Peneliti OIST Ciptakan Saklar Molekul Cahaya yang Bisa Berpendar dan Berubah Struktur

Ilustrasi model molekul berwarna biru dan ungu yang berpendar.

Ilustrasi model molekul. Ini bukan foto laboratorium OIST. [Foto: Ilustrasi/Pexels]

Cekricek.id — Tim peneliti Okinawa Institute of Science and Technology (OIST) Graduate University di Jepang mengembangkan senyawa multifungsi yang bisa berubah struktur secara reversibel ketika disinari cahaya ultraviolet, lewat reaksi pembukaan dan penutupan cincin molekul. Molekul ini turut memancarkan pendar (fluoresensi) saat berubah struktur, sehingga perubahan kondisinya mudah dideteksi.

Temuan itu dipaparkan Fathy Hassan, peneliti di Pi-Conjugated Polymers Unit OIST, bersama Christine Luscombe, profesor sekaligus kepala unit tersebut, lewat artikel Dihydrobenzofuro[3,2-b]benzofuran: a light-driven molecular switch with fluorescence switching, bistability, and intrinsic chirality dalam jurnal Chemical Science, 20 Juli 2026.

Dikutip dari rilis OIST yang disiarkan EurekAlert, Rabu (12/8/2026), molekul itu “terbuka” di bawah sinar bergelombang 285 nanometer, memutuskan satu ikatan karbon-oksigen. Pada kondisi terbuka ini molekul memancarkan pendar sehingga perubahan strukturnya mudah dilihat. Reaksi ini bisa dibalik memakai sinar bergelombang 325 nanometer.

Kontrol Arah Reaksi Lewat Gugus Samping

Christine Luscombe, kepala Pi-Conjugated Polymers Unit OIST, menjelaskan kebutuhan di balik pengembangan material semacam ini.

“Teknologi optik dan material pintar membutuhkan bahan yang responsif terhadap cahaya dan rangsangan eksternal lain,” kata Luscombe.

Fathy Hassan, penulis utama studi, menekankan pendekatan lintas disiplin yang dipakai timnya untuk memahami perilaku saklar molekul ini secara menyeluruh.

“Dengan menggabungkan sintesis organik, kimia komputasi, spektroskopi, dan kristalografi, kami mendapat pemahaman lebih dalam soal saklar molekul ini,” tutur Hassan.

Tim peneliti menunjukkan kontrol arah reaksi bisa dicapai dengan menyisipkan gugus samping molekul yang berbeda-beda, sehingga arah pembukaan atau penutupan cincin molekul bisa diarahkan sesuai kebutuhan aplikasinya.

Melengkapi Riset Material Canggih Lain

Riset OIST ini menambah daftar terbaru studi material canggih yang diberitakan Cekricek.id, termasuk Kerutan Sub-Nanometer pada Grafena Terbukti Ubah Sifat Listrik Materialnya Sendiri dan Titik Kuantum dari Selulosa Tingkatkan Produksi Hidrogen Fotokatalitik hingga 69 Persen, yang sama-sama menyoroti bagaimana rekayasa struktur molekul dalam skala nano membuka aplikasi baru di bidang material dan energi.

Molekul yang bersifat intrinsically chiral hasil riset tim OIST turut memperlihatkan dua bentuk enantiomer (bayangan cermin molekul) dengan spektrum dikroisme sirkular yang berlawanan, sebuah sifat yang berpotensi dimanfaatkan untuk pengembangan sensor optik dan material fotonik generasi berikutnya.

Baca Juga

Ilustrasi abstrak struktur molekul material nano
Kerutan Sub-Nanometer pada Grafena Terbukti Ubah Sifat Listrik Materialnya Sendiri
Ilustrasi botol-botol produk perawatan tubuh dan kosmetik tersusun di rak kamar mandi
98 Persen Produk Perawatan dan Pembersih Rumah Tangga Simpan Bahan Kimia Tak Tercantum di Label
Dua stik pengendali konsol permainan dengan lampu biru menyala di atas permukaan gelap
Bos Take-Two Sebut Harga GTA 6 80 Dolar AS Justru Murah
Deretan jendela kaca dan panel logam pada fasad sebuah gedung perkantoran modern
Brad Lightcap Mundur dari OpenAI Setelah Delapan Tahun
Tangan memegang ponsel pintar yang menampilkan kartu profil sebuah aplikasi kencan
Bumble Hapus Aturan Perempuan Kirim Pesan Pertama
Labu kaca berisi cairan yang dipanaskan di laboratorium kimia
Katalis Platina di Atas Alumina Hasilkan Hidrogen dari Metanol 2,5 Kali Lipat, Masih Skala Laboratorium