Cekricek.id — Kepolisian Federal Australia mendakwa seorang pria berusia 27 tahun berkewarganegaraan ganda Australia-Rusia atas dugaan upaya membocorkan informasi intelijen militer Ukraina kepada Rusia, menurut laporan Al Jazeera, Jumat (21/08/2026).
Media itu melaporkan pria tersebut, yang identitasnya belum diungkap ke publik, dijadwalkan tampil di pengadilan Brisbane pada Jumat itu juga dengan dakwaan campur tangan asing. Menurut keterangan polisi, pria itu diduga bepergian ke Rusia untuk mengikuti pelatihan pada Oktober 2024, kemudian menjalin kontak dengan sejumlah orang yang ia yakini mewakili badan intelijen Rusia. Ia lantas bergabung dengan militer Ukraina pada Mei 2025 dan memperoleh akses terhadap informasi personel serta lokasi militer, yang kemudian diduga ia bagikan kepada pihak-pihak yang ia percaya bertindak atas nama dinas rahasia Rusia.
Baca juga Roblox Wajib Diaudit Independen demi Anak Australia
Komisioner Kepolisian Federal Australia, Krissy Barrett, menegaskan sikap tegas lembaganya terhadap kasus semacam ini. “Kami tidak ingin Australia menjadi tempat berlindung yang aman bagi orang-orang yang melakukan campur tangan asing atas nama negara lain,” kata Barrett.
Baca juga Australia Perketat Iklan Judi, Bandar Wajib Tandai Pecandu
Wakil Direktur Jenderal Organisasi Intelijen Keamanan Australia (ASIO), Claire McGuinness, menambahkan peringatan serupa. “Kasus ini harus menjadi peringatan bagi rezim-rezim yang melakukan campur tangan asing: kami tidak memberi toleransi sama sekali,” ujar McGuinness.
Baca juga Australia Vaksinasi 5.000 Penguin Kecil Lawan Flu Burung
Kasus ini menjadi salah satu dari sederet operasi penegakan hukum Australia terhadap dugaan aktivitas intelijen asing di dalam negeri dalam beberapa tahun terakhir, di tengah meningkatnya kekhawatiran negara-negara Barat atas jaringan mata-mata Rusia yang mengincar informasi terkait perang di Ukraina.
















