Relik Sakral Berbentuk Salib dari Abad Pertengahan Ditemukan di Polandia

Relik Sakral Berbentuk Salib dari Abad Pertengahan Ditemukan di Polandia. [Foto: Istimewa]

Cekricek.id - Dalam sebuah ekspedisi arkeologis di pinggiran desa Widów, Polandia Selatan, tim peneliti berhasil menemukan beragam artifak bersejarah, termasuk sebuah relik sakral berbentuk salib yang sangat langka. Temuan ini berasal dari reruntuhan rumah seorang ksatria dari abad pertengahan, membuka lembaran baru dalam memahami kehidupan dan budaya masa lalu.

Pada Juni lalu, para arkeolog berhasil mengidentifikasi lokasi bekas kediaman ksatria tersebut. Situs ini dulunya merupakan sebuah menara kayu yang berdiri megah di atas bukit, berasal dari rentang waktu antara abad ke-13 hingga abad ke-15.

Hasil investigasi lebih lanjut mengungkapkan keberadaan enkolpion, sebuah medali salib yang terbuat dari paduan tembaga dan memiliki makna religius penting pada masa itu.

Enkolpion, yang dalam bahasa Yunani Kuno berarti "di dada," seringkali dipakai oleh umat Kristen pada masa abad pertengahan dan biasanya dihiasi dengan kutipan atau ilustrasi dari Alkitab Kristen.

Meskipun identitas ksatria pemilik artifak ini masih menjadi misteri, para peneliti menegaskan bahwa enkolpion merupakan bagian dari pakaian keagamaan yang dikenakan oleh para uskup Gereja Ortodoks Timur dan Gereja Katolik Timur.

Selain relik sakral berbentuk salib, tim arkeolog juga menemukan berbagai artifak militer, termasuk tiga pelana kuda besi, sebagian tapal kuda, anak panah busur silang, serta sisa-sisa tali.

Artifak-artifak lain yang ditemukan di bekas kediaman ini antara lain berbagai peralatan dari tanah liat dan besi, seperti kompor, perlengkapan pintu, gembok dan kunci, paku, kait, serta staples. Tim juga menemukan beberapa koin perak dan sisa-sisa ikat pinggang.

Situs ini merupakan bagian dari pemukiman yang lebih besar, yang juga mencakup reruntuan gereja kayu dan pemakaman. Penelitian arkeologis di area ini telah dilakukan sejak pertengahan abad ke-19, namun sebagian besar situs telah rusak akibat aktivitas pertanian.

Penemuan ini tidak hanya menambah koleksi artifak sejarah, tapi juga memberikan wawasan baru tentang kehidupan sosial, budaya, dan religius pada masa abad pertengahan di Polandia.

Para peneliti berharap dapat melanjutkan penelusuran untuk mengungkap lebih banyak lagi misteri yang tersimpan di situs ini.

Bagikan

Baca Juga

Ilustrasi ambang pintu batu andesit berhias relief sulur dan dua ukiran rosette, patah di salah satu ujungnya, tergeletak di antara reruntuhan bata berlumut dengan latar pohon beringin dan sawah
Ambang Pintu 1148 Saka: Siasat Ken Angrok di Kediri
Ratu Maha Maya di Dua Belas Panil Borobudur
Ratu Maha Maya di Dua Belas Panil Borobudur
Ilustrasi lempeng logam pipih bergores dan gulungan pita timah tergeletak di batu tepi sungai bersama daun sirih, pinang belah, dan wadah sesaji anyaman daun, berlatar reruntuhan bata berlumut
Mantra Penolak Bala di Dua Lempeng Timah Jambi
Ilustrasi ruang pamer museum komunitas di pedesaan Jawa Tengah dengan lemari kaca dan rak kayu berisi fosil rahang serta tulang, seorang pemandu berkemeja batik menunjuk vitrin, dan rombongan murid berseragam menyimak
Museum Purbakala Bumiayu, Tumbuh dari Halaman Rumah
Ilustrasi dinding ceruk batu gamping berlapis kerak dengan gambar cadas berpigmen merah pudar bermotif figur manusia berkepala berjumbai, ikan, penyu, dan perahu, dengan lanskap karst serta tambak terlihat di kejauhan
Perahu dan Pemanah di Gambar Cadas Leang Ulu Tedong
Ilustrasi ceruk buatan manusia berlubang masuk persegi dengan pelipit pada tebing batu berlumut di tepi sungai kecil, dikelilingi ladang palawija, pohon aren, dan perbukitan berhutan
Gua Umang Karo: Rumah Makhluk Halus atau Kubur Batu?