- Ratusan dokter berkumpul di luar sidang Asosiasi Medis Dunia di Rotterdam menuntut penangguhan Asosiasi Medis Israel.
- 81 tenaga kesehatan menggantung baju bedah bertuliskan nama tenaga kesehatan Palestina yang ditahan Israel.
- Kampanye IMA Out! menyerahkan petisi yang ditandatangani lebih dari 6.500 tenaga kesehatan dari seluruh dunia.
- Para dokter juga menuntut pembebasan Dr Hussam Abu Safia, kepala Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza.
Cekricek.id — Ratusan dokter berkumpul di luar sidang Asosiasi Medis Dunia (WMA) di Rotterdam, Belanda, pada Sabtu (10/10), menuntut penangguhan Asosiasi Medis Israel (IMA) dari organisasi para dokter itu.
Sebanyak 81 tenaga kesehatan melepas baju bedah mereka dan menggantungnya berjajar menghadap sidang WMA, masing-masing bertuliskan nama tenaga kesehatan Palestina yang kini ditahan Israel, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Sabtu (10/10/2026).
Aksi itu bagian dari protes terhadap keanggotaan IMA di WMA, yang menurut koalisi IMA Out! selaku penyelenggara, telah melanggar hampir semua prinsip etika dalam Kode Etik Kedokteran WMA.
“Baju-baju bedah ini seharusnya tidak kosong. Kolega kami seharusnya bersama pasien mereka, bukan di penjara Israel. Hari ini, kami benar-benar meletakkan nama mereka di depan pintu WMA,” kata Mejrem Ahmetaj, dokter umum dan anggota IMA Out!.
Sejak Oktober 2023, perang Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 1.700 tenaga kesehatan Palestina dan menghancurkan hampir semua rumah sakit serta fasilitas kesehatan di wilayah itu. Kampanye tersebut menuduh IMA berdiam diri saat layanan kesehatan Palestina dihancurkan secara sistematis.
“IMA bukan penonton. IMA membela serangan-serangan ini dan menghalangi kecaman internasional saat layanan kesehatan Palestina dihancurkan. Itu bukan netralitas medis. Itu keterlibatan,” tambah Ahmetaj.
Jonathan Fluxman, dalam pernyataan atas nama IMA Out!, menyebut tiga puluh tahun dialog WMA dengan IMA hanya memberi IMA rasa kebal hukum. “Sudah waktunya asosiasi medis nasional dan WMA bersuara dan bertindak. Putuskan hubungan kalian dengan IMA dan tangguhkan IMA dari WMA sekarang,” ujarnya.
Kampanye IMA Out! menyatakan telah menyerahkan petisi penangguhan IMA yang ditandatangani lebih dari 6.500 tenaga kesehatan dari seluruh dunia. Mereka juga menuntut pertanggungjawaban atas keterlibatan dokter Israel dalam kelaparan, penyiksaan, dan penelantaran medis tahanan Palestina.
Di antara yang ditahan Israel adalah Dr Hussam Abu Safia, kepala Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza, yang penahanannya memicu kecaman internasional. Ia sempat ditahan di kamp Sde Teiman. Para dokter di Rotterdam mengangkat plakat menuntut pembebasannya.
Putra Abu Safia, Elyas, dalam pertemuan yang digelar kampanye itu mengatakan: “Ayah saya dan semua tahanan Palestina harus diperlakukan sesuai etika kedokteran, dan para dokter harus mematuhi sumpah Hipokrates yang telah mereka ucapkan. Perawatan tidak boleh diberikan berdasarkan hidup siapa yang dianggap berharga.”















