SoftBank Siapkan Investasi AI 50 Miliar Dolar AS di Malaysia

A A

Pendiri dan CEO SoftBank Group, Masayoshi Son, berbicara di atas panggung. [Foto: nobihaya/Wikimedia Commons, CC BY 2.0]

  • SoftBank berencana menanam investasi teknologi 50 miliar dolar AS di Malaysia.
  • Masayoshi Son memilih Kuching di Sarawak dan Semenanjung Malaysia sebagai lokasi.
  • Investasi difokuskan pada AI, teknologi baru, dan pusat data.
  • Malaysia menargetkan diri menjadi negara AI pada 2030.

Cekricek.id — SoftBank Group berencana menanam investasi teknologi senilai 50 miliar dolar AS di Malaysia, dengan fokus pada kecerdasan buatan (AI), teknologi baru, dan pusat data. Rencana itu diungkap Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim setelah berbicara langsung dengan pendiri SoftBank, Masayoshi Son.

Melansir laporan The Edge Malaysia, Senin (26/10/2026), Anwar mengatakan dirinya melakukan konferensi video dengan Son pada Selasa pekan lalu. Dalam pertemuan virtual itu, Son menyebut telah memilih sejumlah lokasi di Malaysia untuk proyek-proyeknya.

“Ia mengatakan telah memilih Sarawak, yakni Kuching, dan Semenanjung Malaysia untuk memperluas investasi yang akan menjadi salah satu investasi terbesar di kawasan ini, senilai 50 miliar dolar AS,” kata Anwar dalam pidatonya di Melaka, Sabtu (24/10/2026). “Di bidang apa? Kecerdasan buatan, teknologi baru, dan pusat data.”

Pihak SoftBank belum memberikan tanggapan atas pernyataan tersebut.

Baca juga Ekonom Apollo: AI Belum Beri Untung bagi Perusahaan Nontekno

Ambisi Jadi Negara AI

Anwar menyebut investasi itu akan membuka lapangan kerja baru yang lebih baik, terutama bagi tenaga kerja muda. Ia juga menegaskan kemampuan Malaysia menarik investasi bergantung pada kepercayaan terhadap pemerintah dan stabilitas politik.

Malaysia menargetkan diri menjadi negara AI pada 2030. Anwar menilai negaranya perlu memperkuat kemampuan di bidang AI, digitalisasi, semikonduktor, dan keterampilan tenaga kerja agar bisa naik dari aktivitas teknologi hilir ke segmen hulu.

Awal bulan ini, SoftBank menandatangani perjanjian kerangka kerja dengan Grab dan Petroleum Sarawak Berhad untuk menjajaki pengembangan infrastruktur AI di Sarawak.

Baca juga Pengiriman PC Dunia Anjlok 21 Persen akibat Harga RAM Melonjak

Magnet Pusat Data Asia Tenggara

Malaysia kini menjadi salah satu tujuan utama pembangunan pusat data di Asia Tenggara. Menurut Otoritas Pengembangan Investasi Malaysia (MIDA), negara itu mencatat investasi terkait pusat data sebesar 385,7 miliar ringgit atau sekitar 94 miliar dolar AS sejak 2021 hingga paruh pertama 2026.

Sejumlah raksasa teknologi sudah lebih dulu masuk. Google mengumumkan investasi 2 miliar dolar AS pada 2024, Amazon Web Services berencana menanam 6,2 miliar dolar AS hingga 2038, dan Microsoft mengumumkan investasi 2,2 miliar dolar AS.

Di luar Malaysia, SoftBank tengah menggarap proyek pusat data senilai 500 miliar dolar AS di Ohio, Amerika Serikat, serta proyek di Prancis yang nilainya bisa mencapai 75 miliar euro.

Baca juga Seluruh 30.000 Karyawan Uber Kini Bekerja dengan ChatGPT Work

Bagikan

Baca Juga

Ekonom Apollo: AI Belum Beri Untung bagi Perusahaan Nontekno
Browser Arc Resmi Disuntik Mati, Pengguna Diarahkan Pindah ke Dia
Pejabat PBB: Kesenjangan AI Bisa Perdalam Ketimpangan Global
Linus Torvalds Dukung Pemakaian AI di Kernel Linux, Asal Kompeten
Grok Rilis Tujuh Menit Awal The Odyssey Versi AI Janji Elon Musk
Inggris Siapkan 100 Juta Pound untuk Lab Biosekuriti AI Baru