Jerman Terima Jet Tempur F-35 Pertama dari Amerika Serikat

A A

Jet tempur F-35A tampak dari depan di atas panggung saat acara serah terima di Fort Worth, Texas. [Foto: Lockheed Martin Aeronautics]

  • Jerman memesan 35 unit F-35A pada 2022, tahun ketika Rusia menginvasi Ukraina.
  • Menteri Pertahanan Boris Pistorius menyebut F-35A sebagai pesawat tempur paling canggih di dunia.
  • Jet itu akan menggantikan armada Tornado Jerman yang menua.
  • Negara-negara Eropa sepakat mengalokasikan lima persen PDB untuk belanja keamanan pada 2035.

Cekricek.id — Jerman menerima jet tempur F-35A Lightning II pertamanya, seiring negara itu mempercepat pembangunan militer besar-besaran dan menaikkan belanja pertahanan di tengah dorongan lebih luas negara-negara NATO Eropa untuk memperkuat angkatan bersenjata mereka.

Penyerahan pada Jumat itu menjadi bagian dari upaya Jerman memenuhi tugas berbagi senjata nuklir NATO dan memodernisasi militernya setelah beberapa dekade belanja pertahanan yang relatif rendah, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Jumat (18/09/2026).

Lockheed Martin secara resmi menyerahkan pesawat itu kepada pemerintah Jerman dalam sebuah upacara di fasilitas produksinya di Fort Worth, Texas, yang dihadiri Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius.

“Ini adalah awal era baru bagi Angkatan Udara Jerman: jet tempur F-35A baru ini adalah pesawat tempur paling canggih di dunia,” kata Pistorius dalam sebuah pernyataan.

“Pesawat ini dicirikan oleh kemampuan silumannya, integrasi erat dengan platform lain, dan teknologi sensor yang sangat bertenaga,” ujarnya.

Jerman pesan 35 unit F-35A pada tahun invasi Rusia ke Ukraina

Jerman memesan 35 unit F-35A pada 2022, tahun yang sama ketika Rusia melancarkan invasi ke Ukraina. Pesawat itu dimaksudkan menggantikan armada Tornado Jerman yang sudah menua.

Pemerintahan Trump telah lama menekan Eropa untuk membelanjakan lebih banyak dana bagi pertahanan, sehingga memungkinkan Washington berfokus pada tantangan lain seperti membendung China.

Negara-negara Eropa, termasuk Jerman, menaikkan anggaran militer mereka sebagai hasilnya, setelah menyepakati permintaan Trump pada 2025 untuk mengalokasikan lima persen produk domestik bruto bagi belanja terkait keamanan pada 2035.

Pembangunan pertahanan udara NATO juga menjadi sorotan setelah jet NATO menembak jatuh drone di wilayah udara Lituania, dan ketika intelijen Amerika Serikat mengungkap ancaman Rusia ke NATO.

Kekhawatiran terhadap Moskow di kawasan itu juga tampak lewat langkah legislatif terbaru Washington, setelah Trump meneken undang-undang sanksi Rusia atas perang di Ukraina.

Bagikan

Baca Juga

Korea Utara Tolak Resolusi Badan Pengawas Nuklir PBB
Gemini Google Retas Tiga Perusahaan dalam Uji Keamanan
Trump Teken UU Sanksi Rusia atas Perang di Ukraina
Trump Klaim Dapat Kendali Permanen atas Greenland dari Denmark
Warren Buffett Mundur dari Kursi Ketua Berkshire Hathaway
Lula Naikkan Bolsa Familia 15 Persen Jelang Pemilu Brasil