terhadap perubahan, yaitu menciptakan fleksibilitas yang lebih besar dan, jika memungkinkan, lebih banyak cara bagi karyawan untuk menentukan babak berikutnya dalam hidup mereka,” tulis Coleman. “Ini dibangun dari pelajaran yang kami dapat awal tahun ini melalui Program Pensiun Sukarela.”

Baca juga Ekonom Apollo: AI Belum Beri Untung bagi Perusahaan Nontekno

Belanja AI Membengkak

Microsoft tengah menggenjot pembangunan pusat data untuk memenuhi lonjakan permintaan komputasi AI, termasuk memasok layanan awan bagi Anthropic dan OpenAI. Belanja modal perusahaan untuk kuartal September diperkirakan melampaui 50 miliar dolar AS, naik dari 34,9 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun lalu.

Lonjakan belanja itu menekan keuangan perusahaan. Pada April, Microsoft meluncurkan program pensiun sukarela pertamanya yang ditawarkan kepada sekitar 7 persen karyawan di Amerika Serikat. Lebih dari 30 persen karyawan yang memenuhi syarat menerima tawaran itu. Lalu pada Juli, Microsoft mengumumkan pemutusan hubungan kerja terhadap 4.800 karyawan.

Baca juga Seluruh 30.000 Karyawan Uber Kini Bekerja dengan ChatGPT Work

Transformasi Model Bisnis

Microsoft kini sedang mengubah model bisnisnya dengan menagih klien berdasarkan seberapa banyak AI yang benar-benar mereka pakai. Perusahaan juga telah membekali pemrogram, tenaga penjualan, dan pekerja rantai pasok dengan perangkat AI.

Menurut sumber yang mengetahui rencana itu, sejumlah tim pemasaran, penjualan, dan rekayasa memutuskan tidak ikut dalam program ini. Microsoft juga disebut tidak memasang target jumlah karyawan yang keluar. Perusahaan dijadwalkan melaporkan kinerja keuangan kuartal terbarunya pada Rabu (28/10/2026).

Baca juga SoftBank Siapkan Investasi AI 50 Miliar Dolar AS di Malaysia

Bagikan

Baca Juga

James Comey Hadapi Dakwaan Ketiga di Era Trump Soal Bocoran
Blue Planet III Sengaja Pakai Gambar Keruh agar Tak Dikira AI
Rekan Jay Idzes, Cristian Volpato Lisensikan Kembaran AI Dirinya
Kisah Relawan Pahlawan Senyap Internet saat Krisis Celah PHP
Pemilik Katalog Elvis Presley Gugat Anthropic atas 274 Lagu
SoftBank Siapkan Investasi AI 50 Miliar Dolar AS di Malaysia