Persatuan Wanita Republik Indonesia (PERWARI)

Kamus Sejarah Indonesia -

Ilustrasi: Kamus Sejarah Indonesia. [Creator Cekricek.id]

Apa Itu Persatuan Wanita Republik Indonesia (PERWARI)?

Persatuan Wanita Republik Indonesia (PERWARI) adalah organisasi yang didirikan pada 17 Desember 1945 saat dilangsungkannya Kongres Wanita I di Klaten, Jawa Tengah. Kongres ini dihadiri oleh berbagai organisasi wanita kala itu, seperti Perwani, Wani, Muslimat NU, Aisyiyah, Wanita Katolik, Wanita Taman Siswa, dan beberapa organisasi perempuan lainnya.

Berdasarkan kongres tersebut, disepakati membentuk suatu wadah organisasi wanita yang dapat menghimpun seluruh kalangan. Sejak saat itulah digagas pembentukan Perwari sebagai organisasi yang bersifat nasional.

Tujuan pembentukan Perwari untuk memperjuangkan penyempurnaan hak/kewajiban dan peningkatan harkat martabat serta kedudukan wanita Indonesia, sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945.

Organisasi ini juga turut aktif dalam berbagai kegiatan yang diprogramkan pemerintah dalam bidang organisasi, bidang pendidikan, bidang hukum, bidang kesehatan, lingkungan hidup, bidang sosial ekonomi, dan bidang hubungan luar negeri.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Sumpah Terlarang dan Akhir Dinasti Kerajaan Koto Besar Takluk oleh Belanda
Sumpah Terlarang dan Akhir Dinasti Kerajaan Koto Besar Takluk oleh Belanda
Dari Tragedi Karbala ke Pantai Pariaman: Perjalanan Spiritual Tradisi Tabuik
Dari Tragedi Karbala ke Pantai Pariaman: Perjalanan Spiritual Tradisi Tabuik
Siak Lengih dan Masjid Keramat: Warisan Spiritual yang Mengubah Wajah Kerinci
Siak Lengih dan Masjid Keramat: Warisan Spiritual yang Mengubah Wajah Kerinci
Jejak Imperium Terlupakan: Kisah Kerajaan Melayu yang Menguasai Nusantara Selama 9 Abad
Jejak Imperium Terlupakan: Kisah Kerajaan Melayu yang Menguasai Nusantara Selama 9 Abad
Penelitian DNA Membuktikan Kekerabatan Suku Sakai dengan Minangkabau Pagaruyung
Penelitian DNA Membuktikan Kekerabatan Suku Sakai dengan Minangkabau Pagaruyung
Ketika Islam Menulis Ulang Sejarah Minangkabau: Jejak Spiritual dalam Tambo Kuno
Ketika Islam Menulis Ulang Sejarah Minangkabau: Jejak Spiritual dalam Tambo Kuno