Studi Ungkap Potensi Ganja Tingkatkan Kesadaran Emosional

Ilustrasi. [Foto: Dibuat oleh Kreator Cekricek.id]

Cekricek.id - Penelitian terbaru yang dimuat dalam Journal of Neuroscience Research telah mengungkap potensi unik dari ganja dalam meningkatkan pemahaman emosional dan empati. Dengan fokus pada penggunaan ganja secara teratur, studi ini menawarkan perspektif baru tentang bagaimana zat ini dapat mempengaruhi koneksi otak, khususnya di area yang berhubungan dengan empati, seperti anterior cingulate.

Penelitian ini menyoroti kemampuan ganja untuk meningkatkan empati, memberikan wawasan baru tentang cara mengobati gangguan interaksi sosial.

Dengan mengkaji penggunaan ganja secara teratur, studi ini mengaitkannya dengan peningkatan tingkat empati, menawarkan bukti tambahan tentang manfaat terapeutiknya dalam mengatasi gangguan sosial.

Dalam penelitian yang dipublikasikan pada 8 November, para peneliti menggunakan asesmen psikologis untuk menilai kemampuan individu dalam memahami emosi orang lain.

Mereka yang teratur menggunakan ganja, atau marijuana, menunjukkan kemampuan yang lebih tinggi dalam aspek ini.

Hasil pencitraan otak juga menunjukkan bahwa koneksi di anterior cingulate para pengguna ganja—area yang sering terpengaruh oleh ganja dan berkaitan dengan empati—lebih kuat terhubung dengan area otak yang berperan dalam merasakan keadaan emosional orang lain.

Penelitian ini melibatkan 85 pengguna ganja teratur dan 51 orang yang tidak mengonsumsinya. Mereka menjalani tes psikometrik, dan sebagian kecil dari mereka, yang terdiri dari 46 pengguna dan 34 non-pengguna, menjalani pemeriksaan pencitraan resonansi magnetik fungsional.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa individu yang sering menggunakan ganja mungkin lebih peka terhadap emosi orang lain.

Temuan ini membuka jalan baru dalam mempertimbangkan penggunaan ganja dalam skenario terapeutik untuk gangguan sosial.

"Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan, hasil ini membuka jendela baru yang menarik untuk mengeksplorasi efek potensial ganja dalam membantu pengobatan kondisi yang melibatkan defisit dalam interaksi sosial, seperti sosiopati, kecemasan sosial, dan gangguan kepribadian penghindar, di antara kondisi lainnya," ujar Dr. Víctor Olalde-Mathieu, salah satu penulis dari Universidad Nacional Autónoma de México.

Bagikan

Baca Juga

Audiensi FK-KMK UGM dengan jajaran RSUD Tais membahas kerja sama layanan kesehatan.
UGM dan RSUD Tais Jajaki Kerja Sama Dokter Spesialis
Distribusi bantuan kesehatan bagi warga terdampak kabut asap karhutla.
Karhutla, Kemenkes Kerahkan 314 Nakes ke 7 Provinsi
Ilustrasi model organ hati manusia.
Hormon Penekan Nafsu Makan Ternyata Lindungi Hati
Ilustrasi lansia berolahraga
Olahraga dan Kerja Fisik Beda Kaitan dengan Demensia
Suasana jalan di Addis Ababa ibu kota Ethiopia
Jelaga Addis Ababa 9 Kali Lebih Pekat dari Kota AS
Dosen tamu Universiti Teknologi Malaysia memberi kuliah umum di Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta
Dosen Bung Hatta Riset Implan Gigi dari Tulang Sapi