- Reflect Orbital ingin meluncurkan 50.000 satelit cermin untuk menerangi Bumi saat malam.
- FCC menyetujui peluncuran satelit demonstrasi pertama pada tahun depan.
- Uji coba cahaya di dekat Lone Pine, California, mengejutkan warga.
- Earthjustice dan ilmuwan iklim mengecam rencana tersebut.
Cekricek.id — Rencana perusahaan rintisan Amerika Serikat memasang ribuan cermin di orbit untuk memantulkan cahaya matahari ke Bumi pada malam hari menuai kecaman dari pegiat lingkungan dan astronom.
Melansir laporan The Guardian, Senin (26/10/2026), perusahaan bernama Reflect Orbital itu baru saja menggelar demonstrasi cahaya malam di dekat kota Lone Pine, kawasan Sierra Nevada, California. Warga setempat dibuat terkejut oleh cahaya sangat terang yang menyorot dari arah pegunungan dan menerangi hamparan gurun di bawahnya.
Reflect Orbital menargetkan peluncuran 50.000 satelit dalam satu dekade ke depan untuk menerangi sejumlah wilayah dunia saat malam. Pada Juli lalu, Komisi Komunikasi Federal AS (FCC) menyetujui rencana perusahaan meluncurkan satelit demonstrasi pertama tahun depan.
Satelit tersebut akan membawa cermin berdiameter 59 kaki atau sekitar 18 meter. Cermin itu dirancang memantulkan sinar matahari dalam berkas selebar sekitar 3 mil, dengan kekuatan mulai dari setara cahaya bulan hingga seterang matahari siang hari.
Baca juga SpaceX Incar 80.000 Menara demi Jadi Operator Seluler di AS
Diklaim untuk Tim SAR
Dalam demonstrasi bulan ini, perusahaan memasang lampu bergerak berukuran besar di dekat Gunung Whitney untuk menyimulasikan sorotan dari luar angkasa. Seorang warga menyebut cahayanya menyilaukan, sementara Reflect Orbital membandingkan pendarannya dengan cahaya bulan purnama.
Menurut juru bicara perusahaan, tim pencarian dan penyelamatan diharapkan menjadi pelanggan pertama mereka. Demonstrasi itu digelar bersama tim SAR setempat. Perusahaan juga menyebut rencana penggunaan lain, mulai dari menyinari lahan pertanian, menggantikan lampu jalan yang rusak, hingga memasok tenaga surya untuk operasi militer melalui aplikasi.
Dikecam Pegiat Lingkungan
Koalisi pegiat lingkungan dan astronom menilai rencana itu mengancam pergantian siang dan malam yang memengaruhi tidur manusia, kehidupan satwa liar, hingga pengamatan bintang dari Bumi.
“Ini proyek yang tolol,” kata Jan Hasselman, pengacara senior di kelompok lingkungan Earthjustice. “Seluruh kehidupan di Bumi berevolusi berdasarkan ritme siang dan malam, dan ada banyak sekali data yang menunjukkan bahwa mengusik ritme ini bukan ide bagus.”
“Usulan 50.000 satelit cermin ini gila dan benar-benar akan mengakhiri langit malam seperti yang kita kenal,” tambahnya.
Pada Agustus, empat kelompok yang diwakili Earthjustice meminta FCC meninjau ulang persetujuannya. Satelit cermin itu akan mengorbit di ketinggian sekitar 645 kilometer sebelum memantulkan cahaya ke Bumi.
Baca juga Blue Planet III Sengaja Pakai Gambar Keruh agar Tak Dikira AI
Ilmuwan Iklim Ikut Bersuara
Reflect Orbital mengklaim teknologinya justru membantu lingkungan karena dapat meningkatkan produksi listrik panel surya pada malam hari sehingga mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Namun, sejumlah ilmuwan iklim memperingatkan bahaya mengutak-atik jumlah energi matahari yang sampai ke Bumi.
“Pemanasan global terjadi karena Bumi mengalami ketidakseimbangan radiasi akibat begitu banyak gas rumah kaca yang kita buang ke atmosfer,” kata David Ho, ilmuwan iklim di University of Hawaii.
“Bayangkan ingin memutar balik cermin-cermin itu supaya Bumi menjadi lebih panas,” ujarnya.
Reflect Orbital menyatakan telah berdiskusi dengan ilmuwan dan astronom agar sorotan cahayanya menghindari situs astronomi, taman nasional, dan kawasan yang kaya satwa liar. Perusahaan juga mengaku menyambut pengawasan dari pemerintah dan regulator.
Baca juga Ekonom Apollo: AI Belum Beri Untung bagi Perusahaan Nontekno















