Iskaq Tjokrohadisurjo

Iskaq Tjokrohadisurjo adalah merupakan salah satu pendiri dari Partai Nasional Indonesia (PNI). Pada suatu rapat di Regentsweg (sekarang Jalan Dewi Sartika) Bandung yang dihadiri oleh Iskaq, Sukarno, Sartono, Budiarto Martoatmojo, Sunario, Samsi Sastrowidagdo, Anwari, dan Cipto Mangoenkusumo, mereka memutuskan mendirikan Perserikatan Nasional Indonesia pada 4 Juli 1927.

Iskaq Tjokrohadisurjo. [Foto: Istimewa]

Siapa Iskaq Tjokrohadisurjo?

Iskaq Tjokrohadisurjo adalah merupakan salah satu pendiri dari Partai Nasional Indonesia (PNI). Pada suatu rapat di Regentsweg (sekarang Jalan Dewi Sartika) Bandung yang dihadiri oleh Iskaq, Sukarno, Sartono, Budiarto Martoatmojo, Sunario, Samsi Sastrowidagdo, Anwari, dan Cipto Mangoenkusumo, mereka memutuskan mendirikan Perserikatan Nasional Indonesia pada 4 Juli 1927.

Persarikatan ini kemudian mengubah diri menjadi partai pada Kongres pertama di Surabaya 28 - 30 Mei 1928. Kongres memutuskan mengangkat Sukarno sebagai ketua Partai Nasional Indonesia dan Iskaq sebagai sekretaris merangkap bendahara.

Iskaq Tjokrohadisurjo adalah pengacara lulusan negeri Belanda. Ia mendirikan biro hukum di Bandung dan bergaul dengan tokoh-tokoh pergerakan lainnya.

Pada 17 Desember 1927 terbentuk Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI) dengan Iskaq sebagai ketua.

Aksi pertamanya adalah melakukan pertemuan yang diikuti PNI, PSII, Budi Utomo, Kaum Betawi, dan Serikat Sumatera untuk menghimpun dana guna menunjang aktivitas pergerakan pada 25 Maret 1928.

PPPKI melancarkan aksi serentak di Jakartam Surabaya dan Mataram pada 1 September 1929. Akibat aksi ini banyak tokoh pergerakan ditangkap termasuk Iskaq yang dijebloskan ke penjara Banceuy.

Beberapa minggu kemudian Iskaq dibebaskan tetapi tidak diperkenankan tinggal di Bandung. Ia pindah ke Manado dan membuka kantor advokat pada 1930.

Tatkala PNI dibubarkan dan Pertindo didirikan, Iskaq dipilih koleganya sebagai ketua Partindo cabang Manado. Karena tidak boleh lagi di Bandung, Iskaq pindah ke Sulawesi pada 1930.

Ia membuka kantor advokat di Manado. Di sana Iskaq Tjokrohadisurjo mendapat berita Sartono dan kawan-kawannya telah membubarkan PNI, dan sebagai gantinya ialah mendirikan partai baru bernama Partai Indonesia, disingkat Partindo.

Setelah proklamasi, Iskaq sempat menjadi Residen Banyumas. Ia juga menjadi anggota delegasi Perundingan Renville.

Pada masa pemerintahan Presiden Sukarno, Iskaq Tjokrohadisurjo pernah menduduki jabatan Hakim Negara, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Perekonomian.

Saat PNI difusikan menjadi PDI pada 10 Januari 1973, Iskaq sebagai tokoh PNI tidak bersedia bergabung dalam PDI, sehingga ia menarik diri dari dunia politik.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Ilustrasi pahatan relief batu candi memperlihatkan pemanah menarik busur
Busur di Relief Candi Menyusut Delapan Abad, dari Vansa ke Saranga
Ilustrasi detail relief batu candi memperlihatkan sosok bermahkota berkepala banyak
Rahwana Berkepala Tujuh di Prambanan, Manusia Biasa di Panataran
Ilustrasi undakan batu andesit menembus padang rumput di punggungan gunung berkabut
Api Merbabu Menyingkap Tangga Batu dan Prasasti 1527 Masehi
Ilustrasi pertunjukan wayang kulit dengan iringan gamelan pada malam hari
Prasasti 907 Masehi Menyebut Wayang, Kabar Tertua Pertunjukan Jawa
Ilustrasi tumpukan kain tenun tradisional berlatar permukaan batu prasasti
Dua Kain yang Hanya Boleh Dimiliki Raja pada Masa Mpu Sindok
Ilustrasi arca batu dewa matahari di relung dinding candi
Menelusuri Tujuh Arca Dewa Surya di Jawa dari Kediri sampai Prambanan