Paus Leo XIV Jadi Paus Pertama yang Memilih di Pemilu AS

A A

Seorang penonton mengibarkan bendera AS saat Paus Leo XIV meninggalkan audiensi umum mingguan di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, 28 Oktober 2026. [Foto: Gregorio Borgia/AP Photo via Al Jazeera]

  • Paus Leo XIV menjadi paus pertama yang memberikan suara dalam pemilu umum Amerika Serikat.
  • Paus mengirim surat suara lewat pos di Chicago menjelang pemilu sela 3 November, tanpa diungkap kandidat pilihannya.
  • Sejak 2000, Prevost memilih dalam lima pemilu pendahuluan, dua kali Demokrat dan tiga kali Republik.
  • Trump beberapa kali berselisih dengan Paus, antara lain soal perang Iran dan penindakan terhadap imigran.

Cekricek.id — Paus Leo XIV menjadi paus pertama yang memberikan suara dalam pemilu umum Amerika Serikat setelah mengirim surat suara lewat pos di Chicago, kota kelahirannya.

Vatikan pada Jumat mengonfirmasi bahwa Paus mengirim surat suara pos di kota itu menjelang pemilu sela 3 November, dengan alasan keyakinannya yang sudah lama tentang partisipasi warga, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Sabtu (31/10/2026).

Kantor pers Vatikan menyatakan Leo, yang sebelumnya bernama Robert Prevost, “telah menggunakan haknya untuk memilih sebagai warga negara Amerika Serikat” sebagaimana ia lakukan “setiap kali ia memenuhi syarat untuk itu”.

“Bapa Suci menyatakan keyakinannya akan hak dan kewajiban warga untuk ikut serta dalam proses demokrasi,” tambah kantor pers tersebut. Vatikan tidak menyebut kandidat yang dipilih Leo.

Konferensi Waligereja Amerika Serikat dalam catatannya mengimbau umat Katolik menempatkan “iman kita di atas politik kita” serta “menjunjung martabat manusia dan kebaikan bersama”.

“Dengan memberikan suara, Bapa Suci kita memberi teladan yang mendorong setiap warga menjalankan tanggung jawab kewarganegaraannya,” kata Direktur Urusan Publik konferensi tersebut, Chieko Noguchi.

Leo bukan hanya warga negara AS, tetapi juga warga Peru, tempat ia tinggal sebagai imam dan uskup selama lebih dari 20 tahun, serta Vatikan, tempat ia menjabat kepala negara.

Hukum federal AS membolehkan warga yang tinggal di luar negeri, termasuk yang bekerja untuk pemerintah asing, memilih lewat surat suara absentee.

Warga AS yang bekerja untuk pemerintah asing tidak otomatis terancam kehilangan kewarganegaraan. Namun, Departemen Luar Negeri AS di situsnya menyebut dapat “meninjau secara aktif” status kewarganegaraan warga AS yang “menjabat sebagai kepala negara asing, kepala pemerintahan asing, atau menteri luar negeri asing”.

Paus Leo XIV Pernah Memilih dalam Lima Pemilu Pendahuluan

Leo meminta surat suara pos pada 3 Oktober, hanya 10 hari sebelum menjalani operasi pengangkatan tumor ganas dari paru kanannya. Ia perlahan kembali beraktivitas di Vatikan setelah keluar dari rumah sakit pada 17 Oktober.

Menurut catatan Dewan Pemilihan Negara Bagian Illinois, sejak 2000 Leo sebagai Prevost memilih dalam lima pemilu pendahuluan, dua kali meminta surat suara Partai Demokrat dan tiga kali surat suara Partai Republik. Catatan itu tidak menunjukkan kandidat yang didukungnya.

Saat terdaftar di Cook County yang mayoritas Demokrat, Prevost meminta surat suara pendahuluan Demokrat pada 2008 dan 2010. Setelah pindah ke Will County yang lebih konservatif, ia meminta surat suara pendahuluan Republik pada 2012, 2014, dan 2016.

Sejak Leo menjadi paus pada Mei 2025, Presiden AS Donald Trump beberapa kali berselisih dengannya. Trump mengkritik Paus karena berulang kali mengecam perang AS-Israel terhadap Iran dan menentang penindakan keras pemerintahannya terhadap imigran.

Awal tahun ini, Trump menyebut Leo “lemah” dan tersandera “kiri radikal”. Leo menjawab kepada wartawan: “Saya tidak takut pada pemerintahan Trump atau untuk menyuarakan dengan lantang pesan Injil, yang menjadi tujuan kerja gereja.”

Bagikan

Baca Juga

Helikopter EUFOR Jatuh di Bosnia, Empat Warga Italia Tewas
Amazon Yakin Punya Dua Bisnis Senilai 1 Triliun Dolar AS
Maria Corina Machado Puji Trump, Desak Pemilu Venezuela 2027
Intel: Krisis RAM Tak Membaik pada 2027, Cip Laptop Murah Ludes
Pengacara HAM Pakistan Imaan Mazari dan Suami Dipenjara 10 Tahun
Pentagon: Perang Iran Telan Biaya 47,1 Miliar Dolar AS