Cekricek.id — 288 artikel. Itu seluruh literatur jurnal berbahasa Inggris tentang kohesi tim dalam olahraga yang terindeks Scopus sepanjang 1992 sampai 2024. Angka itu dikumpulkan Siti Dhiya Izdihar, Ali Nina Liche Seniati, dan E. Taru Guritna, peneliti Psikologi Terapan Olahraga, Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia. Mereka menuliskannya dalam Bibliometric Analysis: Mapping Research Trends On Team Cohesion In Sports.
Artikel itu terbit di Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan (JSKK) Volume 11 Nomor 1 tahun 2026, halaman 173 sampai 184. Desainnya analisis bibliometrik atas data sekunder. Sampelnya 288 artikel jurnal, seluruhnya metadata dari satu basis data, Scopus. Tiga perangkat dipakai untuk mengolahnya: Scopus, VOSviewer, dan RStudio dengan paket Bibliometrix. Lima pertanyaan riset diajukan, dari tren publikasi sampai arah tema yang sedang tumbuh.
Angka itu perlu dipecah. Dibagi rentang 1992 sampai 2024, 288 artikel berarti rata-rata di bawah sembilan artikel per tahun. Untuk konstruk yang disebut sentral dalam psikologi olahraga, jumlah itu tipis. Tiga dasawarsa lebih, kurang dari tiga ratus artikel. Sebarannya pun jauh dari rata, dan puncak tahunannya lebih dari empat kali lipat rata-rata tadi.
Daftar Isi
Puncak 39 Artikel pada 2024
Puncaknya 2024, dengan 39 artikel dalam satu tahun. Itu sekitar 13,5 persen dari seluruh 288 artikel, menumpuk di tahun terakhir rentang data. Sebelumnya kurvanya datar. Paper mencatat produksi riset rendah sepanjang 1992 sampai 2005, rentang selama 14 tahun. Kenaikan bertahap baru muncul pada 2006 sampai 2015.
Titik beloknya 2016. Sesudah tahun itu, jumlah publikasi tahunan naik signifikan. Artinya 24 dari 33 tahun rentang data, yakni 1992 sampai 2015, berada di fase rendah atau bertahap. Sembilan tahun terakhir yang menampung lonjakan itu. Bidang ini tua dalam usia, muda dalam volume. Massanya menumpuk di ujung kanan sumbu waktu.
Angka 39 tidak menerangkan mutu. Bibliometrik menghitung jumlah, bukan kekuatan bukti. Satu tahun berisi 39 artikel bisa memuat replikasi, bisa memuat terobosan. Penyaringan datanya memakai lima kriteria inklusi dan empat kriteria eksklusi. Empat tahap kerangka PRISMA dilalui: identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi. Kriteria itu menjaring relevansi, bukan menilai kualitas.
Rentang Sitasi 78 sampai 442
Sepuluh artikel paling banyak dikutip disusun dalam satu tabel. Nilai terendah 78 sitasi, tertinggi 442. Jaraknya 364 sitasi. Artikel teratas dikutip lebih dari lima kali lipat artikel di peringkat sepuluh. Peringkat kedua pun tertinggal 227 sitasi dari peringkat pertama. Untuk daftar sependek sepuluh baris, selisih sebesar itu tidak lazim.
Penulis menafsirkan rentang itu sebagai kekuatan, bukan ketimpangan. “Jumlah sitasi di antara studi teratas berkisar dari 78 sampai 442, yang menunjukkan pengaruh akademik yang kuat dan bertahan lama,” tulis Izdihar dan rekan-rekannya. Izdihar tercatat sebagai penulis korespondensi ketiga peneliti itu. Tafsir mereka sah. Angkanya juga memperlihatkan pemusatan yang tajam.
Pemuncaknya Cohesion and Performance in Sports: a Meta Analysis, karya Carron, Colman, Wheeler, dan Stevens. Artikel itu terbit 2002 di Journal of Sport and Exercise Psychology dan mengumpulkan 442 sitasi. Terbit 2002, artikel itu sudah dikutip selama 24 tahun. Meta-analisis berumur lebih dari dua dasawarsa itu masih menjadi rujukan utama bidang yang puncak produksinya baru terjadi 2024.
