BP Raih Lisensi Gas Loran Fase Dua di Venezuela Bersama Mitra Teluk

Anjungan pengeboran lepas pantai di tengah laut

Ilustrasi anjungan pengeboran lepas pantai. [Foto: Pexels]

Cekricek.id — Raksasa energi BP kembali masuk ke Venezuela setelah memperoleh hak operator proyek gas lepas pantai Loran Fase 2. Perusahaan asal Inggris itu menggarapnya bersama XRG asal Abu Dhabi dan UCC Oil and Gas Holding asal Qatar, dengan cadangan gas terbukti lebih dari empat triliun kaki kubik di blok tersebut.

Konsorsium Bersama Abu Dhabi dan Qatar

Mengutip Euronews, Jumat (14/8/2026), penandatanganan berlangsung di Caracas pada Kamis (13/8/2026). Ketiga perusahaan memegang hak kerja yang sama besar, sementara BP bertindak sebagai operator. Lisensi itu masih menunggu sejumlah persetujuan regulator.

XRG merupakan lengan investasi internasional ADNOC, perusahaan minyak nasional Abu Dhabi, sedangkan UCC adalah konglomerat swasta Qatar. Bagi keduanya, ini merupakan langkah pertama masuk ke Venezuela. PDVSA Gas, divisi gas perusahaan energi negara Venezuela, mengalihkan sebagian sahamnya kepada XRG.

Presiden sementara Venezuela Delcy Rodríguez hadir dalam upacara yang disiarkan televisi negara. Dalam pernyataan berbahasa Inggris yang dikutip Venezuelanalysis, Jumat (14/8/2026), ia menyambut kesepakatan itu.

“I salute this historical moment and thank you for setting up this consortium to achieve such an important agreement for Venezuela,” ujar Rodríguez, bahwa ia memberi hormat pada momen bersejarah tersebut dan berterima kasih atas terbentuknya konsorsium untuk mencapai kesepakatan yang penting bagi Venezuela. Pada kesempatan yang sama ia menyatakan menaruh perhatian khusus pada gas untuk mendorong pembangunan nasional.

Baca juga: Ekspor Nonmigas Juni Naik 8,68 Persen, Defisit Dagang Menyusut Jadi USD 0,45 Miliar

Kepala Eksekutif BP Meg O’Neill dan Wakil Presiden Senior BP untuk Amerika Latin dan Karibia David Campbell menuntaskan perjanjian itu dalam kunjungan ke Caracas. O’Neill menyebut pemberian lisensi Loran Fase 2 “builds on the strong collaboration we have established with the government of Venezuela”, yakni melanjutkan kerja sama erat yang telah dibangun perusahaannya dengan pemerintah Venezuela.

Kehadiran dua perusahaan Teluk dalam satu konsorsium bersama BP memperlihatkan pola pembiayaan baru untuk proyek migas di Amerika Latin. Modal dari Abu Dhabi dan Doha masuk ke wilayah yang selama satu dekade terakhir dijauhi perusahaan Barat, sementara BP menyumbang kemampuan teknis sebagai operator lapangan. Pembagian hak kerja yang sama besar membuat risiko biaya pengembangan terbagi rata di antara ketiganya.

Ladang yang Membelah Batas Maritim

Loran adalah bagian Venezuela dari akumulasi gas Loran-Manatee yang membentang melintasi batas maritim dengan Trinidad dan Tobago. Total gas yang dapat dipulihkan dari akumulasi itu diperkirakan sekitar sepuluh triliun kaki kubik. Struktur lintas batas semacam ini menuntut koordinasi antara dua pemerintahan sekaligus.

Shell lebih dulu mengantongi lisensi fase pertama Loran pada Juni dan tengah mengembangkan Manatee dengan cadangan 2,7 triliun kaki kubik di sisi Trinidad. Gas perdana dari Manatee dijadwalkan mengalir tahun depan. BP kini berencana mengembangkan kedua fase di sisi Venezuela secara paralel.

Baca juga: Kadin Gandeng Pegadaian Dorong Emas Jadi Instrumen Tabungan dan Investasi

Pada hari yang sama, BP juga meneken nota kesepahaman untuk eksplorasi di Blok Carúpano Timur, wilayah yang masuk dalam proyek Mariscal Sucre. Blok-blok gas lain di perairan Venezuela mencakup Dragon dengan sekitar empat triliun kaki kubik dan Cocuina-Manakin dengan sekitar satu triliun kaki kubik.

Pembukaan Sektor Energi Pasca-Maduro

Kesepakatan ini menjadi penanda paling jelas bahwa pembukaan sektor energi Venezuela bagi investor asing, menyusul lengsernya Nicolás Maduro, berjalan makin cepat. Sejak Januari 2026, Eni dan Repsol lebih dulu meneken perjanjian eksplorasi dengan Caracas. Sebelumnya BP menandatangani nota kesepahaman di Istana Miraflores dan mengumumkan rencana membuka kantor permanen di Caracas.

Pemerintah Venezuela merevisi Undang-Undang Hidrokarbon dengan memangkas royalti dan pajak untuk menarik modal asing ke sektor migas. Sejumlah perusahaan besar merespons dengan mengajukan lisensi eksplorasi dan produksi di blok-blok lepas pantai yang selama bertahun-tahun tidak tergarap.

Kendati begitu, produksi minyak Venezuela belum bergerak banyak. Angka produksi tercatat stagnan di kisaran 1,117 juta barel per hari pada Juli 2026. Proyek gas lepas pantai membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum menghasilkan aliran komersial, sehingga dampak kesepakatan BP terhadap pasokan energi kawasan Karibia baru akan terlihat pada akhir dekade ini.

Gas dari kawasan Deltana selama ini dilihat sebagai pemasok potensial bagi fasilitas pencairan gas alam di Trinidad dan Tobago yang beroperasi di bawah kapasitas karena cadangan domestiknya menyusut. Skema itu menuntut kesepakatan lintas batas yang terpisah dari lisensi yang baru diteken.

Baca juga: Inggris Larang Barbeku Sekali Pakai dan Kerahkan Militer

Belum ada keterangan mengenai nilai investasi maupun jadwal pengeboran pertama Loran Fase 2. BP juga belum mengumumkan tenggat persetujuan regulator yang masih dinantikan sebelum pekerjaan lapangan dimulai.

Baca Juga

Komponen drone dirakit di atas meja kerja
AS Kenakan Tarif hingga 100 Persen bagi Drone Impor, Uni Eropa Dibatasi 15 Persen
Petugas kesehatan bekerja di lokasi penanganan wabah Ebola
Kasus Ebola Kongo Tembus 4.665, Africa CDC Desak Vaksinasi Segera
Warga melintasi kawasan yang terendam banjir di Jepang
Hujan Rekor Rendam Chiba Jepang, Sembilan Tewas dan 400.000 Warga Mengungsi
Pesawat tempur melintas di udara
Jet Spanyol Tembak Jatuh Drone di Langit Romania, NATO Duga Milik Rusia
Kendaraan lapis baja dan bendera Korea Selatan serta Amerika Serikat
Korut Ancam Balasan Berlipat Jelang Latihan Militer Korsel-AS
Rombongan berjalan memasuki kompleks Kuil Yasukuni di Tokyo
Menhan Jepang Ziarah ke Kuil Yasukuni, China dan Korsel Protes