- Maria Corina Machado berterima kasih kepada pemerintahan Trump atas penculikan Nicolas Maduro pada Januari.
- Machado menyerukan pemilu Venezuela digelar tahun depan dalam pernyataan publik pertamanya sejak pulang dari pengasingan.
- Delcy Rodriguez berjanji pemilu digelar dengan dunia sebagai saksi, tetapi tidak menyebut tanggalnya.
- Machado mengkritik kesepakatan minyak dengan AS karena dinilai tidak mencerminkan transparansi yang diinginkan warga.
Cekricek.id — Pemimpin oposisi Venezuela Maria Corina Machado berterima kasih kepada pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump karena telah membuka “pintu air menuju kebebasan” lewat penculikan Presiden Nicolas Maduro pada Januari.
Peraih Nobel Perdamaian itu pada Kamis juga menyerukan agar pemilu digelar di Venezuela tahun depan, dalam pernyataan publik pertamanya sejak pulang dari pengasingan selama lebih dari 10 bulan, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Jumat (30/10/2026).
“Berkat visi, keberanian, dan tindakan mereka pada 3 Januari, pintu air menuju kebebasan telah terbuka,” kata Machado dalam konferensi pers di Caracas. Ia menyebut nama Trump, pemerintahannya, dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.
Menurut Machado, Rubio “telah menyusun rangkaian langkah menuju transisi demokrasi yang menegaskan penyelenggaraan pemilu presiden pada 2027”.
Machado pernah memuji Trump sebelumnya, termasuk menyerahkan medali Nobel miliknya kepada sang presiden. Trump sangat mendambakan hadiah itu untuk dirinya pada 2025.
Machado, aktivis yang sudah lama berkiprah, meninggalkan Venezuela menuju Oslo pada Desember untuk menerima Nobel Perdamaian. Pada Kamis, ia mengatakan pulang untuk “menggerakkan masyarakat”.
Veteran pasukan khusus AS dari organisasi Grey Bull Rescue membantu Machado kabur dengan perahu setelah ia setahun bersembunyi dari rezim Maduro. Sejak Maduro diculik pada Januari, Venezuela dipimpin mantan wakil presidennya, Delcy Rodriguez.
Machado disambut para pendukung yang bersorak saat iring-iringan kendaraannya melintas setelah ia kembali ke Venezuela pada Minggu. Rodriguez menyatakan tidak menyukai sambutan meriah itu.
“Pertunjukan itu bisa dihindari, bandaranya ada di sini,” kata Rodriguez di televisi pemerintah.
Ditanya soal kemungkinan bertemu Rodriguez, Machado mengaku belum menerima pesan apa pun dari Rodriguez maupun dari Washington.
Tak lama sebelum pernyataan Machado pada Kamis, Rodriguez meyakinkan rakyat bahwa pemilu akan digelar di Venezuela “dengan dunia sebagai saksi” tanpa menyebut tanggalnya.
Kepulangan Machado terjadi beberapa pekan setelah kesepakatan minyak dengan AS yang kontroversial. Lewat kesepakatan itu, Venezuela menyerahkan 20 persen cadangan minyaknya yang sangat besar.
“Perjanjian ini tidak mencerminkan tingkat transparansi yang diinginkan masyarakat Venezuela,” kata Machado mengkritik kesepakatan tersebut.















