- Perpres 107/2026 mengubah impor minyak mentah, BBM, dan LPG menjadi kerja sama antarnegara dan antara pemerintah dengan badan usaha.
- Pengadaan dilakukan Badan Layanan Umum yang ditugaskan pemerintah, lalu Pertamina membeli dari BLU.
- Sekitar 80 persen kebutuhan LPG masih diimpor dari Amerika Serikat.
Cekricek.id — Pemerintah menerbitkan Perpres 107/2026 yang mengubah impor minyak mentah, BBM, dan LPG dari tender antarbadan usaha menjadi kerja sama langsung antarnegara dan antara pemerintah dengan badan usaha.
Menurut keterangan tertulis Kementerian ESDM, Senin (26/10/2026), hal itu disampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers di Jakarta usai rapat antisipasi dampak ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Bahlil menyebut perpres yang telah ditandatangani Presiden Prabowo Subianto itu sebagai babak baru sistem pengadaan energi nasional.
“Selama ini Pertamina melakukan proses B2B, tendernya lama, dan dengan perpres ini kita melakukan G2G dan G2B,” ujar Bahlil.
“Artinya, kita sekarang sudah bisa melakukan pilihan-pilihan negara-negara mana saja yang kita akan ambil,” lanjutnya.
Baca juga: Pengawal Energi Dibuka, Lulusan Muda Awasi BBM di 3.679 SPBU
Menurut Bahlil, dalam sejumlah kasus Pertamina yang sudah memenangi tender dengan harga murah justru kehilangan pasokan karena negara pemasok memilih pembeli yang membayar lebih mahal.
“Pertamina sudah menang dengan harga murah di negara mereka, kemudian setelah itu kalau ada negara lain yang datang membeli dengan harga yang lebih mahal, maka Pertamina selalu dijadikan nomor kesekian,” katanya.
Dalam skema baru, pengadaan dilakukan Badan Layanan Umum (BLU) yang ditugaskan pemerintah, lalu Pertamina membeli dari BLU tersebut.
“Jadi negara ke negara aja udah,” tegas Bahlil.
Pertamina tetap dapat mengimpor langsung dalam kondisi tertentu, yakni saat cadangan nasional sangat tipis atau terjadi gangguan geopolitik di negara sumber minyak, dengan koordinasi bersama BLU.
Baca juga: Penyesuaian Harga BBM di Awal Tahun, Ini Daftar Harga Terbaru di Seluruh SPBU Pertamina
Saat ini sekitar 80 persen kebutuhan LPG masih diimpor dari Amerika Serikat.
Indonesia sudah tidak mengimpor solar, tetapi masih mengimpor bensin RON 90 atau Pertalite serta sebagian RON 92, 95, dan 98.
Minyak mentah juga masih diimpor, meski tidak lagi dari Timur Tengah.
Bahlil dijadwalkan berangkat ke sejumlah negara, termasuk India dan China, untuk memperoleh kepastian pasokan dan kontrak jangka panjang.
Baca juga: Polda Sumbar Ungkap 5 Kasus Penyelewengan BBM Bersubsidi