Baca juga Hanya Sembilan Riset Butir Pati di Indonesia Sepanjang 2011 hingga 2024
Nama Carron muncul dua kali di tiga besar. Peringkat kedua, Team Cohesion and Team Success in Sport, mengumpulkan 215 sitasi. Penulisnya Albert V. Carron, Steven R. Bray, dan Mark A. Eys. Ketiganya juga disebut paper sebagai penulis paling produktif sekaligus paling berpengaruh di bidang ini. Dua dari tiga artikel teratas berasal dari kelompok nama yang sama.
18,42 Lawan 10,58 per Tahun
Tabel itu memuat satu kolom yang lebih menarik daripada total sitasi: sitasi per tahun. Carron dan kawan-kawan pada 2002 mencatat 18,42 per tahun. Tidak ada yang mendekatinya. Selisihnya dengan pengejar terdekat mencapai 6,18 sitasi per tahun. Dan peringkat kedua pada kolom ini bukan artikel peringkat kedua pada kolom total.
Angkanya begini. Callow dan kawan-kawan, terbit 2009, mengumpulkan 208 sitasi atau 12,24 per tahun. Artikel Hodge, Henry, dan Smith terbit 2014 dengan 127 sitasi, tetapi lajunya 10,58 per tahun. Sementara artikel dengan 215 sitasi tadi hanya mencatat 8,96 sitasi per tahun. Selisih antara 127 dan 215 sitasi mencapai 88.
Selisihnya berarti. Artikel dengan 127 sitasi mengumpulkan lebih cepat ketimbang artikel dengan 215 sitasi. Total sitasi memihak yang tua, laju sitasi memihak yang muda. Pada kolom laju, artikel 215 sitasi itu turun ke urutan keenam. Urutan sepuluh besar berubah tergantung kolom mana yang dibaca. Paper menyajikan keduanya tanpa memilih salah satu.
Empat artikel melewati 10 sitasi per tahun: 18,42; 12,24; 10,58; dan 10,44. Enam sisanya di bawah 10. Terendah 4,78, milik artikel Aoyagi, Cox, dan McGuire yang terbit 2008. Rentang laju sitasi itu, 4,78 sampai 18,42, jauh lebih rapat daripada rentang totalnya. Rasio tertinggi terhadap terendah kurang dari empat kali lipat.
Baca juga Olahraga dan Kerja Fisik Beda Kaitan dengan Demensia
Isi sepuluh artikel itu bergerak ke arah yang mirip. Artikel dengan 120 sitasi, terbit 2013, menempatkan komunikasi antaranggota sebagai mediator antara kepemimpinan transformasional dan kohesi tugas. Artikel dengan 167 sitasi menempatkan kohesi sebagai mediator antara kepercayaan anggota dan performa tim. Dua-duanya menaruh kohesi di tengah rantai, bukan di ujungnya.
Satu artikel menguji intervensi. Studi dengan 109 sitasi, terbit 2008, melacak program penetapan tujuan tim sepanjang satu musim dan mencatat kohesi yang menguat. Artikel dengan 78 sitasi, terbit 2011, menguji persepsi keadilan pelatih pada pemain bola voli dan bola tangan di Belgia dan Norwegia. Jumlah sampel keduanya tidak dicantumkan paper ini.
13, 12, dan 11 Artikel
Jurnal paling produktif adalah Frontiers in Psychology dengan 13 artikel. Disusul Psychology of Sport and Exercise dengan 12, lalu Journal of Applied Sport Psychology dengan 11. Jarak jurnal pertama dan ketiga hanya dua artikel. Tiga jurnal teratas itu bersama-sama memuat 36 artikel. Dari total 288, porsinya sekitar 12,5 persen.
Artinya 13 artikel sudah cukup untuk menjadi jurnal nomor satu. Angka itu setara sekitar 4,5 persen dari 288 artikel. Di bidang yang padat, pemuncak biasanya jauh lebih besar. Sisa 252 artikel tersebar di banyak jurnal lain. Paper sendiri menyebut literatur kohesi tim masih terpecah di antara berbagai perspektif.
