Pemilik Katalog Elvis Presley Gugat Anthropic atas 274 Lagu

A A

Elvis Presley (tengah) bersama Bob Neal dan Sam Phillips pada 1955. [Foto: The Cash Box Publishing Co./Wikimedia Commons, domain publik]

  • Authentic Brands Group menggugat Anthropic atas dugaan pemakaian 274 lagu Elvis Presley.
  • Lagu itu diduga dipakai untuk melatih model AI Claude tanpa izin.
  • Penggugat menuntut 150.000 dolar AS per lagu atau sekitar 41 juta dolar AS.
  • Gugatan ini termasuk yang pertama diajukan langsung oleh pengelola warisan seorang artis.

Cekricek.id — Pemilik hak atas katalog musik Elvis Presley menggugat perusahaan kecerdasan buatan (AI) Anthropic. Perusahaan pengembang Claude itu dituding memakai 274 lagu sang Raja Rock and Roll untuk melatih model AI-nya tanpa izin.

Melansir laporan The Guardian, Minggu (25/10/2026), gugatan diajukan oleh Authentic Brands Group, perusahaan lisensi yang memegang hak atas musik sekaligus citra Elvis Presley. Gugatan yang pertama kali diberitakan Billboard itu didaftarkan pada Jumat (23/10/2026).

Lagu-lagu yang dipersoalkan antara lain Can’t Help Falling in Love, All Shook Up, dan A Little Less Conversation. Penggugat menuntut ganti rugi 150.000 dolar AS untuk setiap lagu, atau sekitar 41 juta dolar AS secara keseluruhan.

“Para penggugat Elvis mengajukan gugatan ini untuk menegakkan hak eksklusif tersebut terhadap tergugat yang membangun seluruh model bisnisnya di atas pelanggaran hak cipta dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya,” tulis pengacara utama penggugat, Richard Busch, dalam berkas gugatan.

Baca juga Grok Rilis Tujuh Menit Awal The Odyssey Versi AI Janji Elon Musk

Pengaman Dinilai Tak Efektif

Dalam gugatan itu, penggugat menyebut Claude sejak awal menghasilkan keluaran yang melanggar hak cipta hampir setiap lagu dari setiap katalog yang tersedia di internet.

Penggugat juga menilai pengaman yang dipasang Anthropic untuk membatasi keluaran yang melanggar hak cipta musik tidak efektif. Menurut mereka, Anthropic mengetahui hal itu dan tetap melanjutkan pelanggaran secara sengaja.

Gugatan ini menjadi salah satu tantangan hukum besar pertama yang diajukan langsung oleh pengelola warisan seorang artis terhadap pengembang AI. Hasilnya berpotensi menjadi preseden tentang cara perusahaan AI boleh memakai katalog musik yang sudah ada.

Baca juga Model Suara Dessa Buatan Block Terdengar Seperti Manusia Asli

Industri Musik Kian Gencar

Sebelumnya, perusahaan AI sudah menghadapi gugatan pelanggaran hak cipta dari Asosiasi Industri Rekaman Amerika (RIAA) serta label musik seperti Sony, Universal, dan Warner Records.

Para musisi juga berulang kali menyuarakan kekhawatiran bahwa musik dan suara mereka dipakai model AI tanpa izin. Pekan lalu, Spotify mengumumkan telah menyingkirkan sekitar 50 juta lagu yang dianggap sampah AI dari rekomendasi penggunanya selama setahun terakhir.

Baca juga OpenAI Tak Lagi Latih Model AI di Internet Langsung

Bagikan

Baca Juga

SoftBank Siapkan Investasi AI 50 Miliar Dolar AS di Malaysia
Ekonom Apollo: AI Belum Beri Untung bagi Perusahaan Nontekno
Browser Arc Resmi Disuntik Mati, Pengguna Diarahkan Pindah ke Dia
Pejabat PBB: Kesenjangan AI Bisa Perdalam Ketimpangan Global
Linus Torvalds Dukung Pemakaian AI di Kernel Linux, Asal Kompeten
Grok Rilis Tujuh Menit Awal The Odyssey Versi AI Janji Elon Musk