Titik Kuantum dari Selulosa Tingkatkan Produksi Hidrogen Fotokatalitik hingga 69 Persen

Ilustrasi peralatan laboratorium kimia dengan labu dan tabung reaksi

Ilustrasi ini bukan foto eksperimen tim Shenyang Agricultural University yang sebenarnya. [Foto: Ilustrasi/Pexels]

Cekricek.id — Tim peneliti Shenyang Agricultural University di China berhasil meningkatkan efisiensi produksi hidrogen lewat cahaya tampak dengan menempelkan titik kuantum karbon berbahan selulosa ke permukaan katalis kadmium sulfida (CdS). Dalam pengujian laboratorium, komposit hasil modifikasi itu menghasilkan 7.812,5 mikromol hidrogen per gram dalam lima jam, naik hampir 69 persen dibanding katalis CdS tanpa modifikasi yang hanya menghasilkan 4.633,5 mikromol per gram pada rentang waktu sama.

Temuan itu dipaparkan Quan Sophia He, penulis koresponden studi dari Shenyang Agricultural University, bersama Wang Z., Changotra R., Dong G., dan Yang J., lewat artikel Cellulose carbon quantum dots decorated CdS nanocatalyst for enhanced visible-light photocatalytic hydrogen evolution dalam jurnal Sustainable Carbon Materials pada 2026.

Selulosa Limbah Pertanian Diubah Jadi Titik Kuantum Karbon

Tim memproduksi titik kuantum karbon (CQD) itu dari selulosa lewat proses hidrotermal, kemudian menempelkannya ke permukaan nanopartikel kadmium sulfida. Analisis mikroskopis menunjukkan ukuran rata-rata titik kuantum itu hanya 3,5 nanometer dengan keberhasilan penempelan yang baik pada permukaan katalis.

“Dengan memperbaiki pemisahan muatan di antarmuka, titik kuantum karbon itu membuat lebih banyak energi cahaya yang terserap ikut berkontribusi pada produksi hidrogen,” kata He.

Mengatasi Kelemahan Klasik Katalis Kadmium Sulfida

Kadmium sulfida lama dikenal sebagai bahan fotokatalis yang menjanjikan untuk memecah air menjadi hidrogen memakai cahaya matahari, karena mampu menyerap spektrum cahaya tampak dengan baik. Masalahnya, elektron dan lubang muatan yang terbentuk saat cahaya diserap cenderung cepat bergabung kembali sebelum sempat memicu reaksi kimia, sehingga efisiensinya rendah.

Penambahan titik kuantum karbon berbahan selulosa itu berfungsi memperlambat penggabungan kembali muatan tersebut, sehingga lebih banyak elektron yang tersedia untuk mereduksi air menjadi gas hidrogen. Karena selulosa merupakan bahan baku murah dan melimpah dari limbah pertanian, pendekatan ini berpotensi menekan biaya produksi katalis dibanding memakai titik kuantum berbahan logam atau karbon sintetis lain yang lebih mahal.

Masih Tahap Laboratorium, Belum Skala Industri

Tim menegaskan hasil ini baru diuji dalam skala laboratorium memakai reaktor fotokatalitik kecil, sehingga performanya pada skala industri dengan paparan sinar matahari nyata masih perlu diverifikasi lebih lanjut. Kestabilan katalis dalam pemakaian berulang serta ketahanannya terhadap pengotor dalam air baku juga belum diuji dalam publikasi ini.

Baca juga: Katalis Platina di Atas Alumina Hasilkan Hidrogen dari Metanol 2,5 Kali Lipat, Masih Skala Laboratorium

Baca juga: Katalis Perak Berpindah Titik Reaksi Bergantung Arah Kerja Sel Oksida Padat

Baca Juga

Penandatanganan nota kesepahaman kerja sama perdagangan listrik lintas batas Danantara Indonesia dan Singapura
Danantara dan Singapura Percepat Kerja Sama Perdagangan Listrik Lintas Batas
Alat berat memuat tumpukan batu bara ke bak truk di area penimbunan dekat pabrik
Harga Batubara Acuan Awal Agustus 2026 Turun 5,62 Persen ke USD 124,44 per Ton
Labu kaca berisi cairan yang dipanaskan di laboratorium kimia
Katalis Platina di Atas Alumina Hasilkan Hidrogen dari Metanol 2,5 Kali Lipat, Masih Skala Laboratorium
Dua peneliti berjas laboratorium bekerja di dekat instrumen, sementara seorang lainnya mencatat di depan komputer
Katalis Perak Berpindah Titik Reaksi Bergantung Arah Kerja Sel Oksida Padat
Fasilitas produksi minyak dan gas bumi
ICP Juli 2026 Turun ke US$81,68 per Barel Seiring Pulihnya Pasokan Minyak Dunia
Ilustrasi hamparan panel surya di kawasan pertanian
Petani Mungka Berhenti Beli Solar Setelah Terima Irigasi Panel Surya dari UNP