- Pemain Sassuolo Cristian Volpato melisensikan kembaran AI dirinya kepada Callandor.
- Callandor memegang hak eksklusif atas wajah digital, suara, dan data performa Volpato.
- Kembaran sintetis itu bisa dipakai merek untuk iklan sepanjang tahun.
- Atlet kini berlomba mengamankan hak atas citra AI sebelum dipakai pihak lain tanpa izin.
Cekricek.id — Pemain Sassuolo sekaligus anggota tim nasional Australia, Cristian Volpato, resmi melisensikan kembaran kecerdasan buatan (AI) dirinya. Pemain berusia 22 tahun yang merupakan rekan setim bek Timnas Indonesia Jay Idzes itu menjadi atlet terbaru yang menjual hak atas wajah digitalnya.
Melansir laporan The Guardian, Minggu (25/10/2026), Volpato meneken kesepakatan dengan perusahaan asal California, Amerika Serikat, Callandor pada pertengahan September. Perusahaan itu memperoleh hak eksklusif atas wajah digital, suara, profil biometrik, dan data performa sang pemain.
Callandor akan mencarikan kontrak iklan untuk kembaran AI Volpato dengan imbalan bagi hasil, sekaligus membantu menekan konten yang tidak mendapat persetujuannya. Video promosi buatan AI sudah beredar di media sosial, memperlihatkan Volpato membelah diri menjadi empat klon yang muncul di berbagai lokasi dunia.
Salah satu pendiri Callandor, Michael Fisk, menyebut bisnisnya sebagai pembuat kembaran sintetis. “Cristian terus berlatih. Ia terus bermain. Kalau punya waktu luang, ia mungkin ingin menghabiskannya bersama keluarga dan teman sehingga ia kehilangan banyak peluang penempatan merek. Kembaran sintetis bisa dipakai merek 24 jam sehari sepanjang tahun, asalkan disetujui,” kata Fisk.
Baca juga Pemilik Katalog Elvis Presley Gugat Anthropic atas 274 Lagu
Klon AI Bisa Jadi Pelatih Pribadi
Fisk, mantan eksekutif Sony Pictures dan MGM, juga merancang aplikasi yang memungkinkan penggemar berinteraksi langsung dengan kembaran digital sang atlet. Salah satu idenya adalah aplikasi yang memantau cara pengguna bermain bola, lalu klon Volpato memberi arahan secara langsung.
“Puncak impian seorang atlet adalah punya interaksi satu lawan satu dengan penggemar,” ujar Fisk. Menurutnya, perbedaan antara konten asli dan buatan AI kini hampir mustahil dideteksi, terutama di layar ponsel.
Callandor yang berdiri pada Februari juga menaungi pesepak bola Brasil Jorginho dan pelaut Amerika Serikat Chris Poole. Sebelumnya, pada Juni, bintang Brasil Neymar juga melisensikan wajah AI-nya kepada platform hiburan milik Tiongkok untuk video pendek selama Piala Dunia.
Baca juga Model Suara Dessa Buatan Block Terdengar Seperti Manusia Asli
Balapan Hak atas Wajah Digital
Langkah Volpato muncul ketika bandar taruhan, lembaga penyiaran, dan merek makin sering memakai gambar atlet buatan AI tanpa izin. Bulan ini, Australian Football League (AFL) meminta mitra taruhannya, Sportsbet, berhenti memakai gambar AI para pemain tanpa persetujuan.
Pemimpin perusahaan rintisan Hyperknown di Sydney, William Saunders, menilai para atlet mulai sadar bahwa jika tidak memonetisasi citra AI mereka, pihak lain yang akan melakukannya.
“Kita sedang menyaksikan perlombaan antara apa yang bisa dilakukan teknologi dan apa yang benar-benar diizinkan orang,” kata Saunders. “AI bisa membuat konten berlimpah, tetapi tidak bisa memproduksi izin seseorang.”
Baca juga Grok Rilis Tujuh Menit Awal The Odyssey Versi AI Janji Elon Musk















