Cekricek.id — UEFA menunjuk wasit asal Somalia, Omar Artan, untuk memimpin Piala Super Eropa 2026 antara Paris dan Aston Villa. Penunjukan itu menjadikannya wasit non-Eropa pertama yang memimpin laga tersebut sepanjang sejarah kompetisi.
Dikutip dari UEFA.com, Senin (10/8/2026), pertandingan mempertemukan juara Liga Champions melawan juara Liga Europa dan digelar di Salzburg, Austria, pada Rabu (12/8/2026).
Ditolak Masuk Amerika Serikat
Penunjukan ini datang tidak lama setelah periode paling berat dalam karier Artan. Wasit berusia 34 tahun itu sudah terpilih masuk daftar pengadil Piala Dunia 2026, tetapi tidak diizinkan masuk ke Amerika Serikat sehingga batal bertugas di turnamen tersebut. Tidak ada penjelasan yang dirilis mengenai sebabnya.
“Itu periode yang sangat berat,” kata Artan. “Banyak orang bersimpati kepada saya, karena ketika seseorang sudah bekerja bertahun-tahun dan seharusnya melakukan sesuatu, lalu tidak bisa melakukannya, itu sangat menantang. Namun saya benar-benar menghargai dukungan yang saya terima dari seluruh dunia; saya sangat bersyukur.”
Delapan Belas Bulan yang Mengubah Kariernya
Artan masuk daftar wasit internasional FIFA pada 2018. Enam tahun kemudian ia menjadi orang Somalia pertama yang memimpin pertandingan Piala Afrika, tepatnya pada edisi 2024.
Sesudah itu jenjangnya menanjak cepat. Ia memimpin laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia U-20 Chile 2025, menjadi orang Somalia pertama yang memimpin final Liga Champions Afrika, lalu menerima penghargaan Wasit Putra Terbaik CAF 2025. Belakangan ia juga memimpin laga penentu gelar Liga Utama Kuwait.
Latar belakangnya jauh dari jalur konvensional. Ayahnya meninggal ketika ia masih kecil dan ia tumbuh terpisah dari ibunya. Artan mulai menjadi wasit setelah cedera ringan menghentikan langkahnya sebagai pemain, meniti karier dari pertandingan kampung, lalu pertandingan antarsekolah, sampai kompetisi resmi Liga Somalia.
“Saya percaya kalau saya bisa berhasil, siapa pun bisa. Anda bisa melakukan apa pun yang ingin Anda lakukan. Jangan pernah berhenti bermimpi,” ujarnya.
Baca juga: UEFA, CONMEBOL, dan AFC Teken Surat Terbuka, Kecam “Penipuan” di Puncak FIFA
Tim Perangkat Pertandingan Lintas Benua
Artan tidak bertugas sendirian di Salzburg. Ia didampingi dua asisten dari Afrika, yakni Liban Abdoulrazack Ahmed asal Djibouti dan Stephen Eleazar Onyango Yiembe asal Kenya. Posisi wasit video dipercayakan kepada Marco Di Bello dari Italia.
Presiden Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF), Patrice Motsepe, menyambut keputusan UEFA tersebut sebagai pengakuan yang lebih luas terhadap kualitas pengadil Afrika.
“Ini kehormatan besar bagi Omar Artan dan bagi wasit-wasit Afrika. Ini contoh sangat baik tentang sepak bola yang mempertemukan dan menyatukan orang,” kata Motsepe.
Piala Super Eropa mempertemukan pemenang dua kompetisi klub utama UEFA setiap awal musim. Sepanjang sejarahnya, laga itu selalu dipercayakan kepada wasit asal negara anggota UEFA, dan penunjukan Artan memutus kebiasaan tersebut.
Baca juga: Tercampak dari Barcelona, Philippe Coutinho Dipermanenkan Aston Villa
Bagi Artan sendiri, laga di Salzburg sekaligus menandai debutnya memimpin pertandingan di Eropa. Ia menyebut persiapannya bertumpu pada pengenalan mendalam terhadap taktik dan kebiasaan kedua tim, dan menilai pertukaran wasit antarbenua menguntungkan kedua pihak karena masing-masing membawa standar yang berbeda ke lapangan.
“Ini akan menjadi pertandingan pertama saya di Eropa. Menjalani petualangan, mengumpulkan kenangan, dan mempelajari hal baru selalu menyenangkan,” tuturnya.





















