Ini Bahaya dan Manfaat Masturbasi Bagi Kesehatan

Ini Bahaya dan Manfaat Masturbasi Bagi Kesehatan

Ilustrasi. [Foto: Ist]

Cekricek.id - Perihal masturbasi atau onani pasalnya merupakan hal yang katanya banyak dilakukan oleh anak muda. Namun, jangan salah, orang dewasa juga pasalnya akan lebih sering melakukan masturbasi.

Mastubarsi atau onani itu sendiri merupakan aktivitas untuk merangsang diri sendiri dengan tujuan mendapatkan kenikmatan atau kepuasan seksual orgasme, dilansir dari kanal youtube Ruang Dokter, Rabu (14/9/2022).

Umumnya, masturbasi dilakukan sendiri. Namun ada juga yang dilakukan dengan bantuan dari orang lain, seperti bantuan dari istri pada suaminya yang sedang mengalami masa haid.

Banyak mitos seputar masturbasi yang berkembang di masyarakat. Ada yang mengatakan kegiatan ini dapat membuat tengku kopok. Ini adalah mitos yang sangat salah karena menurut dokter Haekal Anshari, tidak ada kaitan antara kebiasaany masturbasi dengan dengkul kopok.

Tidak hanya itu, ada juga yang mengatakan bahwa masturbasi bisa membuat mental seseorang terganggu. Ini menurut sang dokter juga tidak ada kaitannya.

Bahaya dan Manfaat Masturbasi Bagi Kesehatan

Sementara menurut dokter Haikal jika ditinjau dari segi kesehatan, masturbasi ternyata memiliki manfaat. Masturbasi sendiri memiliki beberapa manfaat.

Ini Bahaya dan Manfaat Masturbasi Bagi Kesehatan

Lantas, inilah beberapa manfaat masturbasi menurut dokter Haekal yang dilansir dari kanal youtube Ruang Dokter, pada Rabu (14/9/2022).

1. Manfaat Mastubarsi

Pertama, masturbasi merupakan salah satu metode untuk mengobati gangguang fungsi seksual. Pada laki-laki sendiri dapat mengobati gangguan ejakulasi dini. Sedangkan pada wanita dapat mengobati hambatan dalam mencapaai orgasme.

Pada laki-laki yang mengalami ejakulasi dini, masturbasi adalah metode yang disarankan untuk melatih laki-laki mengendalikan ejakulasinya. Pada wanita yang kesulitan mencapai orgasme, masturbasi merupakan metode untuk membuat wanita lebuh terangsang atau terstimulasi sehingga mudah untuk mencapai orgasme.

Kendati demikian, masturbasi memang sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan. Hal itu jika ditinjau dari psikis maka bisa membuat orang tersebut menjadi tidak atau kurang sensitif ketika melakukan hubungan seksual yang sebenarnya.

2. Bahaya Masturbasi

Selain itu, jika Anda ketagihan masturbasi maka hal ini dapat membuat Anda merasa salah nantinya. Terlebih masturbasi juga dilarang oleh agama. Namun menurut dang dokter banyak mazhab yang membicarakan tentang masturbasi.

Dari sekian banyak mazhab dan penjelasannya, intinya, masturbasi adalam jalan terakhir bagi seseorang untuk menghindari perbuatan zina.

Oleh sebab itu, jika memang masih dalam kondisi pubertas, maka bisa dialihkan ke aktvitas yang lainnya yang lebih bermanfaat.

Lantas, masturbasi ini salah satu perbuatan yang tidak baik untuk dilakukan secara terus menerus.

Baca Juga: Gimana Sih Hukum Masturbasi? Begini Penjelasannya Dalam Islam

Namun, jika belum menikah alangkah lebih baiknya itu merupakan jalan terakhir seseorang agar tidak melakukan perbuatan yang dibenci sang Pencipta.

Baca Juga

Wali Kota Padang Panjang menerima penghargaan kesehatan dari Kemendagri
Padang Panjang Raih Apresiasi Kemendagri, Terima Rp1,5 Miliar untuk Kesehatan
Ilustrasi stetoskop yang dipakai memeriksa detak jantung pasien.
Stetoskop AI Terbukti Sering Lewatkan Murmur Jantung pada Kucing dan Anjing
Wali Kota Pariaman Yota Balad menerima penghargaan Terbaik I Kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan
Pariaman Raih Terbaik I Kesehatan, Dapat Bantuan Rp2 Miliar dari Kemendagri
Panel Tujuh Protein Darah Diklaim Lebih Akurat Deteksi Tahap Lanjut Alzheimer
Panel Tujuh Protein Darah Diklaim Lebih Akurat Deteksi Tahap Lanjut Alzheimer
Pemantauan Digital Mingguan Kurangi Kelelahan Pasien Kanker Payudara Metastatik, Uji Klinis 909 Pasien
Pemantauan Digital Mingguan Kurangi Kelelahan Pasien Kanker Payudara Metastatik, Uji Klinis 909 Pasien
Ilustrasi kapsul Orion dengan boneka uji radiasi Zohar dan Helga di misi Artemis I
Rompi Antiradiasi AstroRad Diuji di Misi Artemis I, Pangkas Paparan hingga 60 Persen