Cekricek.id — Lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada merancang Solar Bridge, jembatan darurat modular bertenaga surya untuk memulihkan akses wilayah yang terisolasi bencana.
Gagasan itu disusun lewat Program Kreativitas Mahasiswa Video Gagasan Konstruktif 2026, menurut laman resmi UGM, Kamis (10/09/2026).
Ketua tim, Amanda Syifa Lusayni, menyebut gagasan berangkat dari kebutuhan memulihkan akses sekaligus energi listrik saat darurat.
“Kami melihat adanya kebutuhan untuk menghadirkan solusi yang dapat memulihkan akses sekaligus membantu memenuhi kebutuhan energi listrik masyarakat dalam kondisi darurat,” ujarnya.
Baca juga karya mahasiswa lain yang memulihkan akses warga
Struktur Solar Bridge mengadopsi prinsip Jembatan Bailey dengan rangka baja dan lantai modular interlocking berbahan limbah.
Panel surya, baterai, solar tracker, dan sistem internet of things dipasang untuk memasok listrik di lokasi bencana.
“Kami merancang struktur yang modular agar Solar Bridge dapat lebih mudah dirakit dan disesuaikan dengan kondisi di lokasi bencana,” tuturnya.
Baca juga langkah mahasiswa lain menjawab persoalan masyarakat
Tim beranggotakan mahasiswa Kedokteran Gigi, Teknik Elektro, Teknik Arsitektur, dan Teknik Sipil.
“Kolaborasi lintas bidang membantu kami melihat persoalan kebencanaan dari berbagai sudut,” tambahnya.
Baca juga gagasan kampus lain soal infrastruktur pesisir
Rancangan itu masih berada pada tahap gagasan dan belum diuji di lapangan.















