- Amerika Serikat membatalkan foto bersama menteri luar negeri G20 setelah pejabat Eropa menolak berfoto dengan Sergey Lavrov.
- Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul menegaskan tidak akan ada foto keluarga bersama Lavrov.
- Pertemuan di Atlanta dibayangi perang di Ukraina dan Iran, sementara Ukraina tidak diundang.
- Tidak ada pernyataan bersama yang diharapkan, Washington akan menerbitkan ringkasan ketua.
Cekricek.id — Amerika Serikat membatalkan sesi foto bersama G20 para menteri luar negeri setelah pejabat Eropa menolak berfoto bersama Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.
Langkah itu memperlihatkan keretakan mendalam di tubuh Kelompok 20 (G20), yang para menteri luar negerinya bertemu di Atlanta, kota di selatan AS, dalam perundingan yang dibayangi perang di Ukraina dan Iran, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Jumat (30/10/2026).
“Tidak akan ada foto keluarga yang menampilkan mitra-mitra Eropa kami bersama Tuan Lavrov,” kata Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul, seperti dikutip kantor berita dpa.
Lavrov, yang masih dikenai sanksi Barat sejak invasi skala penuh Rusia ke Ukraina pada 2022, tiba di Atlanta menjelang perundingan, menurut media pemerintah Rusia. Moskow pada Kamis menyatakan Lavrov akan memakai pidatonya untuk menentang sanksi internasional.
Menurut surat kabar The National yang berbasis di Abu Dhabi, Ukraina tidak diundang. Sebuah sumber diplomatik kepada kantor berita AFP mengatakan kehadiran Rusia di G20 “sama sekali tidak melegitimasi tindakannya”.
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Kaja Kallas pada Kamis berjanji mendesak mitra G20 memperkuat dukungan bagi Ukraina dan menuntut pertanggungjawaban lewat pengadilan khusus dan komisi klaim. Janji itu disampaikan setelah serangan Rusia ke sebuah stasiun kereta di Ukraina menewaskan sedikitnya 14 orang pada hari itu.
Pertemuan ini juga berlangsung beberapa pekan setelah Presiden AS Donald Trump menerbitkan pengecualian sanksi yang membolehkan Rusia mengekspor solar untuk meredam harga bahan bakar menjelang pemilu sela 3 November.
Rubio Serukan Kerja Sama, G20 Tanpa Pernyataan Bersama
Saat membuka perundingan, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mendesak anggota bekerja sama menghadapi krisis ekonomi dan geopolitik yang mengancam perdagangan global, pasokan energi dan pangan, serta kebebasan navigasi, menurut dpa.
Iran memblokade Selat Hormuz setelah serangan AS-Israel dimulai pada akhir Februari, dan harga energi global naik tajam sejak itu.
“Keamanan maritim dan keamanan pangan sama-sama menggerakkan keamanan ekonomi,” tulis Rubio di X.
Pernyataan bersama tidak diharapkan. Sumber diplomatik kepada AFP menyebut Washington akan menerbitkan ringkasan ketua yang telah disusunnya. “G20 tidak lagi menjadi forum tempat para menteri luar negeri bisa mencapai kesepakatan atas sebuah pernyataan,” tambah sumber itu.
Belum ada pemerintah yang menyatakan apakah Rubio dan Lavrov akan menggelar pertemuan bilateral resmi.
China mengirim Wakil Menteri Luar Negeri Eksekutif Ma Zhaoxu menggantikan Menteri Luar Negeri Wang Yi, menurut daftar delegasi Departemen Luar Negeri AS. Afrika Selatan, anggota pendiri G20, dikeluarkan oleh Washington, sementara Uni Afrika diwakili Edouard Bizimana dari Burundi.
Perundingan Atlanta merupakan pertemuan tingkat menteri terakhir dalam kepresidenan G20 AS sebelum para pemimpin bertemu di Miami pada 14–15 Desember.