Sebaran jurnalnya melebar keluar dari psikologi olahraga. Artikel dengan 167 sitasi terbit di Journal of Occupational and Organizational Psychology. Satu lagi, 154 sitasi, muncul di Journal of Group Dynamics. Dua artikel itu menyumbang 321 sitasi dari luar kandang. Kohesi tim rupanya dibaca juga oleh bidang perilaku organisasi, bukan hanya sains keolahragaan.
Baca juga Analisis Genom Ungkap Spesies Baobab Baru di Madagaskar
Lima Negara, Empat Klaster
Lima negara mendominasi produksi: Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Spanyol, dan Australia. Kelimanya negara maju. Paper mengaitkan dominasi itu dengan ketersediaan dana riset, sistem pelatihan yang mapan, dan jejaring akademik yang sudah lama terbentuk di sains keolahragaan. Paper tidak merinci jumlah artikel untuk masing-masing dari lima negara tersebut. Yang disebut hanya urutannya.
Konsekuensinya dicatat penulis secara terbuka. “Namun, distribusi ini menunjukkan adanya kesenjangan riset di kawasan berkembang, tempat studi kohesi tim masih relatif terbatas,” tulis Izdihar, Seniati, dan Guritna. Dari 288 artikel itu, tidak satu angka pun disebut untuk Indonesia. Kata kunci pencariannya pun berbahasa Inggris, dengan empat istilah alternatif dalam satu operator.
Pemetaan kata kunci dengan VOSviewer menghasilkan empat klaster. Klaster merah menautkan kohesi tim, performa, dan psikologi olahraga. Klaster hijau berisi dinamika kelompok serta hubungan antarpribadi. Klaster biru soal metodologi dan pengukuran. Klaster kuning tentang karakteristik atlet. Ukuran simpul menandai frekuensi kata kunci, warnanya menandai tema. Tidak ada klaster kelima.
Empat klaster untuk 288 artikel berarti struktur intelektual yang ringkas. Instrumen pengukurannya pun terpusat. Paper menyebut Group Environment Questionnaire sebagai alat yang lazim dipakai lintas studi. Kuesioner itu dikembangkan Carron, Widmeyer, dan Brawley pada 1985, empat puluh satu tahun sebelum paper ini terbit. Instrumen setua itu masih menopang perbandingan antarstudi.
Dua Angka yang Bertabrakan
Ada dua tempat di paper yang angkanya tidak konsisten. Pertama, tahun terbit artikel peringkat kedua. Badan artikel menulis 2010, sedangkan tabel menulis 2002. Daftar pustakanya mencantumkan 2010 untuk judul yang sama. Satu judul, dua tahun berbeda, selisih delapan tahun. Pembaca tidak punya dasar untuk mengunci mana yang benar.
Kedua, soal usia atlet. Klaster kuning disebut menunjukkan mayoritas studi berfokus pada populasi remaja dan dewasa muda. Namun bagian diskusi menyatakan sebaliknya: sebagian besar studi berfokus pada atlet dewasa, sementara populasi lebih muda dan lebih tua kurang dijelajahi. Satu dari dua pernyataan itu keliru, dan paper tidak menjelaskan yang mana.
Batas penelitian ini perlu disebut terang-terangan. Seluruh 288 artikel berasal dari satu basis data dan hanya yang berbahasa Inggris. Buku, bab buku, prosiding, dan editorial dikeluarkan. Basis data lain seperti Google Scholar dan PsycINFO sengaja tidak dipakai. Riset berbahasa Indonesia yang tidak terindeks Scopus otomatis tidak terhitung. Angka 288 mengukur satu basis data, bukan seluruh dunia riset.
Batas kedua lebih mendasar. Bibliometrik menghitung publikasi dan sitasi, bukan menguji kohesi pada atlet. Angka 442 mengukur seberapa sering artikel dirujuk, bukan seberapa benar isinya. Kohesi tugas disebut lebih kuat berhubungan dengan performa dibanding kohesi sosial, dan itu tetap berupa hubungan. Bukan sebab-akibat.
Paper menutup dengan catatan bahwa desain longitudinal masih terbatas dan populasi atlet perlu diperluas. Angka terakhir yang tersisa adalah 39, jumlah artikel pada 2024. Angka itu hanya menghitung apa yang sudah terbit. Apakah ia akan terus naik atau justru turun sesudahnya, data yang berhenti di 2024 tidak menjawabnya.













