- Intel memperkirakan krisis RAM belum membaik sepanjang 2027
- Cip laptop murah Wildcat Lake habis terjual karena permintaan melampaui pasokan
- SK Hynix memprediksi kelangkaan RAM berlangsung hingga 2030
- Laptop Wildcat Lake berharga terjangkau, tetapi kerap hanya berbekal RAM 8 GB
Cekricek.id — Produsen cip Intel memperkirakan krisis RAM belum akan membaik sepanjang 2027. Di saat yang sama, cip laptop murah Intel, Wildcat Lake, ludes terjual karena permintaannya melampaui pasokan.
Melansir laporan The Verge, Kamis (29/10/2026), CEO Intel Lip-Bu Tan dalam paparan kinerja perusahaan menyebut permintaan cip Wildcat Lake yang menyasar segmen hemat biaya “melampaui pasokan.” Menurut Kepala Keuangan (CFO) Intel David Zinsner, cip tersebut kini sudah habis terjual.
“Kami melihat pertumbuhan signifikan pada Wildcat Lake. Ini datang tepat pada waktunya karena biayanya sudah dioptimalkan dan kami melihat banyak perhatian ke arah sana,” kata Zinsner.
Baca juga Pengiriman PC Dunia Anjlok 21 Persen akibat Harga RAM Melonjak
Tak Optimistis soal Memori
Intel tidak memperkirakan kelangkaan memori akan segera mereda. Menjawab pertanyaan soal pasokan memori, Zinsner menegaskan, “Jangan salah, kami tidak optimistis soal tahun depan dalam hal memori.”
“Kita harus melihat pada 2028 apakah keadaan membaik, tetapi perkiraan kami keadaannya tidak membaik pada 2027,” ujarnya. Proyeksi itu masih lebih optimistis dibanding prediksi SK Hynix bahwa kelangkaan RAM akan berlangsung hingga 2030.
Laptop Murah Berbekal RAM 8 GB
Kelangkaan RAM dan komponen lain telah mendongkrak harga PC dalam beberapa bulan terakhir. Cip Wildcat Lake kini banyak dipakai di laptop Windows baru berharga lebih terjangkau yang setara dengan MacBook Neo, seperti Dell XPS 13 baru dan HP Omnibook 5 14. Laptop-laptop ini dibanderol dengan harga awal yang ramah kantong, tetapi kerap hanya dibekali RAM 8 GB, kapasitas yang membuat laptop Windows bisa kewalahan.
Baca juga Apple Rilis MacBook Layar Sentuh Pertama, Harga Mulai 2.899 Dolar
Tan juga mengakui melambatnya permintaan PC. “Industri terus menghadapi salah satu kelangkaan pasokan paling signifikan dalam sejarah, yang didorong oleh permintaan superinteligensi yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Tan, merujuk pada kecerdasan buatan (AI).
Meski begitu, Zinsner tetap yakin pasar PC masih punya masa depan. “Kami pikir PC akan mengalami kebangkitan meski ada kondisi ini,” katanya.
Baca juga Microsoft Raup 10 Miliar Dolar dari OpenAI dalam Satu Kuartal















